Kementan Dorong Humbang Hasundutan menjadi sentra Bawang Putih Nasional

Dolok Sanggul,  BeritaRayaOnline,-Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa target swasembada bawang putih pada tahun 2021 dibutuhkan luas lahan sekitar 78.000 hektar.

Oleh karena itu, pengembangan kawasan bawang putih tidak hanya fokus di daerah Jawa dan Nusa Tenggara Bali (Lombok Timur, Tabanan Bangli) tapi juga mendorong sentra baru di wilayah Sumatera yang mempunyai potensi besar. Salah satu lokasi yang potensial untuk dikembangkan adalah Humbang Hasundutan yang potensinya bisa mencapai 500 sampai 1.000 hektar.

Pada kesempatan panen perdana bawang putih, hadir Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor mengaku takjub bawang putih yang mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan umbi yang cukup besar.

” Melihat hasil panen bawang putih ini, kami optimis Humbang hasundutan mampu tampil menjadi sentra baru bawang putih dan siap menjadi produsen benih wilayah sumatera bahkan Indonesia,” katanya.

Humbang Hasundutan merupakan Kabupaten yang mempunyai luas sekitar 2.297 kilometer persegi, yang terletak di barisan pegunungan Bukit Barisan, dengan iklim sejuk mendekati dingin dengan ketinggian tempat dari 330 – 2.075 meter dpl serta tanahnya kaya dengan kandungan organik cukup tinggi.

“Keindahan alam Lembah Bakkara menambah potensi yang luar biasa untuk daerah ini dan cocok untuk pengembangan bawang putih, sayuran daun serta sayuran dataran tinggi lainnya. Sungguh  menjadi anugrah yang luar biasa untuk pengembangan bawang putih Nasional dan Humbahas siap mensukseskan swasembada bawang putoh 2021,” ungkap Dosmar yg juga salah satu bupati termuda.

Hal senada di ungkapkan Inspektur Jenderal Kementan, Justan Siahaan pada saat panen perdana di Desa Hutasoit kecamatan Lintong Nihuta Humbahas.

“Sekarang sudah ada bukti yg akuntabel dan treasurable bahwa bawang putih mampu tumbuh dengan baik di Humbahas dan menghasilkan umbi yang besar. Ke depan Humbahas harus mampu menjadi motor penggerak bangkitnya bawang putih menuju lumbung pangan dunia,”pungkasnya.

Justan menambahkan  akan mengawal pengembangan bawang putih yang tersebar di Sumatera Utara guna menyukseskan swasembada bawang putih 2021.

Kadis Pertanian Humbang Hasundutan, Junter Marbun yang ikut hadir mendampingi Bupati dalam panen perdana bawang putih di Lahan kelompok tani Mandiri Desa Dolok Margu dan lahan kelompok tani Tani Mekar Jaya Desa Hutasoit 2 Kecamatan Lintongnihuta sangat senang melihat antusias petani yang sangat tinggi dalam berbudidaya bawang putih.

Petani kami umumnya menanam varietas Lumbuh Kuning. Hasil ubinan di lokasi ini bisa mencapai rata-rata 9 ton per hektar dengan umur panen 120 hari, umbinya cukup besar.  Ini sangat menjanjikan dan prospektif untuk dikembangkan, melihat potensi dan semangat petani bertanam bawang putih di lokasi ini kami berharap bisa mensupport swasembada bawang putih, ungkapnya penuh semangat.

Marganda Silaban, ketua Poktan Mandiri mengaku awalnya ragu untuk tanam bawang putih pada lahan seluas 10 hektar milik kelompok tani namun dengan dukungan penuh dari Bupati dan Dinas Pertanian, akhirnya mampu menjawab keraguan tersebut melalui hasil panen yg cukup memuaskan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, harapan kami program bawang putih ini dapat mengangkat kesejahteraan anggota kelompok dan kami siap ikut mensukseskan program swasembada bawang putih,”pungkas marganda.

Hal senada diungkapkan Berton Simamarta, Ketua Poktan Tani Mekar Jaya .

“Kelompok kami baru pertama kali tanam bawang putih, dari total lahan 1 ha yg kami tanam semuanya tumbuh dengan baik dan umbinya besar-besar,” papar Berton yang tahun ini jang sudah resmi mendapat sertifikat menjadi penangkar benih bawang putih.

Menurut Agung Sunusi, Kasubdit Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Ditjen Hortikultura sebagai wujud nyata pemerintah pusat dalam mendorong Humbahas menjadi sentra bawang putih nasional pada tahun 2019 telah dialokasikan anggaran seluas 250 hektar untuk pengembangan bawang putih.

Alokasi ini kita harapkan semua perluasan areal tanaman baru.  Bila diasumsikan setiap 1 hektar mampu menghasilkan rata rata 9 ton basah dan dikonversi menjadi benih rata rata 3 ton per hektar maka benih yang dihasilkan  di Humbas bisa mencapai 750 ton.

Artinya benih tersebut bisa digunakan untuk pengembangan bawang putih seluas 1.500 hektar. Harapan kami wilayah ini harus ada penangkar benih sehingga daerah ini akan mampu mandiri benih dan bahkan bisa menjadi pensuplay benih di wilayah Sumatera.

“Ini momentum yang luar biasa untuk menjadikan Humbas menjadi salah satu penyangga benih bawang putih nasional,”ungkapnya.(***)

Editor : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan