Spread the love

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Hampir dua tahun berlangsungnya wabah atau pandemi virus Covid-19 di Indonesia, ternyata telah berdampak langsung kepada kehidupan ekonomi dan penghasilan sehari-hari bagi  Darin (54 tahun) asal Brebes, Jawa Tengah, seorang tukang semir sepatu yang memulai usaha jasanya sejak tahun 1989 lalu.

“Sedih, Mas….sebelum pandemi  virus corona penghasilan saya bisa mencapai Rp 200 ribu  per hari.Setelah ada virus pandemi ini satu hari ini saja baru dapat Rp 20 ribu,-,” ujarnya dengan nada suara sedih-nyaris ada tangisan- ketika diwawancarai BeritaRayaOnline ,Senin lalu (8/11/2021)  persis di sepanjang kaki lima belakang Kantor Pusat Kementeriaan PUPR atau belakang Kantor Mabes Polri di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Namun, saya tetap bersyukur kepada Tuhan, yang penting sehat -sehat selalu.Rezeki semua dari Tuhan, toh keluarga saya sampai hari ini bisa tetap bertahan hidup sederhana,” katanya kembali optimis.

Ditanya BeritaRayaOnline apakah penyebab utama usaha semir sepatu ini sampai anjlok dan makin “sepi” pelanggan selama pandemi Covid-19 ini ?

” Sekarang  ini jarang orang, apalagi anak muda pakai sepatu kulit yang sering disemir sepatunya, banyak yang lebih suka pakai sepatu kets,” jelasnya.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda negeri ini, Darin, bapak dua anak ini,  mengaku banyak memiliki pelanggan semir sepatu baik ANS (PNS) dari Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mabes Polri, Kementerian Negara Perumahan, Telkom, pelajar Al Azhar, pedagang dari Pasar Blok M, dan masih banyak lagi.

“Saat itu setiap pegawai atau warga masyarakat yang mau sarapan pagi atau makan siang di tempat ini pasti semir sepatu dulu.Rata-rata pegawai dan karyawan masih pakai sepatu pentopel atau sepatu kulit , bukan seperti sekarang ini semuanya telah memakai sepatu kets sehingga tak bisa disemir,” ceritanya.

Meskipun terdampak langsung dari pandemi Covid-19 ini, Darin mengaku tetap bersyukur kepada Tuhan masih diberikan ‘rezeki’ sebagai tukang semir sepatu bersama empat orang kawannya seprofesi yang masih bertahan sampai hari ini.

Alhamdulilah, saya dan keluarga tetap sehat-sehat saja.Terpenting terapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan rajin pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan tetap menjaga jarak,” jawabnya lagi ketika ditanyakan soal penerapan protokol kesehatan Covid-19 saat bekerja sebagai tukang semir sepatu.

“Saya dan kawan-kawan juga sudah divaksin dua kali.Walaupun sudah divaksin dua kali, tetap terapkan protokol kesehatan dong.Alhamdulilah, belum pernah terpapar atau sakit karena virus corona,” ucap pria yang.memasangjasa semir sepatu sebesar Rp 10 ribu ini.

“Kadang ada juga sih pelanggan yang kasih tips semir sepatu, jadi Rp 15 ribu sekali semir,” pungkasnya mulaimengumbar tawa lepas.
(BRO 11/ Lasman Simanjuntak)

Editor    : Lasman Simanjuntak

Email     : pulo_lasman@yahoo.com

 

Tinggalkan Balasan