Spread the love
IMG-20160609-WA0025

Banyuasin, BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali mencanangkan peremajaan (replanting) pohon karet yang dibarengi integrasi tanaman jagung di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Mentan Amran yakin program integrasi penanaman jagung di perkebunan karet dan sawit merupakan solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet. Dan program ini dapat meredam keresahan petani karet yang yang mengeluh rendahnya harga jual saat ini.

“Pencanangan program integrasi karet-jagung dan sawit-jagung ini ditargetkan hingga satu juta hektare secara nasional. Petani bisa sejahtera kalau ada integrasi dengan tanaman lain karena sambil menunggu tanaman utama menghasilkan, mereka bisa menikmati dari hasil jagurng tersebut,” ujarnya di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Kamis (9/6/2016).

IMG-20160609-WA0025

Mentan Amran menjelaskan, petani karet atau sawit tidak perlu khawatir karena jagung merupakan komoditas strategis yang bernilai tambah bagi petani. Pemerintah juga telah menjamin harga jagung di Rp 3.000 per kilogram dan Perum Bulog siap untuk menyerapnya.

“Mari kita hitung-hitungan. bila jagung diasumsikan bisa panen Rp30 juta per hektar per tiga bulan, dan petani bisa panen tiga kali dalam setahun, maka pendapatannya mencapai Rp 90 juta per tahun,” papar Mentan.

Bila mengandalkan panen karet saja, lanjut Mentan, pendapatan petani hanya sekitar Rp 21 juta per tahun dengan asumsi harga karet di level Rp4.500 per kilogram dan produksi sebanyak 100 kilogram per hektar.

Mentan menambahkan, program integrasi karet-jagung dan sawit jagung akan diterapkan di seluruh daerah yang memiliki perkebunan, seperti di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa.

“Daripada petani harus direpotkan oleh rumput yang tumbuh di sekitar, sama seperti buang uang karena harus menggunakan herbisida, belum lagi tenaga kerjanya. Kalau ditanami jagung lahan malah jadi optimal, petani harus mau membangunkan lahan tidur,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini Kementan juga memberikan bantuan 10.000 bibit jagung kepada petani di Kabupaten Banyuasin untuk penanaman intercroping tanaman karet dengan tanaman jagung di lahan perkebunan karet muda sebagai salah satu upaya untuk menambah penghasilan petani karet pada saat tanaman karet belum menghasilkan.(***/Bro-1)

Editor        : Pulo Lasman Simanjuntak

 

Tinggalkan Balasan