Spread the love

mentansidakJakarta , BeritaRayaOnline,-Guna menekan harga daging sapi menjelang Lebaran, Menteri Pertanian (Mentan)  Andi Amran Sulaiman meminta importir untuk menggelontorkan stok daging sapinya ke pasar, baik lewat pedagang pasar maupun menjualnya langsung dalam Operasi Pasar (OP).

Hal tersebut diungkapkan Mentan Andi  Amran Setelah  setelah bertemu dengan sekitar 30 pengusaha importir daging sapi di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta, Kamis (16/6/2016).

“Tadi pagi ketemu ada 30 pengusaha importir daging, mereka siapkan 6.110 ton daging untuk operasi pasar dalam 2 minggu ke depan. Itu setara dengan 35.000 ekor,” jelasnya.

Amran menyebut, importir daging sapi tersebut sudah sepakat menjual stok dagingnya dengan harga di bawah Rp 80.000/kg. Stok daging tersebut dari jenis daging industri seperti 95 CL atau 85 CL.

“Harga di bawah Rp 80.000/kg. Ada yang jual Rp 75.000/kg, ada yang Rp 77.000/kg, ada yang Rp 78.000/kg, semua di bawah Rp 80.000/kg sebagaimana arahan Presiden,” ungkapnya.

Dikatakan  para pengusaha importir tersebut akan menggelontorkan daging sapi miliknya tersebut dalam 2 minggu ke depan.

“Saya tanya mereka sudah untung, mungkin Rp 10.000/kg. Mau OP 2 minggu ini, ini OP pemerintah yang dikoordinasi oleh Toko Tani Indonesia, jadi ini di bawah pengawasan pemerintah. Ada tambahan (daging impor), kita targetkan harga turun,” katanya.

Menurutnya, daging sapi yang akan dikeluarkan importir tersebut merupakan stok daging industri yang seharusnya dikeluarkan bulan depan.

“Ini berasal dari jatah impor mereka yang harusnya keluar bulan depan, tapi saya minta keluarkan sekarang. Prioritas untuk Jabodetabek,” tutup Amran.

Kebutuhan Operasi Pasar

mentancakeepppKementerian Pertanian meminta para importir sapi mengeluarkan stoknya sebesar 6.110 ton guna kebutuhan operasi pasar (OP) menjelang Hari Raya Lebaran, sehingga masyarakat dapat memperoleh harga daging setara atau di bawah Rp80.000 per kilogram.

Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) mengatakan stok daging sapi beku yang dikeluarkan 30-40 importir sebesar 6.110 ton setara 35.000 ekor sapi hidup. Dalam hitungannya, volume sebesar itu dapat mengisi kebutuhan operasi pasar selama dua pekan ke depan.

Daging sapi tersebut, lanjutnya akan dapat dijual dengan harga Rp80.000, Rp78.000 dan Rp76.000 per kilogram (kg).

“Mereka mengaku sudah meraup untung Rp10.000 per kilogram,” ujar Mentan seusai rapat tertutup dengan para importir daging sapi di Gedung Kementan.

Amran menyatakan, daging sapi tersebut akan didistribusikan melalui Toko Tani Indonesia (TTI) dan Perum Bulog, hal itu sebagai langkah pengawasan oleh pemerintah.

Salah satu importir yang disertakan PT Suri Nusantara Jaya akan mendistribusikan daging sapi ke TTI sebanyak 32 titik seharga Rp78.000 per kg dengan jenis daging sapi yang dijual CL 90 (90 persen daging : 10 persen lemak).

Sementara ke Bulog sebanyak 65 titik seharga Rp85.000 per kg dengan jenis daging sapi yang dijual adalah CL 95 sehingga lebih mahal karena komposisi daging 95 persen serta lemak hanya sebesar lima persen.

Amran menyatakan, mayoritas OP daging sapi di wilayah Jabodetabek, karena sekitar 70 persen kebutuhan impor digunakan memenuhi kebutuhan wilayah ini.

Mentan mengakui daging sapi yang dimiliki para importir itu merupakan stok daging yang semestinya dikeluarkan bulan depan, oleh karena itu , pemerintah akan menggantinya dengan penambahan kuota daging sapi sebanyak 10.000 ton yang seharusnya masuk dalam periode triwulan III 2016.

Mengutip  Mentan menyatakan, untuk merealisasikan hal itu memang harus merubah regulasi yang ada.

“Intinya sekarang ini kita tambah rekomendasi jadi yang ada di gudang dikeluarkan semua.Tentu yang industri juga tidak boleh kosong. Jadi yang untuk bulan depan kita keluarkan sekarang,” katanya.

Sidak Periksa Stok Daging Sapi

dagingbulogMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) stok daging sapi beku di PT Suri Nusantara Jaya di  Kranggan,Bekasi Selatan,  Jawa Barat.

Setibanya di gudang daging sapi milik PT Suri Nusantara Jaya, mentan langsung memeriksa stok daging sapi yang akan segera dikirimkan ke pasar dalam rangka membantu menekan lonjakan harga daging sapi.

“Kami cek langsung, apakah benar daging sapi telah disiapkan. Ternyata sudah ada dagingnya dan lihat sendiri. Harga daging di sini juga Rp 78.000 per kilogram,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kamis (16/6/2016).

Amran menjelaskan, komitmen para pengusaha importir untuk membantu menekan lonjakan harga daging sapi sangat penting.

“Tadi kami bertemu kurang lebih 30-40 pengusaha importir daging, mereka siapkan 6.110 ton daging operasi dalam dua minggu. Itu setara dengan 35 ribu ekor sapi dan itu lebih dari cukup dengan harga di bawah Rp 80.000 per kilogram ,” ujarnya.

Mentan menambahkan, pihaknya merekomendasikan kepada para impotir agar mengeluarkan stok daging yang ada.

“Intinya sekarang ini kita tambah rekomendasi jadi yang ada digudang dikeluarin semua. Tentu yang industri juga tidak boleh kosong. Jadi yang dipersiapkan untuk bulan depan kita keluarkan sekarang,” tambah Mentan.(***/dari berbagai sumber/bro-1)

Editor   : Pulo Lasman Simanjuntak

 

 

Tinggalkan Balasan