Spread the love

Bima, BeritaRayaOnline,- Petani Kabupaten Bima mengirim jagung hasil panennya untuk memasok industri pakan ternak di Surabaya. Disaksikan oleh Bupati Bima dan Tim Kementerian Pertanian, pada hari Sabtu (5/3) dilaksanakan pelepasan pengiriman jagung dari PT Charoen Pokphand Indonesia plant Bima ke Surabaya.

Direktur PT.CPI Syamsul dalam penjelasannya menyebutkan pengiriman hari ini sebanyak 46,8 ton. “Hari ini kami juga ingin menunjukkan proses kerja pabrik jagung dari penerimaan jagung dengan kadar air 15%- 35% sampai dengan proses pengiriman. Disini kapasitas penerimaan 1.000 ton/hari dengan kapasitas penyimpanan 20.000 ton,” terang Syamsul.

Ia menargetkan untuk tahun 2022 akan menerima jagung sebanyak 100.000 ton dan akan dudistribusikan ke pabrik pakan ternak di Surabaya dan Sumatera.

Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri, mengapresiasi kehadiran Kementan untuk memberikan dukungan di Kabupaten Bima. Ia berharap petani jagung di Bima semakin mampu meningkatkan produksinya apalagi sudah ada kerjadmaa dengan PT. CPI

Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Bambang Pamuji yang hadir dalam kesempatan tersebut, meminta agar PT. CPI dapat memberi ruang yang baik untuk kesejahteraan petani hingga ada kerja sama.

“Kerjasama bisa dimuat dalam bentuk MoU bersama petani, sehingga ada kesetabilan harga dalam kesepakatan,” sambung Bambang

Melihat data dan potensi di Kabupaten Bima khususnya terkait dengan jagung sekarang ini, ada sekitar 5.000 Ha. Bambang berpesan luasan yang benar-benar ada di lapangan agar dilaporkan ke BPS termasuk juga Kementerian Pertanian.

“Artinya apa yang menjadi kinerja kita khususnya kinerja di Kabupaten Bima kemudian kinerja yang ada di NTB akan tercatat, terutama tanam tahun 2021” tutupnya.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi melalui virtual berpesan Kabupaten Bima memiliki jagung luar biasa banyak. “Tapi saya mau mengingatkan saat menanam jagung, di gunung-gunung maupun bukit-bukit, kontur ketinggiannya tolong perhatikan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Bisa juga menggunakan teknik tumpang sari dengan tanaman tahunan,” jelas Suwandi.

Suwandi mengingatkan perlunya bentuk kerjasama kemitraan sehingga ada kepastian pasar. Seperti halnya dengan adanya kerjasama kelompok tani dengan PT. CPI . Petani bisa berkesempatan memanfaatkan KUR juga dengan jaminan offtaker sebagai avalis.(**)

Editor  : Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan