Hari -Hari Perjuangan, Kutipan Buku Alfa & Omega Jilid V, Bab 9

Spread the love

Hari -Hari Perjuangan, Kutipan Buku Alfa & Omega Jilid V, Bab 9

Ayat-ayat Firman Tuhan yang harus dibaca ; Ayub 28:28, Mazmur 119: 1-3, dan Amsal 3 : 1-4

Semenjak kecil sekali anak orang Yahudi sudah dikelilingi dengan segala tuntutan rabi-rabi.Berbagai peraturan yang keras sudah ditentukan untuk setiap kegiatan, hingga soal-soal kehidupan yang sekalipun.

Di bawah asuhan guru-guru di rumah ibadah orang-orang muda diajar tentang peraturan-peraturan yang tidak terkira banyaknya yang diharap mereka taati sebagai orang Israel yang beribadah.Namun, Yesus tidak memusingkan diri-Nya dalam soal-soal ini.Sejak kecil Ia berlaku bebas dari segala tuntutan hukum rabi-rabi.

Manusia sudah menjauhkan diri dari sabda Allah, serta meninggikan segala teori rekaan mereka sendiri.Mereka memelihara upacara-upacara tradisi yang tidak mengandung manfaat.

Acara perbaktian mereka hanyalah berupa upacara agama yang diulang-ulang belaka.Ia melihat bahwa dalam upacara-upacara mereka yang tidak disertai iman itu mereka tidak mendapat damai.

Dengan cara yang HALUS dan LEMBUT Yesus berusaha menyenangkan hati orang-orang yang berbicara dengan Dia.Oleh karena Ia bersikap LEMAH LEMBUT.

Yesus tampaknya mengetahui ALKITAB dari awal sampai akhir, dan Ia menguraikannya dalam arti yang sesungguhnya.

Rabi-rabi merasa malu diajar oleh seorang anak kecil.Mereka menuntut bahwa kewajiban merekalah untuk menjelaskan Alkitab.

Mereka marah karena Ia berani melawan perkataan itu.Mereka menyadari bahwa dalam pengertian rohani Yesus jauh lebih maju daripada mereka.

Namun mereka marah karena Ia tidak menurut segala perintah mereka.Karena tidak berhasil meyakinkan Dia, mereka mencari Yusuf dan Maria, lalu membentangkan dihadapan mereka pembawaan-Nya yang tidak taat itu.

Demikianlah Ia MENDERITA TEGURAN dan KECAMAN.Pengaruh rabi-rabi menyebabkan pengalaman hidup-Nya AMAT PAHIT.Pada masa muda-Nya sekalipun Ia mesti memahami pelajaran-pelajaran berat dalam bertahan dengan DIAM dan SABAR.

Saudara-saudara-Nya yaitu anak-anak Yusuf, memihak kepada rabi-rabi.Mereka bersikeras mengatakan bahwa tradisi-tradisi mesti ditaati seakan-akan hal itu tuntutan Allah.

Mereka bahkan menggangap segala ajaran manusia itu lebih tinggi dari Firman Allah, dan mereka SANGAT TERSINGGUNG oleh ketajaman otak Yesus dalam membedakan antara yang salah dan yang benar.

Dalam pergaulan-Nya dengan manusia Ia tidak bertanya, apa agamamu?Apa gerejamu? Ia menggunakan kuasa-Nya untuk kepentingan semua orang yang memerlukan pertolongan.Ia bekerja dengan tekun untuk umat manusia.Ia menanamkan asas bahwa agama Kitab Suci tidak bergantung kepada penyiksaan tubuh.

Hal ini menunjukkan bahwa agama tidak bergantung kepada SIFAT MEMENTINGKAN DIRI, dan bahwa pengabdian mereka yang tidak sehat itu kepada kepentingan diri adalah jauh dari ibadah yang sejati.

Yesus bekerja untuk meringankan SETIAP PENDERITAAN yang dilihatnya-Nya.Ia mempunyai sedikit uang untuk DIAMALKAN, tetapi Ia acapkali tidak makan, untuk.memberikan makanan kepada orang-orang yang lebih berkekurangan daripada-Nya.

Kalau mereka baca berbicara kasar kepada orang yang miskin dan hina, Yesus justru mencari orang-orang yang malang ini, serta memberanikan hati mereka.

Kepada orang-orang yang berkekurangan Ia suka memberikan secangkir air sejuk, seraya dengan diam-diam menaruh makanan-Nya sendiri ke tangan mereka.

Sementara Ia meringankan penderitaan mereka, segala kebenaran yang diajarkan-Nya dihubungkan dengan perbuatan rahmat-Nya itu, dan dengan demikian terukir dalam ingatan.

Sering mereka (saudara-saudara Yesus yang iri hati) MENGANCAM dan mencoba menakut-nakuti Dia, tetapi Ia berjalan terus menggunakan Alkitab sebagai penuntun-Nya.

Bahkan Yesus tetap MENGASIHI saudara-saudara-Nya mereka dengan kebaikan hati yang tiada putus-putusnya, tetapi mereka cemburu kepada-Nya.

Hal ini membangkitkan KEMARAHAN saudara-saudara-Nya.Mereka tidak dapat mengerti KETENANGAN-NYA yang tetap dalam menghadapi UJIAN dan KEMELARATAN.

Hanya satu perkara yang dibenci-Nya di dunia ini yaitu DOSA.Ia tidak dapat menyaksikan satu PERBUATAN YANG SALAH tanpa kepedihan yang tidak mungkin dapat disembunyikan.Di kalangan orang-orang yang beragama sekedar peraturan saja, yang kesuciannya secara lahiriah menyembunyikan KECINTAAN PADA DOSA dengan suatu tabiat yang dalamnya semangat untuk kemuliaan Allah selamanya paling utama perbedaan amat nyata.

Oleh karena kehidupan Yesus MEMPERSALAHKAN KEJAHATAN, Ia dilawan baik di rumah maupun di luar rumah.Sifat TIDAK MEMENTINGKAN DIRI dan ketulusan-Nya dibicarakan dengan sifat mengejek.Kesabaran dan kebaikan hati-Nya disebut pengecut.

Kesimpulan pertama (1)
Dari segala KEPAHITAN yang menjadi nasib manusia,tidak ada bagian yang tidak dirasai oleh Kristus.Ada oranh yang mencoba melemparkan HINAAN kepada-Nya karena kelahiran-Nya,bahkan pada waktu masih kanak-kanak pun Ia mesti menghadapi pandangan mereka yang MENGHINA dan bisikan mereka yang JAHAT.

Sekiranya Ia menjawab dengan pandangan TAK SABAR, sekiranya Ia MENYERAH kepada saudara-saudara-Nya, itu hanya oleh perlakuan yang salah, niscaya Ia sudah akan gagal menjadi suatu TELADAN yang sempurna.

Dengan demikian Ia sudah pasti gagal melaksanakan rencana PENEBUSAN kita.Sekiranya Ia memgaku bahwa ada maaf untuk DOSA, Setan tentu akan menang, dan dunia sudah pasti akan hilang.Inilah sebabnya mengapa penggoda (setan/iblis/lusifer) itu bekerja untuk menjadikan hidup-Nya PALING SUKAR, supaya Ia dapat TERBAWA KEPADA DOSA.(*)

Kerapkali Ia dituduh sebagai PENGECUT karena tidak mau bergabung dengan mereka dalam suatu perbuatan terlarang, tetapi jawab-Nya ialah tertulis , “Takut akan Tuhan,itulah hikmat dan menjauhi kejahatan itulah akal budi” (Ayub 28:28).

Ia suka MENURUT dan TIDAK BERSUNGUT.Namun, Ia tidak gagal ataupun putus asa.Ia tidak membalas dengan DENDAM apabila diperlakukan yang TIDAK SENONOH dengan SABAR.

Sering dipagi-pagi buta, Ia berada di suatu tempat yang sunyi (selain menyendiri untuk berhubungan dengan Allah di ladang, di lembah hijau atau di lereng gunung) untuk MERENUNG dan MENYELIDIKI ALKITAB atau BERDOA.

Dari saat-saat tenang ini Ia pulang ke rumah-Nya untuk melakukan kewajiban-Nya pula dan guna memberikan suatu TELADAN dalam melakukan pekerjaan dengan SABAR.

Kesimpulan kedua (2)-Prinsip Kristus

Selama Ia hidup di bumi ini, Maria turut mengambil bagian dalam kesengsaraan-Nya.Ia menyaksikan dengan DUKA SEGALA PENDERITAAN yang didatangkan kepada-Nya pada waktu Ia masih kanak-kanak dan anak muda.

Bahkan Maria acapkali menegur Yesus serta mendesak agar Ia mengikuti kebiasaan rabi-rabi.Akan tetapi Ia tidak dapat dibujuk untuk mengubah kebiasaan-Nya dalam merenungkan perbuatan tangan Allah serta berusaha meringankan penderitaan manusia, bahkan penderitaan binatang yang bisu sekalipun.

Apabila imam-imam dan guru-guru menuntut bantuan Maria dalam mengendalikan Yesus, ia merasa susah, tetapi damai datang ke dalam hatinya setelah diucapkan-Nya sebutan-sebutan Alkitab yang menyokong segala kebiasan-Nya.

Dalam keadaan TIDAK BERDOSA dan TIDAK BERCELA , Ia berjalan di antara orang-orang yang kurang pikir,yang KASAR, dan yang tidak sopan, diantara para pemungut cukai yang curang, anak-anak sesat yang nekat, orang-orang Samaria yang najis,serdadu-serdadu kafir, petani-petani yang KASAR dan orang banyak dengan berbagai keadaan.(*)

Kesimpulan ketiga (3)
Kerapkali Ia bertemu dengan orang-orang yang telah HANYUT DIBAWAH KENDALI SETAN, dan yang tidak berkuasa melepaskan diri dari jeratnya.Kepada mereka yang demikian yang PUTUS ASA, SAKIT, TERGODA, dan TERJERUMUS.Yesus mengucapkan perkataan BELAS KASIHAN yang PALING LEMBUT, perkataan yang diperlukan dan yang dapat dipahami.

Yesus MENEGUHKAN SEMANGAT orang-orang ini SUPAYA TETAP TABAH, seraya memberikan JAMINAN bahwa mereka PASTI MENANG.Karena malaikat-malaikat Allah berdiri di pihak mereka, dan akan memberi kepada mereka KEMENANGAN (lawan pandemi-red).

Yesuslah yang MENYEMBUHKAN tubuh (sakit jasmani-red) dan jiwa (sakit rohani-red).Ia menaruh perhatian dalam SEGALA JENIS PENDERITAAN yang terlihat oleh mata-Nya dan kepada setiap PENDERITAAN, Ia membawa PERTOLONGAN.

Segala perkataan-Nya yang manis mengandung penawar yang menyembuhkan.Tidak seorang dapat mengatakan bahwa Ia telah mengadakan mukjizat, tetapi kebajikan, kuasa kasih yang MENYEMBUHKAN keluar daripada-Nya kepada orang-orang yang SAKIT dan yang SUSAH (krisis ekonomi PHK dampak pandemi-red).(*)

Kesimpulan keempat (4)

Namun sepanjang masa kanak-kanak, masa muda, dan masa dewasa, Yesus berjalan seorang diri.Dalam KESUCIAN dan KESETIAN-Nya.Ia memikul beban kewajiban yang LUAR BIASA BERATNYA untuk KESELAMATAN UMAT MANUSIA.

Ia pun melaksanakan rencana hidup-Nya yaitu bahwa Ia sendiri yang harus menjadi TERANG bagi manusia.

Amin….terima kasih..Tuhan memberkati.

 

(*/Pulo Lasman Simanjuntak)

Tinggalkan Balasan