Spread the love

Makassar, BeritaRayaOnline,-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus “kebut” penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan kontraktor pelaksana PT.Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk dengan nilai kontrak Rp 147,3 miliar, konsultan manajemen konstruksi PT.Genta Prima Pertiwi dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar, serta konsultan pengawasan berkala PT.Dana Konsultan dengan nilai kontrak Rp 487.027.000,-.

Seperti diketahui Gedung Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin di Jalan Sultan Alauddin Kota Makassar termasuk salah satu bangunan gedung “mangkrak” PTN/PTKIN yang ada di Sulawesi Selatan yang ditangani Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan.

Bangunan gedung 9 lantai plus 1 lantai basement dengan luas bangunan 23.877 M2 ini nantinya akan menjadi rumah sakit pendidikan pertama di Indonesia untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Pembangunan  Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin ini merupakan dukungan Kementerian PUPR untuk melanjutkan struktur bangunan yang telah dibangun sebelumnya oleh pihak Rektorat sejak tahun 2011 lalu, dan sempat terhenti lama.

“Pembangunan rumah sakit ini diperkirakan akan selesai  pada April 2022 mendatang, sedangkan konstruksi bangunan awalnya  ditargetkan selesai November 2021 ini.Namun, karena anggaran mengalami refocusing, maka pelaksanaan fisik mengalami relaksasi dengan target selesai pada April 2022 mendatang,” jelas Ahmad Asiri,  Kepala  Balai Prasarana  Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Selatan, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR kepada peserta Press Tour wartawan di Kota Makassar, Selasa (9/11/2021).

Dijelaskannya pembangunan Rumah sakit Pendidikan UIN Alauddin Makassar melingkupi kegiatan persiapan, struktur, arsitektur, makanikal elektrikal, dan site development dengan waktu pelaksanaan 23 November 2020 dan diperkirakan selesai 25 April 2022.

Progress pekerjaan (waktu pelaksanaan76 minggu)dari rencana 77,09 %, realisasi 79,46 %, dan deviasi +2,37 % pada minggu ke-51 periode 31 Oktober- 6 November 2021.

Terdiri dari lantai basement, fungsi ruangan servis (instalasi gizi, laundry gas medik, dan instalasi jenazah).Lantai satu ruang UGD, laboratorium, dan poliklinik.Lantai dua, ruang poli, endoscopy, dan hemodialisis.Lantai tiga,  ruang operasi, perawatan intensif, dan kebidanan.

Lantai empat,  ruang pendidikan (kelas dan perpustakaan).Lantai lima, ruang perawatan kelas III.Lantai enam,ruang perawatan kelas II.Lantai tujuh, ruang perawatan kelas I.Lantai delapan, ruang perawatan VIP/VVIP, dan lantai sembilan ruang management.(BRO-3)

Editor  :Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan