Spread the love

Jakarta Utara, BeritaRayaOnline,- Pandemi virus Covid-19 yang berkepanjangan –nyaris sudah berlangsung satu setengah tahun ini- telah berdampak kepada berbagai sektor usaha dan perdagangan, termasuk usaha rumah makan atau restaurant yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Bahkan bukan hanya kerugian ekonomi, tetapi juga ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi para karyawan dan karyawatinya, sudah di depan mata.

Salah satu yang akan terancam PHK akibat pandemi virus Covid-19  berkepanjangan ini dialami oleh Hadiat (24 tahun), anak muda yang masih bekerja di Rumah Makan Bandar Djakarta di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

“Selama berlangsungnya pandemi virus Covid-19 ini, pengunjung rumah makan Bandar Djakarta makin sepi.Omzet turun sampai 8o persen.Sudah banyak karyawan di sini yang di-PHK, sekarang tinggal 16 karyawan.Kalau situasi pandemi ini terus begini, saya juga akan terancam di-PHK dalam waktu dekat ini,” kata Hadiat (24 tahun) dengan nada suara sedih dan cemas kepada BeritaRayaOnline di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Senin lalu (31/5/2021).

Hadiat, pemuda lulusan sebuah SLTA di kawasan Jakarta Utara ini, belum berfikir kalau memang terjadi PHK, harus mencari pekerjaan dimana lagi.

Dia mengaku sudah mendengar dan mendapat  sinyal dari pihak manajemen, kalau makin sepi pengunjung dan omzet terus menurun, siap di-PHK !

“Rumah makan ini semakin sepi pengunjungnya baik untuk makan siang atau makan malam, dengan kawan sekantor atau keluarga.Kalau begini terus perusahaan pasti terus merugi, dan bisa saja suatu waktu ditutup gulung tikar sebagai dampak pandemi Covid-19 yang belum berkesudahan,” ucapnya masih dengan nada suara lirih.

Hadiat memberikan contoh beberapa rumah makan dan restaurant siap saji – sebagai akibat pandemi Covid-19 karena makin sepi pengunjung-  di  sekitar kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol ini sudah banyak yang tutup alias gulung tikar.

Namun, meskipun terus merugi dan sepi pengunjung, Rumah Makan Bandar Djakarta yang memiliki beberapa cabang di ibukota ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 untuk para pengunjungnya.

Misalnya, petugas sekuriti akan mengukur suhu tubuh pengunjung dengan alat thermo gan di pintu masuk dengan persyaratan suhu tubuh harus   di bawah 37 derajat celsius.

Begitu pula pengunjung wajib mempergunakan masker, mempergunakan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Wajib menjaga jarak aman  120 centimer, dan dilarang memindahkan meja yang telah diatur oleh manajemen.

Namun, sayangnya berdasarkan pengamatan BeritaRayaOnline  di Rumah Makan (Restaurant) Bandar Djakarta yang berhadapan dengan Puteri Duyung Ancol ini , meja dan kursi untuk pengunjung menyantap makanan tak mendapat jarak aman untuk mencegah penularan virus corona saat pengunjung menikmati makanan yang nota bene ini merupakan makanan khas ikan laut.

Di atas meja tak diberi tanda batas berjarak (silang merah-red) sebagai persyaratan protokol kesehatan Covid-19 untuk sebuah kunjungan ke kedai, rumah makan, atau restaurant siap saji.

Jadi, terlihat pengunjung yang sedang menikmati makanan tak berjarak baik meja maupun bangkunya.

“Iya, Mas.Kita akui memang meja makan belum diberi tanda batas berupa silang merah, supaya ada jarak.Nanti, saya laporkan pihak manajemen,” ujar kasir Bandar Djakarta kepada BeritaRayaOnline. (BRO-5)

Editor : Jhonnie Castro

 

Tinggalkan Balasan