Gerakan Senyum dan Budaya Bersih Tingkatkan Pariwisata Indonesia

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mensosialisasikan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) yang salah satunya bertujuan untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia.

“Gerakan ini pada akhirnya dapat mendorong peningkatan pariwisata di Indonesia, karena lokasi dan masyarakat akan berubah dan lebih ramah terhadap kunjungan wisatawan,” ujar Kepala Bidang Sejarah dan Warisan Dunia Kemenko PMK Dohardo Pakpakhan seperti dikutip dari laman kemenkopmk.go.id, Senin (18/12/2017).

Selain bertujuan untuk memajukan pariwisata, Program GBBS juga bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia yang ramah,  murah senyum, dan unggul.

Saat ini, GBBS sudah diluncurkan di 3 kabupaten yang berada di tiga provinsi yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara; Kabupaten Merauke Provinsi Papua dan baru-baru ini diluncurkan di  Pulau Panggang, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Program GBBS merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan berbagai kementerian yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan lainnya.

Terkait dengan Program GBBS ini, Asisten Deputi Bidang Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamuji Lestari menjelaskan bahwa GBBS merupakan salah satu cara untuk mempercepat terwujudnya kesadaran masyarakat Indonesia agar berbudaya bersih dan peduli pada kebersihan lingkungan serta berkepribadian ramah dan murah senyum. “Dan tentunya GBBS merupakan implementasi dari Gerakan Nasional Revolusi Mental” tambah Pamuji.

Data Kementerian Pariwisata mengungkap, indeks pariwisata Indonesia terus melompat dari urutan 70 pada 2013 naik menjadi 50 pada 2015 dan sekarang ini di peringkat 42. Diharapkan pada 2019 nanti masuk 30 besar.

Sektor pariwisata yang berkembang pesat juga diharapkan untuk menjadi penyumbang devisa terbesar Indonesia di mana saat ini merupakan penyumbang devisa kedua setelah komoditas CPO.

Pemerintah sedang mengembangkan 10 destinasi wisata baru yang diharapkan bisa menjadi “Bali Baru” yakni Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tenggger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai. (**)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan