Kemenko PMK: Soal Pelayanan Pasien Darurat, Masih Ada Faskes Yang Lalai

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Saat ini tidak bisa kita pungkiri pembangunan fasilitas kesehatan (faskes) semakin hari terus dilakukan dan ditingkatkan oleh pemerintah. Khususnya bagi warga kurang mampu telah disediakan bantuan berupa program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Namun, nampaknya sampai hari ini masih ada faskes yang ternyata tidak mengimbangi hal ini dengan pelayanan kesehatan yang baik. “Harus diakui, masih ada faskes yang memberatkan pasien darurat terkait persoalan administrasi bagi pasien darurat,” ucap Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan, Kementerian Koordinato Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dr. Sigit Priohutomo.

Menurut sigit, semua faskes apakah itu rumah sakit pemerintah, RS swasta dan Puskesmas, harusnya selalu mengutamakan pasien darurat. Jika faskes tidak mengutamakan pasien darurat, kata Sigit, maka mereka sama saja telah melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Dalam Pasal 32 ayat 1 disebutkan, “Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu.”

Sigit menuturkan, seringkali rumah sakit lalai dalam melayani pasien darurat. Mereka menolak menangani pasien, meskipun SOP yang dikeluarkan Kemenkes sudah jelas menyatakan, bahwa siapapun yang datang ke fasilitas kesehatan, terlebih dalam keadaan darurat harus segera mendapatkan pelayanan medis.

Kemenko PMK dalam hal ini akan melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, khususnya dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan tindak lanjut terkait soal kejadian ini.(***)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan