Spread the love

sarasehanJakarta, BeritaRayaOnline,-Kelancaran transportasi akan mendorong meningkatnya pertumbuhan ekonomi, sedangkan kegagalan transportasi akan berdampak pada terhambatnya berlalu lintas.

“Jika transportasi lancar maka akan mendorong investor untuk menanamkan modal serta meningkatkan investasi sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sekjen Kementerian Perhubungan Sugiharjo dalam acara Sarasehan dan Launching Pameran Transportasi dan Infrastruktur Indonesia 2016 .Sarasehan bertemakan”Membangun Infrastruktur Transportasi Berkeselamatan” di Balai Kartini Jakarta Rabu (11/5/2016).

Hadir pula pada kesempatan itu Hermanto Dardak, mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan mantan Dirjen Bina Marga  yang  sekarang  menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR tampil sebagai salah satu pembicara.

saraduaMenurut Sekjen Kementerian Perhubungan Sugihardjo , sebaliknya  jika sarana transportasi suatu daerah mengalami kegagalan dan hambatan seperti macet, maka bukan mustahil berdampak pada melambatnya perekonomian daerah tersebut.

Sementara Ketua Presidium MTI Agus Taufik Muljono mengkritik performa jalan di Indonesia. Sebanyak 92 % didominasi jalan daerah (jalan provinsi, kabupaten, dan kota). Namun, dominasi itu tidak berbanding lurus dengan capaian  mutu pelayanannya.

“Karena hampir 50 % jalan daerah dalam kondisi rusak struktural,” selanya.

Menanggapi performa infrastruktur jalan di wilayah, Kepala BPIW Hermanto Dardak menilai ketersediaan infrastruktur transportasi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga melayani pusat kegiatan ekonomi di wilayah.

sarasehantiga“Karena itu infrastruktur transportasi harus memberikan akses secara nasional maupun internasional,” kata Hermanto Dardak.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar memandang pelayanan transportasi bagi masyarakat  tetap menjadi fokusnya untuk ditingkatkan. Ia menegaskan seluruh sarana transportasi baik darat, laut, maupun udara harus dipercepat.

“Untuk darat kebijakan pengembangan jalan tol harus dipercepat karena jalan tol sangat efektif dalam memilah kendaraan serta lebih fleksibel dalam pembiayaan pembangunan karena dapat bersumber dari non dana pemerintah,” ucapnya.

sarasehanempatSarasehan menjelang Pameran Transportasi dan Infrastruktur Indonesia 2016pada 16-18 September 2016 mendatang dibuka oleh Suroyo Alimoeso selaku Ketua Penyelenggara Pameran Transportasi dan Infrastruktur Indonesia 2016.

Dalam sambutannya Suroyo Alimoeso (Dirjen Hubdat Kementerian Perhubungan 2008-2014) mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan semua pihak tas terealisasinya acara sarasehan yang menjadi rangkaian kegiatan Pameran Transportasi dan Infrastruktur Indonesia 2016.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih.Kami tidak akan lelah untuk mewujudkan wajah transportasi yang lebih baik, lebih efektif, lebih bermanfaat, dan lebih berkeselamatan bagi kemakmuran rakyat Indonesia,” katanya.

Kegiatan Investasi

pesertaduaMembangun infrastruktur yang berkeselamatan menjadi suatu gerakan untuk menunjang kegiatan investasi baik di dalam maupun ke luar negeri. Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Ekonomi dan Investasi Rido Matari Ichwan saat membuka acara Sarasehan bertema “Membangun Infrastruktur Transportasi Berkeselamatan” dan Launching Pameran Transportasi dan Infrastruktur 2016 di Jakarta, Rabu (11/5/2016).

“Kita mengharapkan multiplayer effect sehingga masyarakat bisa menggerakan sektor usaha perdagangan wirausaha industri dan pembangunan infrastruktur transportasi untuk mendukung era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” ucapnya.

pesertaMenurut Ridho, 10 tahun ke depan 2016-2025 telah disusun ASEAN Transport Strategic Plan untuk peningkatan konetivitas, efisiensi, integritas keselamatan dan  transportasi berkelanjutan untuk mendukung perkuatan daya saing ASEAN dan pertumbuhan pembangunan regional.

Ia mengatakan bahwa Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan telah berkomimen mewujudkan ketersediaan infrastruktur, sarana dan prasarana transportasi serta menjamin konektivitas antar wilayah termasuk perbatasan dan terluar di seluruh Indonesia.

“Pembangunan infrastruktur seperti jalan, sistem rel kerata api dan pelabuhan perlu disediakan dan perlu menjamin kelancaran serta keselamatan keterpaduan dan berdaya saing,” ujar Ridho.

Untuk mewujudkan komitmen dua kementerian tersebut, Ketua Penyelenggara Pameran Transportasi dan Infrastruktur Indonesia 2016, Suroyo Alimoeso mengatakan bahwa dibutuhkan dukungan penuh stakeholder BUMN maupun swasta bidang infrastrukturdan transportasi dengan membangun jaringan transportasi yang kuat guna mendorong sekaligus menjawab tantangan dan permasalahan transportasi.

“Tersedianya infrastruktur merupakan solusi untuk mengurai kemacetan dan menyediakan kepastian bagi masyarakat,”ujar Suroyo.

pesertatigaIa menambahkan, infrastruktur transportasi yang berkeselamatan sejalan dengan Sembilan Agenda Prioritas Pembangunan lndonesia (Nawacita). Dalam Nawacita ini, pembangunan infrastruktur bisa memperkuat daerah perbatasan dalam kerangka negara kesatuan sehingga melindungi dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.

Sarasehan “Membangun Infrastruktur Transportasi Berkelanjutan” dan Launching Pameran Transportasi dan Infrastruktur Indonesia 2016 diusung berdasarkan tujuan pemerintah untuk membangun infrastruktur berkeselamatan. Pameran Transportasi dan Infrastruktur 2016 akan diselenggarakan di Gedung Smesco pada 14-16 September 2016. (**/www.pu.go.id/lasman simanjuntak)

Fotografer by            : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline

Editor                          : Pulo Lasman Simanjuntak

 

Tinggalkan Balasan