Jadilah “Elisa-Elisa Moderen” yang Siap, Kuat, Teguh, dan Bertanggungjawab Menjalankan Panggilan Pekerjaan Tuhan

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Syalom..saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus..

Pada kebaktian Rabu malam (6/3/2019) di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara saya berkesempatan untuk membawakan Firman Tuhan dengan membacakan Buku Roh Nubuat Alfa dan Omega (Ellen G.White) jilid III, Bab 17, halaman 179-188 berjudul “Elisa Dipanggil” (judul asli : The Story of Prophets and Kings, copyright 1999 Indonesia Publishing House).

Dengan ayat inti 1 Raja-Raja 19 : 19-21, 2 Raja-Raja 2: 1-11 dan 2 Raja-Raja 2: 12-15.

Setelah berdoa- minta akal budi dan hikmat Allah-serta renungan yang mendalam dengan Roh rendah hati, perjalanan ‘kerohanian’ dan ‘pelayanan’ Nabi Elisa ternyata sangat relevan dan cocok dengan ‘kerohanian’ dan ‘pelayanan’ untuk para pelayan jemaat, pelayan Injil, dan pelayan Kristus khususnya dalam lingkungan gereja.

“……………., Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya…” (1 Raja-Raja 19 :21b).
Menjadi “pelayannya” -jika diterapkan dalam kondisi pekerjaan Tuhan masa kini- itu adalah pelayan jemaat, pelayan gereja, pelayan Injil, dan pelayan Kristus! Atau lebih kongkritnya-sebagai hamba Tuhan-apalagi sudah ‘diurapi’, kita adalah “Elisa-Elisa Moderen” yang telah siap, kuat, dan teguh, dalam menjalankan ‘panggilan’ pekerjaan Tuhan khususnya sepanjang tahun 2019 ini.Puji Tuhan.

Mari kita lihat bagaimana Nabi Elisa punya ‘tabiat’ ketika bersiap-siap untuk menjadi pelayan Tuhan mendampingi Nabi Elia.

Pada halaman 179-182 disebutkan ‘tabiat’ Elisa dan latar belakang (back ground) keluarga ;
1) lahir dari anak seorang petani
2) lahir dari keluarga yang tak.menyembah Baal
3) hidup sederhana
4) menurut kepada orangtua dan Allah
5) punya Roh lemah lembut, rendah hati, dan sabar
6) karakter yang tenang (tak gampang panik-red)
7) bersemangat dan tabah, jujur, setia, kasih, takut akan Tuhan, dan bekerjasama dengan Allah.

Pada halaman 181-182, diceritakan bagaimana Elisa sampai ‘dipanggil Tuhan ‘ untuk menjadi seorang pelayan mendampingi Nabi Elisa.

” Ketika Elia yang digerakkan oleh Ilahi mencari seorang pengganti, ia melewati ladang dimana Elisa sedang membajak, ia melemparkan jubah penyerahan ke atas bahu orang muda itu.Selama masa kelaparan, kekuarga Safat telah maklum akan pekerjaan dan tugas Elia.Dan, kini Roh Allah menggerakkan hati Elisa menyambut arti tindakan nabi itu.Baginya itulah tanda bahwa Allah telah memanggilnya untuk menjadi pengganti Elia.” ( 1 Raja-Raja 19 : 19-21).

Artinya (I) : ketika kita memulai melakukan pekerjaan Tuhan baik di dalam keluarga, masyarakat luas, khususnya di dalam gereja Tuhan.Maka-seperti Elisa- kita boleh bertanya melalui doa ‘khusus’ kepada Tuhan, apakah ini merupakan panggilan dari Tuhan atau manusia?(baca Yesaya 6:1-13, penekanan pada Yesaya 6:8 atau Matius 16,21).

” Akan tetapi Elisa mengerti akan makna panggilan itu.Ia tahu bahwa panggilan itu datangnya dari Allah, maka ia tidak ragu-ragu untuk menurut-Nya”.Tanpa ragu-ragu ia meninggalkan rumah yang disayanginya, pergi mengikuti nabi itu yang hidupnya tidak punya kepastian.” (halaman 182).

Kesaksian (satu ) : saya jadi teringat sekitar tahun 2001 ketika pertama kali mendapat jabatan di gereja sebagai seorang Diakon.Kemudian dilanjutkan pada Februari 2018 menjadi Ketua Jemaat di GMAHK Jatinegara, saya sungguh-sungguh “bergumul dalam doa” dan mendapat jabawan langsung dari Tuhan-seperti juga Elisa- bahwa ini adalah panggilan dari Tuhan-bukan manusia-seperti tertulis dalam Roma 12:11 ” Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala, dan layanilah Tuhan!”

Pada halaman 183 dikatakan ” Panggilan untuk mempersembahkan segala-galanya di atas mezbah pelayanan datang kepada tiap-tiap orang.Kita tidak semuanya diminta untuk bekerja seperti Elisa, atau kita semuanya disuruh menjual segala milik kita.Tetapi Allah meminta kita untuk menempatkan pekerjaan-Nya nomor satu dalam kehidupan kita.Jangan lewatkan satu hari berlalu, tanpa berbuat sesuatu untuk memajukan pekerjaan-Nya di atas bumi.Hal itu adalah penyerahan kehidupan dan segala buah-buahnya penting adanya.Orang-orang yang melakukan penyerahan begini akan mendengar dan menurut panggilan Surga.”

Artinya (II) : Dalam melaksanakan pekerjaan Tuhan khususnya sepanjang tahun 2019 , jadikanlah pekerjaan Tuhan itu “nomor satu” (number one-red) di dalam kehidupan kita.Dan, urutan kedua adalah pekerjaan di dunia, terutama dalam mencari nafkah.Mengapa pekerjaan Tuhan itu harus nomor satu dalam kehidupan kita, karena ada Firman Tuhan yang mengatakan ” Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” -Matius 6:33)

Kesaksian (dua) : Sebagai seorang jurnalis senior, saya betul-betul ‘sibuk luar biasa’ dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik ‘on line’.
Rasanya pekerjaan saya-saking sibuknya dalam liputan dan editing- bukan lagi “24 jam”, tetapi “28 jam”.

Namun, puji Tuhan, sambil terus berdoa dan berdoa (Matius 21:22), saya -bersama isteri tentunya- tetap merindukan pekerjaan Tuhan itu nomor satu, di atas segala-galanya.Karena apa, karena Tuhan telah memberikan kepada kami ‘berkat rohani’ dan ‘berkat jasmani’ yang tak terkirakan.Terpujilah nama Tuhan.

Selanjutnya dalam Buku Roh Nubuat (Ellen.G.White) Alfa dan Omega jilid III Bab 17 berjudul “Elisa Dipanggil” pada halaman 183-184 dikatakan,”Ia rela mengerjakan apa saja yang Tuhan suruh, dan pada setiap langkah ia mempelajari kerendahan dan pelayanan.Setiap hari ia menyerahkan diri pada pekerjaan yang ditentukan Allah baginya.Kehidupan Elisa bukanya tanpa pencobaan setelah bergabung dengan Elia.Ia begitu banyak penggodaan, tetapi dalam keadaan darurat, ia bersandar pada Allah.Ia mendapat pencobaan dengan memikir-mikirkan rumah yang telah ditinggalkannya, tetapi pencobaan ini tidak dihiraukannya.Dengan meletakkan tangan pada bajak, ia memutuskan tidak akan berbalik, dan melalui ujian dan cobaan, ia membuktikan kebenaran penurutannya.”

Bahkan pada halaman 185 disebutkan,” Dengan perantaraan jaminan pekerjaan Ilahi yang sangat ajaib, maka kesukaran yang setinggi gunung akan dapat dipindahkan dan dibuang ke dalam laut.”

Artinya (III) : Sebagai hamba Tuhan dan sebagai pelayan Tuhan- seperti Elisa- kita tak akan lepas dari penggodaan, pencobaan, penderitaan, kesakitan, hinaan, caci maki, difitnah, persoalan/pergumulan berat (baik dalam rumah tangga, pekerjaan sehari-hari, di dalam masyarakat, atau dalam gereja), maka pesan Hamba Tuhan Ellen G.White ” setiap keadaan darurat, tetap bersandar kepada Allah.Pencobaan tidak dihiraukan.Ujian dan cobaan akan membuktikan kebenaran penurutan kita kepada Tuhan.Bahkan dengan pertolongan Ilahi, maka kesukaran yang setinggi gunung dibuang ke laut.Maju terus, dan tetap maju terus, akan membuat pekerjaan ini menyebar sampai seluruh bumi telah dapat diberi amaran, dan kemudian tibalah kesudahan.”

Yakobus 1 : 2-4 ” Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu akan menghasilkan ketekunan.Dan, biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna, dan utuh, dan tak kekurangan suatu apapun”.

Kesaksian (3) : Sebagai hamba Tuhan yang memegang jabatan di gereja, sebagai imam dalam keluarga Simanjuntak-Kolondam, dan sebagai seorang wartawan.Saya juga tak lepas dari penggodaan, pencobaan, penderitaan, kesengsaraan hidup, sakit penyakit yang tak kunjung sembuh, krisis ekomomi, disakiti orang, difitnah, diteror, dikritik dalam pelayanan, problematika anak, dan masih banyak lagi!

Namun, saya-dengan roh rendah hati dan sabar- berpegang senantiasa pada ‘tangan’ Yesus Kristus seperti tertulis dalam Efesus 6:10 ” Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, dan di dalam kekuatan kuasa-Nya”.

Sebagai hamba Tuhan dan sebagai pelayan Tuhan-seperti Elisa- harus tetap kuat, tegar, kokoh seperti batu karang, dan teguh apapun pergumulan yang kita hadapi sampai hari ini, sambil menantikan Kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali.

Apalagi kita -yang secara pribadi- telah dimeteraikan Allah.Apapun pergumulan dan persoalan yang kita hadapi, tetap setia kepada Tuhan, termasuk di dalamnya setia kepada pekerjaan Tuhan..”Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan” (Wahyu 2: 10b)

Terakhir-sebagai penutup tulisan ini- pada halaman -187 dikatakan “Berkatalah Elia kepada Elisa, mintalah apa hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.Elisa tidak meminta kehormatan duniawi, atau suatu kedudukan yang tinggi di tengah-tengah manusia di bumi.Bahwa yang diidam-idamkannya ialah lebih banyak Roh seperti yang diberikan Allah dengan bebas kepada satu orang yang mendapat kehormatan yang sebenyar lagi aka diangkat.Ia mengetahui bahwa tidak ada hal yang lain kecuali Roh yang berada dalam diri Elia, yanh dapat memyanggupkannya untuk mengisi tempat Israel atas nama Allah telah memanggilnya, jadi ia meminta,” Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu”.Menanggapi permohonan ini, Elia berkata,” Yang kau minta itu adalah sukar, tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke surga dalam angin badai.” (2 Raja-Raja 2:1-11).

Penekanan pada 2 Raja-Raja 2 : 13 -15 ” Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang, dan berdiri di tepi sungai Yordan.Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulnya ke atas air itu sambil berseru : Dimanakah Tuhan, Allah Elia? Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka.menyeberanglah Elisa.Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh mereka berkata :Roh Elia telah hinggap pada Elisa.Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah”.

Artinya (IV) : Kalau Nabi Elisa minta kepada Nabi Elia-sebelum terangkat ke surga- yaitu “Roh Nabi Elia” dan diberikan juga “Jubah Nabi Elia”.

Maka kita sekarang ini sebagai ” Elisa-Elisa Moderen” yaitu hamba Tuhan, pelayan Tuhan, pelayan Injil, pelayan Kristus, pelayan jemaat (pelayan gereja), ataupun jemaat biasa.Dalam melaksanakan pelayanan, penginjilan, dan menyelesaikan pekerjaan Tuhan, kita juga bisa minta kepada Allah.

Apa yang kita minta yaitu “Roh Allah” atau “Roh Kudus” seperti tertulis dalam Kisah Rasul 2 : 38 : “Jawab Petrus kepada mereka bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus”

Dengan telah dipenuhi oleh Roh Allah atau Roh Kudus, maka hidup kita bukan lagi berjalan dengan daging, melainkan dengan Roh (Galatia 5:16-26).Penekanan pada Galatia 5: 22-23(Buah Roh).

Setelah itu, di dalam pelayanan dan dalam melaksanakan pekerjaan Tuhan, kita telah mengenakan “Jubah Nabi Elia” yaitu dalam Alkitab Perjanjian Baru disebut dengan “Jubah Kristus” atau “Jubah Kebenaran” dan “Pakaian Putih” suci dan kudus.(Matius 9:21, Markus 5:27, Wahyu 7:9, Wahyu 19:13, Wahyu 3:5, dan Wahyu 3 :18)

“Mulai pada saat itu Elisa menggantikan Elia.Barangsiapa yang setia dalam.perkara yang kecil, membuktikan bahwa ia setia dalam perkara yang besar.”(halaman 188).

Ayat penutup Kolose 4 :12 ” Salam dari Epafras kepada kamu, ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa, dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah”

Tuhan Yesus memberkati

-Pulo Lasman Simanjuntak

Pamulang, Kamis 7/3/2019
Pukul 09.10 wib

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan