Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Sebagai jurnalis covid-19 tingkat nasional (program FJPP Jurnalis Ubahlaku.id), beberapa kali dalam liputan khusus saya harus “menantang” bahaya, memasuki kawasan zona merah covid-19.Misalnya apa yang saya alami pada Rabu pagi (30/6/2021).

Sambil berolahraga pagi dengan “gowes” bersepeda sehat-lengkap memakai masker, faceshield, topi, dan sarung tangan- saya berangkat untuk melakukan liputan pandemi covid-19 di seputar Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Target liputan kali ini menuju ke Puskemas Pamulang yang gedungnya bersebelahan dengan Polsek Pamulang, untuk konfirmasi seputar pelaksanaan vaksinasi covid-19.

Saat masuk ke area Puskesmas Pamulang-setelah parkir sepeda sport-saya melihat sudah banyak.masyarakat yang antre menunggu untuk berobat.

“Apa di sini sedang vaksin, Mas?” tanya saya kepada seorang warga yang hendak berobat.Saya lihat.kondisi tubuhnya lemah, dan kedua bola matanyamemerah.

“0, bukan vaksin, ini mau berobat,”.katanya.

Saya mulai curiga.Tetap jaga jarak dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Di Puskesmas Pamulang sejak beberapa bulan ini hanya menerima warga masyarakat yang mau berobat.Terutama yang suspect virus Covid-19.Jadi, disini semua berobat untuk Covid-19,” ujar seorang dokter lengkap dengan baju “APD” (Alat Perlindungan Diri -red) ketika saya konfirmasi dengan mengaku sebagai jurnalis covid-19.

“Kalau mau konfirmasi soal vaksinasi, silahkan ke Puskesmas Pamulang Timur,” katanya.lagi.

Kecurigaan saya akhirnya terjawab juga.Berarti semua warga yang mau berobat di Puskesmas Pamulang ini adalah pasien suspect virus covid-19.

Bahkan ada beberapa warga yang OTG, terpapar dan terinfeksi virus corona dan sudah beberapa isolasi mandiri di rumah, kembali.memeriksa kondisi kesehatannya di Puskesmas Pamulang ini.

Dengan sedikit cemas dan rasa takut terpapar atau terinfeksi virus corona, saya buru-buru meninggalkan area “berbahaya” di Puskesmas Pamulang. Saya mulai menjauh dari lokasi yang telah dijadikan tempat rujukan pasien covid-19 ini.

Saya berhenti sebentar untuk berdoa minta perlindungan Tuhan agar selama bertugas liputan di Puskesmas Pamulang tadi benar-benar “aman” dari bahaya penularan virus dari Kota Wuhan ini.

Tiba di rumah, semua pakaian olahraga yang saya gunakan langsung dicuci bersih, termasuk topi dan faceshield.Bahkan masker KN95 yang saya gunakan langsung dimusnahkan.

Seharian memang sedikit gelisah dan cemas.Namun, saya telah berdoa minta perlindungan kepada Tuhan.

Puji Tuhan, sampai Sabtu malam (3/7/2021) kondisi tubuh saya tetap sehat tak ada gejala apapun.Dan, besok pagi siap berolahraga lagi dengan jalan kaki sehat sambil “gowes” sepeda jarak jauh. (**/Lasman Simanjuntak)

Tinggalkan Balasan