Spread the love

puJakarta, BeritaRayaOnline,-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan siap menggandeng para pengembang perumahan yang tergabung dalam berbagai asosiasi pengembang untuk membahas Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur tentang pola pembangunan hunian berimbang.

“Kami terbuka dalam pembahasan Permen Hunian Berimbang. Kami siap menggandeng pengembang dalam pembahasan peraturan tersebut,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin kepada sejumlah wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Syarif menjelaskan, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman memang diatur mengenai pembangunan dengan hunian berimbang.

Dalam peraturan pemerintah tersebut dinyatakan bahwa pengembang yang membangun rumah mewah wajib membangun rumah menengah dan rumah sederhana dalam satu hamparan atau dalam satu kabupaten/ kota. Namun demikian, dalam pelaksanaannya ternyata ada keberatan dari sejumlah pengembang karena mereka merasa dirugikan karena harga lahan yang berbeda di setiap daerah.

“Adanya keberatan pelaksanaan hunian berimbang dari sejumlah pengembang pasti ada. Wajarlah setiap ada peraturan yang membuat pengembang dirugikan pastilah mereka akan memberikan reaksi. Tapi kami berupaya agar pelaksanaan Permen ini nantinya baik pengembang maupun masyarakat tidak ada yang dirugikan,” ujarnya.

Kementerian PUPR, imbuhnya, akan berupaya mencari jalan keluar terbaik terkait rasio pembangunan dengan pola hunian berimbang ini. Diskusi dengan para pengembang nantinya diharapkan dapat menemukan solusi tanpa bertentangan dengan Undang-Undang dan dan PP yang ada saat ini.

“Mungkin nanti tinggal komposisi pembangunannya  yang dibahas apakah rasio pembangunan rumah mewah, rumah menengah dan rumah sederhana tetap  1:2:3 tetap dipertahankan atau dirubah. Tapi pada prinsipnya tetap harus ada pembangunan rumah murah kalau pengembang membangun rumah mewah,” tandasnya.

Syarif menekankan, dalam pembahasan Permen yang mengatur hunian berimbang tenntunya akan banyak sekali masukan-masukan dari pengembang . Tapi dirinya berharap agar para pengembang bisa terus mendukung program pemerintah khususnya Program Satu Juta Rumah.

“Kami berharap para pengembang bisa tetap membangun rumah sederhana yang harganya terjangkau bagi masyarakat,” harapnya. (Bro-1)

Editor      : Pulo Lasman Simanjuntak

 

Tinggalkan Balasan