Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan pangan saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 aman dan terkendali.

Hal itu didasarkan pada prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan yang menunjukkan bahwa 11 komoditas pangan yang dipantau pemerintah dalam kondisi yang surplus sehingga masyarakat dapat menyambut akhir tahun dengan aman meskipun di tengah pandemi yang masih berlangsung.

Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan, Risfaheri dalam keterangannya Selasa (30/11/2021) mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi kenaikan permintaan bahan pangan di momentum nataru dengan melakukan pemantauan stok dan harga pangan secara berkala,

“Secara nasional stok pangan kita aman, kita terus melakukan pemantauan agar tidak terjadi kelangkaan pasokan yang menyebabkan lonjakan harga yang tidak terkendali,” ujar Risfaheri.

Berdasarkan prognosa pangan, neraca beras mengalami surplus hingga 9,3 juta ton dengan perhitungan perkiraan ketersediaan dari produksi dalam negeri 2021 ditambah carry over tahun sebelumnya mencapai 39 juta ton. Sementara perkiraan kebutuhan dalam negeri sebesar 29,6 juta ton.

Untuk ketersediaan komoditas lainnya seperti cabai dan telur juga mencukupi dan masih surplus hingga akhir desember 2021. Cabai besar surplus sebesar 17 ribu ton, cabai rawit 14 ribu ton, telur ayam ras 23 ribu ton.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sarwo Edhy berharap kondisi pasokan pangan tetap aman dan terkendali,

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kita berharap pandemi yang masih berlangsung ini kita semakin kuat dan bertahan terutama dengan menjaga ketersediaan pangan terutama di daerah-daerah yang masyarakatnya mayoritas merayakan natal,” ujar Sarwo.

Selain melakukan pemantauan pasokan, Kementan juga melakukan intervensi distribusi dari daerah surplus/kelebihan produksi ke daerah defisit maupun yang mengalami lonjakan harga. Berbagai intervensi bantuan distribusi telah kami lakukan, antara lain dalam menjaga stabilasasi pasokan dan harga telur, jagung pakan dan cabai.

Stabilisasi pasokan dan harga pangan juga diupayakan dengan memotong rantai pasok pangan melalui optimalisasi Pasar Mitra Tani (PMT) yang ada di seluruh Indonesia. PMT menjual bahan pangan di bawah harga pasar karena memotong rantai pasok dengan membeli produk pangan langsung dari petani atau kelompok tani atau produsen pangan lainnya.

Optimalkan Pasar Mitra Tani, Kementan Amankan HBKN Nataru

Sementara itu jelang perayaan hari raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, yang sering kali terjadi gangguan pasokan dan harga pangan, Kementerian Pertanian mengoptimalkan peran Pasar Mitra Tani atau Toko Tani Indonesia Center (PMT/TTIC) baik yang di Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota. Bahkan sejak bulan November di beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Papua telah aktif melakukan berbagai kegiatan dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy pada Selasa (30/11/2021),

“Kita tentu berharap momentum perayaan Natal dan Tahun Baru ini dapat dilalui dengan aman dan terkendali, Pasar Mitra Tani atau Toko Tani Indonesia Center (PMT/TTIC) di seluruh provinsi kita optimalkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” tegasnya.

Strategi inti PMT/TTIC yaitu dengan memotong jalur distribusi dianggap ampuh untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok strategis, sehingga harga di PMT/TTIC selalu di bawah harga pasar. Seperti diungkapkan Risfaheri, Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan – BKP, sejauh ini PMT/TTIC siap menghadapi Nataru 2021/2022.

“Melalui PMT/TIC, masyarakat bisa membeli bahan pangan dengan mudah dan harganya juga cenderung murah dibandingkan harga pasar. Selain itu, tidak perlu kawatir karena stok komoditas pangan cukup sampai akhir tahun,” tambah Risfaheri.

Berdasarkan informasi PMT/TTIC Pusat per hari ini (30/11/2021) terpantau harga beberapa komoditas pangan relatif masih stabil, seperti beras segar TTI Rp 8.800/kg, minyak goreng Rp 17.500,-/liter, telur ayam Rp 21.000,-/Kg, daging sapi beku Rp. 90.000/Kg, dan lainnya.

Optimalisasi PMT/TTIC dalam menyambut natal dan tahun baru juga nampak di berbagai provinsi yang melakukan Gelar Pangan Murah (GPM). Seperti di Provinsi Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Gorontalo dan beberapa kabupaten/kota lainnya yang secara berkelanjutan dan periodik mengadakan GPM, selain tetap mengoptimalkan PMT/TTIC di masing-masing wilayah. Kegiatan ini, tentu akan semakin masif dan berkelanjutan seiring dengan masa perayaan Natal dan Tahun Baru.

Untuk meningkatkan akses dan pelayanan serta kemudahan belanja masyarakat, PMT tidak hanya melayani pembelian langsung ke outlet, tetapi juga dapat diakses secara online melalui berbagai platform aplikasi seperti PasTani, GoFood, GoMart, Grab Mart dan Mitra Bukalapak.

Lebih lanjut, Risfaheri juga menegaskan akan terus melakukan upaya koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan dalam menyambut perayaan HBKN Nataru,

“Seperti arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kita terus memantau dan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan bersama teman-teman Dinas Pangan di daerah, termasuk dengan stakeholder lainnya”, ujarnya.(*)

Editor  : Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan