Kemenko PMK: Riset Kuat Dorong Inovasi Berkelanjutan

Kemenko PMK: Riset Kuat Dorong Inovasi Berkelanjutan Wikipedia
 Jakarta,BeritaRayaOnline,- Pemerintah terus mendorong lembaga-lembaga pendidikan agar mampu menciptakan inovasi-inovasi baru. Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Agus Sartono mengatakan negara bisa maju jika memiliki banyak inovasi

“Saya kira tidak pernah ada negara yang maju tetapi inovasinya buruk. China, Jepang, Korea, adalah negara-negara yang memiliki kemampuan inovasi yang baik,” ucap Agus di Kantor Kemenko PMK, Kamis (9/11/2017).

Agus menilai bahwa untuk mendukung kemampuan inovasi maka Indonesia harus memiliki grand design dalam pembangunan Ristek dan hal ini telah diwujudkan dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2015-2045 di berbagai bidang.

“Inovasi dan riset memiliki peranan bagai dua sisi mata uang yang berbeda. Riset kuat inovasi kuat, tetapi kalau riset tidak kuat maka jangan harap ada inovasi,” tukas Agus.

Sebagai pengawal isu pendidikan di Kemenko PMK, Agus mengatakan bahwa saat ini pemerintah fokus kepada dunia riset dengan dengan mengalokasikan dana APBN untuk untuk Kemenristek Dikti sebesar Rp 41.3 triliun.

“Saat ini dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi harus memiliki kekuatan di bidang risetnya. Karena apabila dana tersebut tidak didukung oleh kegiatan riset yang kuat maka inovasi tidak muncul,” katanya.

Kemenko PMK telah melakukan langkah koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, khususnya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan Kementerian Agama agar dana abadi yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bisa digunakan untuk 2 kepentingan yakni beasiswa dan penelitian.

Agus berharap besarnya pembiayaan kegiatan riset ini bisa terus terpenuhi karena inovasi menjadi satu-satunya alat untuk maju dan bisa bersaing dengan negara-negara lain. “Kalau kemampuan inovasi kita masih lemah maka kita akan kalah menghadapi persaingan dunia global,” tutur Agus. (***)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan