Konferensi Nasional Teknik Jalan ke 10 (KNTJ-10) Resmi Dibuka

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Konferensi Nasional Teknik Jalan ke 10 (KNTJ-10) dengan tema “Pembangunan Infrastruktur Jalan dalam Era Teknologi Industri 4.0” merupakan salah satu program yang digelar oleh Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI). Sebagai ajang bertukar pikiran tentang pengetahuan teknologi baru serta berbagi pengalaman dan pembahasan terkait isu-isu terkini tentang infrastruktur yang berlangsung selama empat hari, 4-7 November 2019.

Pembukaan acara ini berlangsung di Mercure Hotel, Jakarta, Selasa, 5 November 2019. Hadir dalam acara pembukaan KNTJ-10 Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Ir. Sugiyartanto dan ketua HPJI Ir. Taufik Wijoyono.

Selain itu, Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur dan Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Adryan Priohutomo juga turut hadir dalam acara tersebut.

John Wempi Wetipo berharap acara ini dapat memberikan kontribusi besar untuk kemajuan infrastruktur di Indonesia.

“Dari rangkaian kegiatan dan sejumlah pameran yang kita lihat, banyak hasil karya anak bangsa yang bisa digunakan untuk membangun negeri ini. Saya pikir dengan asosiasi ini dapat mempercepat infrastruktur di Indonesia”, tambahnya.

Dalam sambutannya Ir. Taufik Wijoyono selaku Ketua HPJI mengungkapkan, pada KNTJ ke-10 HPJI ini akan mengetengahkan masalah yang terkait dengan pembangunan infrastruktur yang memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat bantu serba cepat, memberi kemudahan dan mempunyai akurasi tinggi.

“KNTJ diharapkan akan mampu menjaring pemikiran para insinyur teknik jalan dalam menuangkan ide serta inovasi untuk mengembangkan dan memajukan teknologi jalan di Indonesia”, lanjut Taufik.

Pada acara  KNTJ-10 HPJI menggelar sidang makalah terkait jalan dan jembatan. Terdapat 48 sidang makalah teknik dan 4 sidang makalah utama dari seluruh Indonesia. Jasa Marga menjadi salah satu peserta sidang makalah teknik yang mempresentasikan kolaborasi smart CCTV dan Weigh In Motion dengan judul _”Smart CCTV and Weigh In Motion Integrated System in Indonesian Toll Road”_

Kolaborasi Smart CCTV dan _Weigh In Motion_ merupakan alat timbang kendaraan untuk memantau tonase kendaraan yang melintas guna membantu penindakan truk ODOL _(Over Dimension & Over Load)_ di jalan tol Jasa Marga.

Hal ini dilakukan guna menanggulangi kendaraan _overload_ di jalan tol yang dapat berpengaruh terhadap kondisi lalu lintas dan jalan, seperti kecepatan yang sangat rendah sehingga mengganggu waktu tempuh kendaraan lainnya. Tak hanya itu, kendaraan _overload_ juga berpotensi mengganggu kenyamanan pengemudi lain karena menyebabkan rusaknya struktur jalan sehingga menjadi bergelombang dan berlubang.

Dalam acara ini, Jasa Marga juga turut berkontribusi sebagai peserta pameran KNTJ-10, dimana Jasa Marga mensosialisasikan proyek Jalan Tol Jakarta II _(Elevated)_  yang akan beroperasi dalam waktu dekat. Jalan Tol Jakarta-Cikampek II _(Elevated)_ merupakan ruas jalan tol yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat, dengan total panjang 36,4 Km.(**/Press Release Bersama/Bro-1)

Editor : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan