Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Kondisi lalu lintas pada H+7 lebaran yang jatuh pada tanggal 17 April 2024 terpantau kembali meningkat.
Hal ini bertepatan dengan kembali diberlakukannya diskon tarif tol sebesar 20 persen di tiga ruas tol Astra Infra, yaitu
Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, dan Jombang–Mojokerto mulai tanggal 17 April pukul 05.00 WIB.

Diskon ini dapat dimanfaatkan pengendara sampai dengan 19 April pukul 05.00 WIB.
Secara total, sekitar 325 ribu kendaraan sudah memanfaatkan diskon tarif tol tersebut saat melintasi ruas Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, dan Jombang–Mojokerto pada 17 April 2024, meningkat 9,7% dari total
kendaraan di hari sebelumnya.

Secara akumulasi, sejak 31 Maret hingga 17 April 2024, total sekitar 5,3 juta kendaraan
telah melintasi ketiga ruas tol tersebut.

Di Astra Infra Toll Road Tangerang–Merak terpantau lalu lintas pada H+7 lebaran ramai lancar dan terdapat peningkatan volume kendaraan di seluruh ruas. Sekitar 169 ribu kendaraan melintas pada 17 April 2024, meningkat sekitar 7,9% dari hari sebelumnya dan meningkat 4,9% dibandingkan dengan lalu lintas rata-rata harian normal.

Sejak 31 Maret hingga 17 April 2024, total sekitar 2,6 juta kendaraan telah melintas di ruas tol Tangerang–Merak.

Selain itu, di Astra Infra Toll Road Cikopo–Palimanan, tercatat sekitar 114 ribu kendaraan melintas pada H+7 lebaran, kembali meningkat sekitar 20,3% dibandingkan hari sebelumnya sekitar 94 ribu kendaraan.

Adapun sejak 31 Maret hingga 17 April 2024, total sekitar 1,8 juta kendaraan telah melintas di ruas tol Cikopo—Palimanan.

Lalu lintas pada H+7 lebaran kembali terpantau ramai dan sempat mengalami kepadatan. Untuk mencegah terjadinya antrean kendaraan yang semakin panjang, atas diskresi Kepolisian, diberlakukan contra flow pada jalur A KM 157–169 mulai pukul 07.15 WIB hingga 08.30 WIB.

Adapun di Astra Infra Toll Road Jombang–Mojokerto, volume lalu lintas pada H+7 lebaran terpantau mengalami penurunan sekitar 9,4% dibandingkan hari sebelumnya, dengan jumlah sekitar 41 ribu kendaraan yang melintas pada
17 April 2024, meningkat 65% dibandingkan lalu lintas rata-rata harian normal.

Secara akumulatif, sejak 31 Maret hingga 17 April 2024, total sekitar 959 ribu kendaraan telah melintas di ruas tol Jombang–Mojokerto.

Astra Infra mengimbau pengguna jalan yang akan melakukan perjalanan untuk memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima.

Pemudik juga perlu memastikan kecukupan bahan bakar, saldo kartu uang elektronik, dan membawa perbekalan secukupnya untuk mengantisipasi kepadatan di rest area. Sebagai alternatif jika rest area penuh, pengemudi dapat mencari tempat istirahat, pengisian bahan bakar, ataupun fasilitas lainnya di luar tol, untuk nantinya masuk kembali dan melanjutkan perjalanan tanpa dikenakan total tarif tol tambahan.

Untuk menjaga keselamatan dan keamanan bersama, pengemudi dilarang menggunakan bahu jalan untuk beristirahat. Bahu jalan
hanya digunakan untuk kondisi darurat.

Tentang ASTRA Infra

ASTRA Infra adalah kelompok usaha yang memiliki pengalaman sebagai investor operator di bidang infrastruktur.

ASTRA Infra yang sepenuhnya dimiliki oleh PT Astra International Tbk ini, memiliki 3 lini bisnis yaitu Toll Road Infrastructure, Logistics Infrastructure dan Infrastructure Solutions.

Lini bisnis Toll Road Infrastructure dan Infrastructure Solutions berada di bawah PT Astra Tol Nusantara, sedangkan lini bisnis Logistics Infrastructure berada di bawah PT Astra Nusa Perdana.

ASTRA Infra melalui PT ASTRA Tol Nusantara memiliki saham di 8 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yaitu ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak, MTN (Kunciran-Serpong), MLJ (Ulujami-Kebon Jeruk), ASTRA Infra Toll Road Cikopo-Palimanan, TMJ (Semarang-Solo), ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto, JSM
(Surabaya-Mojokerto), serta JPM (Pandaan-Malang). Secara keseluruhan, ASTRA Infra saat inimengoperasikan 396 km jalan tol melalui 8 BUJT tersebut.

Adapun PT ASTRA Nusa Perdana saat ini mengelola PT Pelabuhan Penajam Banua Taka (ASTRA Infra Port Eastkal) yang diakuisisi ASTRA Infra pada tahun 2013. Saat ini, PPBT telah memiliki perizinan sebagai Terminal Untuk Keperluan Sendiri (TUKS) maupun Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan infrastruktur serta tantangan industri yang semakin besar, maka pada tahun 2018, ASTRA Infra mengembangkan unit bisnis di jasa layanan yaitu ASTRA Infra Solutions (AIS) layanan pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol dan Resta layanan pengelolaan tempat
istirahat di jalan tol.

Sejalan dengan tekad untuk berkontribusi terhadap kemajuan pembangunan infrastruktur berkelanjutan, ASTRA Infra selalu berupaya meningkatkan implementasi keberlanjutan dengan fokus pada peningkatan
nilai Environmental, Social, and Governance (ESG).

Selaras dengan Astra Sustainability Aspirations,
ASTRA Infra berfokus untuk melakukan penurunan emisi gas rumah kaca, pemanfaatan energi terbarukan, meningkatkan pengelolaan air dan limbah, peningkatan keselamatan kerja, dan kontribusi untuk komunitas.

ASTRA Infra turut melakukan program public contribution yang berfokus kepada 4 pilar yaitu, Infra Sehat,Infra Cerdas, Infra Hijau, dan Infra Kreatif. ASTRA Infra juga turut mengembangkan 5 Kampung Berseri
Astra yang tersebar di area kerja anak perusahaan ASTRA Infra Group.Keterangan lebih lanjut dapat mengunjungi website www.astrainfra.co.id.

(PRESS RELEASE/BRO-1)

Editor : Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan