Kementerian PUPR Bangun Empat Jembatan Gantung Terbuat dari Bambu untuk Masyarakat Baduy Dalam

Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,- “Menyetarakan desa adat baduy dalam, di Serang-Banten dengan desa-desa lain di luar kawasan baduy, Kementerian PUPR telah membangun  empat buah jembatan gantung yang terbuat dari bambu betung (ori). Keempat  jembatan bambu seharga Rp74 juta (kurang dari Rp20 juta per buah),yang sedang dibangun itu atas permintaan masyarakat baduy dalam sendiri,” ujar Kepala Biro Komunikasi (Birkom) Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja didampingi Kabag Birkom Publik Kementerian PUPR  Maretha dalam acara Media Gathering dan Press Tour dengan wartawan  yang tergabung dalam Forwapu di Hotel Horison Serang, Minggu malam (22 /11/2020).Ikut hadir dalam acara ini  Wida Nurfaida, Kepala Badan BPJN-Banten.

Menurut Endra,  kawasan baduy dalam sebenarnya bernilai jual tinggi dalam dunia wisata.

Namun untuk sementara ini, kawasan baduy dalam belum berminat menjual keunikan kawasannya dalam pariwisata.

Keempat  jembatan bambu yang dibuat sesuai dengan adat baduy, hanya diikat dengan tali ijuk, tidak boleh memakai besi, paku maupun semen.

“Penebangan bambu dan awal dimulainya pembangunan jembatan, harus melewati acara ritual dulu. Namun di kawasan baduy luar, jembatan bisa dibangun dengan material pada umumnya, besi, paku dan semen,”katanya.

Menyinggung masalah tugas KemenPUPR pada Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pembangunan infrastruktur dari APBN senilai Rp87 triliun yang progres atau capainnya sudah 75%, menandakan, di tengah pandemi Covid-19 ini, ekonomi terus bergulir.

“Bahkan infrastruktur, telah mempengaruhi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) hingga 13% sampai 15%,” kilahnya.

Di sektor peningkatan ketahanan pangan, Kementerian PUPR telah membangun 4 bendungan baru, antara lain di Pacitan-Jawa Timur.

Kenapa bendungan baru yang dibangun ? Sebab, kata Endra, keperluan utama ketahanan pangan adalah ketersediaan air. Maka Bendungan perlu diperbanyak.

Sementara untuk membuka lapangan kerja guna membantu daya beli masyarakat yang terimbas pandemi Covid-19. Kementerian PUPR membangun enam ruas jalan tol di Jabodetabek, dengan sistem proyek padat karya tunai. Keenam jalan tol Jabodetabek itu senilai Rp13,4 triliun.
Sebelumnya, Kepala BPJN Ditjen Bina Marga KemenPUPR Banten Wida Nurfaida, menjelaskan atas usulan Komisi V DPR RI telah dibangun jembatan gantung senilai Rp2,6 miliar di Desa Mekar Baru-Serang-Banten.

Pembangunan dimulai pada 11 September 2020 akan rampung 20 Desember 2020 atau sekitar 3 bulan.

“Jembatan gantung ini nantinya hanya digunakan untuk kendaraan roda dua atau roda tiga. Mobil apalagi truk dilarang lewat, karena kekuatan jembatan gantung ini terbatas maksimal hanya 3 ton,” pungkas Wida.(**/Bro-1)

Editor : Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan