Genjot Produksi Benih Pisang Bermutu, Balitbu Tropika Inisiasi dan Bina Penangkar

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Minat masyarakat untuk mengembangkan dan berbisnis komoditas buah semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan tingginya permintaan benih. Pada tahun 2017-2019 Balai Penelitian Buah Tropika (Balitbu) Tropika telah memproduksi 625.000 benih aneka buah tropika.

Benih-benih tersebut sebagian besar telah didistribusikan dan diterima dengan antusias oleh masyarakat. Sampai saat ini produksi benih tanaman buah terus berjalan, baik oleh Balitbu Tropika, Balai Benih maupun oleh Dinas Pertanian dan swasta.

Pisang merupakan salah satu komoditas buah tropika yang permintaan benihnya sangat banyak. Varietas Kepok Tanjung merupakan varietas unggul pisang yang dilepas Balitbu Tropika tahun 2009 dengan SK 379/Kpts/SR. 120/1/2009.

Keunggulannya adalah produksi tinggi (20-30 ton/ha), toleran terhadap layu fusarium dan escape (terhindar) dari penyakit layu bakteri. Varietas ini merupakan solusi dan dapat menggantikan pisang kepok biasa yang rentan terhadap penyakit layu bakteri.

Penyediaan benih pisang bermutu dalam jumlah besar dengan kualitas yang baik sangat dibutuhkan dalam pengembangan komoditas pisang. BALITBANGTAN sebagai penghasil teknologi harus melakukan upaya percepatan politisasi teknologi sampai ke pengguna.

Kerjasama berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam mensukseskan program pengembangan komoditas pisang. Penangkar/kelompok penangkar benih bermutu sangat penting dalam penyediaan benih unggul bersertifikat. Pembentukan dan pembinaan penangkar benih pisang merupakan solusi dalam mengatasi kelangkaan ketersediaan benih pisang.

Penangkar benih pisang Tujuh Saudara yang di pimpin oleh Firdaus petani ulet dari Jorong Batu Palano Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat merupakan salah satu penangkar benih pisang binaan BALITBANGTAN dan Pemda Kab. Solok yang mulai dikenal oleh masyarakat.

Bermula dengan membudidayakan pisang unggul kepok tanjung di kebunnya sejak tahun 2013. Firdaus memperoleh dua anakan benih pisang kepok tanjung dari peneliti Balitbu Tropika, saat ini populasi pisang kepok tanjung di kebun Firdaus telah mencapai 3.000 rumpun (3 ha) dan terpelihara dengan baik.

Melalui pendampingan teknologi dari BALITBANGTAN pertanaman pisang Firdaus berkembang dengan pesat dan selanjutnya dibina sebagai penangkar resmi benih pisang. BALITBANGTAN (Balitbu Tropika) menggandeng BPSB Sumatera Barat dan Dinas Pertanian Kabupaten Solok, untuk bersama sama melakukan pendampingan dalam menumbuhkan dan mengembangkan penangkar benih pisang kepok tanjung tersebut.

BPSB selaku institusi pemerintah yang diberi wewenang untuk melaksanakan tugas pengawasan dan sertifikasi benih, telah membantu mempercepat registrasi 200 rumpun pohon induk dan proses pelabelan benih.

Saat dikunjungi oleh Balitbu Tropika, BPSB dan Diperta Kabupaten Solok baru-baru ini, Penangkar resmi pisang kepok tanjung ini telah memproduksi lebih kurang 14.000 benih yang telah tersebar ke berbagai daerah seperti Aceh, Riau, Jawa dan di Sumbar sendiri.

Firdaus berharap usahanya akan berbuah manis sehingga dapat menyekolahkan ketujuh orang buah hatinya dan menaikkan taraf ekonomi keluarga.

Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah MP menyatakan bahwa produksi benih adalah salah satu bentuk bioindustri paling sederhana yang dapat diterapkan di masyarakat.

Kegiatan dapat mempercrpat hiirisasi teknologi BALITBANGTAN sampai ke masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini penangkar benih dapat memetik keuntungan secara langsung dalam meningkatkan taraf perekonomiannya.(*)

Editor : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan