Kemenko PMK Ajak Generasi Muda Waspadai Penyakit Katastropis

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan tahun 2016, penderita penyakit katastropik seperti diabetes, kanker, ginjal, dan hepatitis, thalasemia, leukemia, hemofilia telah mencapai lebih dari 22 juta orang dengan beban anggaran Rp. 1,69 Triliun. “Parahnya penyakit jenis ini menyerang generasi muda. Ini harus diwaspadai” ungkap Asisten Deputi bidang Koordinasi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Kesehatan Lingkungan Kemenko PMK, Meida Octarina.
Untuk semakin menekan jumlah penderita dan juga beban anggaran pengobatan penyakit katastropik ini, Pemerintah telah melakukan pendekatan melalui keluarga, yakni pendeketan promontif dan prevantif.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan cara memperbaiki kesehatan lingkungan, gizi, perilaku dan kewaspadaan dini. “Saya yakin, ketika ada perubahan perilaku hidup sehat maka akan merubah kehidupan menjadi lebih baik sehingga kita bisa melakukan pencegahan dan hal ini dilakukan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” tambah Meida.
Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb A Choesni menjelaskan bahwa saat ini BPJS Kesehatan sudah memiliki Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang fokus terhadap berbagai penyakit katastropik.

“Melalui program tersebut, pelayanan kesehatan akan melakukan pendekatan promotif dan preventif yang dikembangkan BPJS Kesehatan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pendekatannya proaktif secara terintegrasi melibatkan peserta untuk ikut berupaya menjaga hidup sehat” jelas Choesni.

Selain Prolanis, pada tahun 2018 Pemerintah juga memiliki program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2018 yang menargetkan 10 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) tercover oleh BPNT tahun 2018 nanti. Dalam bantuan tersbut kita arahkan BPNT selain digunakan untuk membeli beras juga digunakan untuk membeli telur. “Hal Ini penting karena pada akhirnya harapan semua masyarakat bisa hidup sehat terwujud dan jauhnya lagi beban penyakit kronis tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan” ungkap Choesni.(***)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan