Kisah Sedih di Tengah Pandemi Covid-19, Jay Stress Sepatu Makin Sepi Terjual

Spread the love

Ciputat, BeritaRayaOnline,- Malam mulai larut.Rintik hujan sudah turun.Namun, suasana di sekitar Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan, masih ramai.”Saya stress Pak.Selama pandemi Covid-19 ini, makin sepi pembeli, stok sepatu sulit terjual, padahal saya hanya usaha kecil,” keluh Jay (53 tahun), pedagang sepatu yang ditemui BeritaRayaOnline di tokonya persis di bawah jembatan layang (flyover) Ciputat, Sabtu malam (28/11/2020).

Sejak pandemi Covid-19 nyaris hampir delapan bulan ini, ternyata “berimbas” langsung kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar Pasar Ciputat, khususnya pedagang kecil yang menjual sepatu dan sandal.

“Sebelum pandemi Covid-19 satu hari bisa terjual 40 pasang sepatu, tetapi adanya pandemi ini paling sehari laku 6-7 pasang sepatu.Padahal dapur di rumah harus ngebul terus, bagaimana besok bisa makan,” keluh Jay, seperti mau menangis.

“Kalau penjualan sepatu sedang sepi, terpaksa saya cari uang tambahan dengan menjadi supir tembak mikrolet,” sela pria yang berasal dari Payakumbuh, Sumbar ini.

Menurut pengakuan Jay, hampir seluruh kawan-kawannya sesama pedagang sepatu-termasuk yang berdagang di kaki lima- di sekitar Pasar Ciputat telah terdampak pandemi Covid-19 ini.

“Bahkan pembuat atau bengkel sepatu di Pondok Kopi Jakarta Timur dan di Kota Tangerang sudah bangkrut alias gulung tikar karena dampak pandemi virus corona ini.Pemiliknya sudah pulang kampung,” cerita Jay yang sudah 15 tahun dagang sepatu mulai.harga Rp 100.000 sampai Rp 200.000/pasang sepatu.

Pada kesempatan itu, Jay minta bantuan kepada pemerintah karena sudah terdampak langsung pandemi Covid-19 ini.Minimal, ia bisa dapat bantuan sosial atau bantuan uang tunai langsung untuk para pedagang kecil ini.(*/Bro-3)

Editor : Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan