Spread the love

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Beberapa hari yang lalu saya menerima buku bersampul warna hijau berjudul “Apa & Siapa Perempuan Pengarang/Penulis Indonesia” .

Saya mengamati secara garis besar — ketebalan buku serta isinya, tentu membutuhkan kerja keras dan waktu yang tidak sebentar.

Menurut saya tidak mudah untuk menyusun buku seperti ini.

Ada sekitar 1200 nama perempuan pengarang/penulis Indonesia yang tercatat dalam buku ini, baik yang masih hidup, maupun yang sudah tiada.

Baik yang sudah melegenda namanya, maupun penulis yang masih belum lama “berkarir” sebagai penulis namun sudah mengukir jejak pencapaian yang layak diperhitungkan.

Penyusun buku ini adalah Mas Kurniawan Junaedhie yang biasa saya panggil Mas KJ, sosok yang saya kenal pada Komunitas Dari Negeri Poci sekitar 10 tahun lalu.

Tanpa ketekunan yang luar biasa dan dedikasi yang yang sangat tinggi mustahil Mas KJ bisa menyusun buku seperti ini.

Jadi, pertama saya harus mengucapkan terima kasih banyak-banyak kepada Mas KJ atas semua upayanya sehingga buku ini terbit.

Apresiasi setinggi-tingginya untuk Mas KJ yang telah memuliakan nama-nama pengarang Indonesia dalam buku ini.

Adanya buku ini merupakan sebuah monumen momen yang membantu kita mengatasi lupa ingatan siapa saja pengarang Indonesia.

Setidaknya kelak akan menjadi sejarah untuk anak cucu kita.

Sebuah kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi saya berada dalam buku ini.

Membuka halaman demi halaman buku ini saya loncat ke abjad E.

Ya, tentu saja saya mencari nama saya – Emi Suy – di sana.

Saya membaca profil saya yang tertulis dalam buku itu. Sangat up to date.

Nama saya bersanding dalam buku ini bersama para perempuan penulis Indonesia, mulai dari yang namanya melegenda seperti Ibu N.H. Dini, penulis populer ternama seperti Ayu Utami, Dee Lestari, nama-nama yang kiprahnya tidak main-main di dunia kepengarangan Indonesia.

Setidaknya buku ini menjadi salah satu catatan sejarah mengenai kiprah para perempuan penulis/pengarang Indonesia, terlepas dari pro dan kontra baik kelebihan dan kekurangan yang mengiringi terbitnya buku ini.

Namun seiring dinamika perkembangan penerbitan buku memang diperlukan pro dan kontra agar memberi warna tersendiri setidaknya tidak datar-datar saja.

Walaupun di era digital dan siber saat ini kita dengan mudah dapat menemukan nama-nama perempuan pengarang/penulis Indonesia melalui search engine di internet.

Namun, keberadaan buku sangat penting karena dua hal. Pertama, buku ini memuat nama-nama yang mungkin ditemukan di internet karena sudah lama meninggal dunia, bahkan sebelum era internet di dunia.

Kedua, buku ini merupakan kompilasi nama-nama dan tentu saja beserta sejarah kiprah, dan justru menjadi referensi untuk masuk ke dalam big data supaya dapat diakses melalui internet.

Saya membayangkan jika konten buku yang disusun oleh Mas KJ ini masuk ke dalam big data aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) seperti ChatGPT, maka dengan cepat keberadaan nama-nama dalam buku ini cepat menyebar ke seluruh dunia, bahkan bisa dianalisis dengan lebih tajam.

Upaya yang dilakukan Mas KJ ini patut kita berikan acungan jempol dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Salut atas kerja keras Mas KJ.

Salam hormat saya untuk semua perempuan pengarang/penulis Indonesia yang masih hidup, serta doa tulus saya untuk mereka yang sudah tiada. (Emi Suy)

Editor : Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan