Kemenko PMK: Donor Darah Bentuk Aksi Nyata Revolusi Mental

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Sebuah kebiasaan baik dari masyarakat untuk mendonorkan darahnya secara sukarela memang harus terus dilakukan dan didorong agar tidak hilang serta memberikan dampak terhadap lingkungan sekitarnya.

Setidaknya pesan itulah yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada 897 orang pendonor darah Sukarela 100 kali di Istana Bogor, Minggu (17/12/2017).

Presiden menilai para pendonor darah sukarela pantas disebut sebagai pahlawan kemanusiaan.

Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pun menilai sama. Selain sebagai bentuk kegiatan bakti sosial kemanusiaan, donor darah juga bagian dari aksi nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental.

“Melakukan donor darah itu penting, selain sebagai bentuk kegiatan bakti sosial, ini juga bagian dari aksi nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental,” ucap Indah Suwarni, Ketua Penyelenggara Aksi Donor di lingkungan Kemenko PMK, pekan lalu, sekaligus Kepala Biro Umum Kemenko PMK.

Kegiatan donor yang diikuti oleh para pegawai di lingkungan Kemenko PMK baik dari sekretariat maupun kedeputian itu, disambut antusian. Bahkan 75 kantong darah yang disediakan PMI dinilai masih kurang.

Menurut Indah, dengan melakukan donor darah, masyarakat akan terdorong untuk terbiasa memiliki gaya hidup yang sehat. Karena itu, kegiatan tersebut juga ditujukan untuk memberikan pesan agar masyarakat memiliki karakter yang ada dalam dalam GNRM, yakni etos kerja, integritas, dan gotong royong.

“Saya melihat antuasisme yang lumayan besar dari para pegawai, tidak menutup kemungkinan kegiatan donor darah ini akan kami selenggarakan lagi dalam waktu dekat,” tutur Indah.(** *)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan