Kabupaten Kendal Siap Menjadi Sentra Pengembangan Jagung Hibrida Nasional

Jakarta,BeritaRayaOnline,-“Ada informasi jika produksi jagung hibrida BIMA 20 URI di beberapa kabupaten kalah jauh hasilnya dari jagung hibrida lainnya, bahkan menolak jika diberikan bantuan untuk menanamnya kembali. Namun berbeda dengan kami, kelompok tani Ngudi Raharjo, yang mengembangkan jagung hibrida BIMA 20 URI dengan benih hasil produksi sendiri, didampingi dan dikawal oleh BPTP Jateng Badan Litbang Pertanian dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, dan tak tanggung-tanggung didatangkan inovatornya langsung dari Balitsereal Maros Sulawesi Selatan, jika produksi BIMA 20 URI sangat memuaskan dan lebih aman dari serangan penyakit bule”.

Demikian sepenggal testimoni ketua kelompok tani Ngudi Raharjo Bapak Ratmin yang menunjukkan keberhadilannya dalam memproduksi benih jagung hibrida BIMA 20 URI di Desa Wirosari Kecamatan Patean Kabupaten Kendal.

Salah satu produsen benih sangat mengapresiasi kegiatan perbenihan jagung hibrida BIMA 20 URI yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Ngudi Raharjo dan besarnya dukungan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal.

Besar harapan jika dapat menjalin kerjasama untuk produksi benih jagung hibrida.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng menyampaikan apresiasi yang tinggi dengan adanya kegiatan perbenihan jagung hibrida nasional.

Sebagai tindak lanjut amanah Raker DPR 2017 terkait pengembangan jagung hibrida nasional hasil litbang.

Kabupaten Kendal merupakan satu-satunya kabupaten yang mengusulkam pengembangan jagung hibrida nasional khususnya BIMA 20 URI, sekaligus menjadi autokritik kepercayaan petani terhadap banyaknya jenis jagung hibrida nasional yang kalah bersaing dengan jagung hibrida umumnya.

Informasi pengembangan dan kegiatan perbenihan dan pengembangan jagung hibrida BIMA 20 URI di Kabupaten Kendal, perlu segera disosialisasikan ke kabupaten sentra jagung lainnya di wilayah Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal yang ikut mengawal kegiatan perbenihan, serta diseminasi melalui demplot pengembangan jagung hibrida BIMA 20 URI di sejumlah kecamatan, sangat mengapresiasi dengan keberhasilan kegiatan produksi benih jagung hibrida BIMA 20 URI yang melebihi target dari 2 t/ha menjadi 4,2 t/ha benih, serta hasil produksi yang melebihi rata-rata tingkat kabupaten.

Kegiatan perbenihan dan pengembangan jagung hibrida BIMA 20 URI ini menjawab permintaan peternak akan ketersediaan jagung, setelah dipetakan antara penyediaan benih, pengembangan dan kebutuhannya.

Peran PPL sangat strategis untuk mensosialisasikan ketersediaan benih jagung, khususnya di lima kecamatan di Kabupaten Kendal bagian atas yang berminat pada jagung hibrida BIMA 20 URI.

Dengan komitmen yang kuat penangkar benih, pengembang, peternak, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah, kemandirian produksi jagung di Kabupaten Kendal bukan hanya mimpi.

Kepala BPTP Jateng menekankan bahwa benih menjadi input produksi utama untuk peningkatan provitas. Benih jagung hibrida bisa diproduksi oleh kelompok tani melalui pendampingan. Kelompok tani Ngudi Raharjo di Desa Wirosari sangat potensial sebagai penangkar benih jagung hibrida, dan siap untuk menjadi produsen benih yang berbadan hukum. BPTP Jateng berkomitmen untuk selalu mendampingi dan mengawal dalam kegiatan perbenihan dan pengembangannya, dan tentu saja bekerjasama dan bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng.(*/Balitbangtan/RHP)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan