Spread the love

Berita Sastra :

Dua Puisi Karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak akan Dimuat Dalam Buku Antologi Puisi Ikatan Penulis Sabah, Malaysia

Pamulang, Jumat, 4/2/2022, Bersyukur senantiasa kepada Tuhan.
Dua puisi saya di bawah ini (berjudul POHON ITU KESUNYIAN dan SUNGAI MUSI SUATU MALAM) telah lolos kurasi untuk diikutsertakan dalam BUKU ANTOLOGI PUISI IKATAN PENULIS SABAH , MALAYSIA TAHUN 2022 untuk mempromosikan persahabatan dan persaudaraan serumpun.

Grup Sastera Sahabat Kita yang dianggotai lebih 200 penulis berbahasa Melayu dari Negara Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Malaysia, Filipina, Kampuchea, Singapura, Thailand,Timor Leste, dan Vietnam diwujudkan sejak pada 2016.

Penerbitan antologi ini adalah hasil saran dan idea para anggota grup yang merasakan perlunya satu kumpulan puisi sebagai tanda ikatan persaudaraan dan silaturrahim.

Berikut di bawah ini biodata singkat dan dua puisi karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak dari Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Biodata : Penyair Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Surabaya, 20 Juni 1961.Karya puisinya pertama kali dimuat di Harian Umum Kompas pada tahun 1977.Kemudian sejak tahun 1980 sampai tahun 2021 kembali sajak-sajaknya dipublikasikan diberbagai media cetak (koran dan majalah), media online, dan media sosial.

Buku kumpulan sajak tunggalnya yang sudah terbit “Traumatik”(1997), “Kalah atau Menang” (1997), “Taman Getsemani”(2016), “Bercumbu Dengan Hujan ” (2021), “Tidur Di Ranjang Petir” (2021), ” Mata Elang Menabrak Karang” (2021), serta ” Rumah Terbelah Dua ” (2021).Sajaknya juga termuat dalam 15 Buku Antologi Puisi Bersama Penyair di seluruh Indonesia.
————————–

Puisi

Pulo Lasman Simanjuntak

POHON ITU KESUNYIAN

1//
di atas tanah sengketa ini
zinah ditabur benih-benih doa
pernah tumbuh subur
tanaman masa depan
untuk pandemi berkepanjangan

2//
bagi orang miskin sampai pemulung
membawa perabotan kelaparan
di hamparan pohon jagung
yang sempat jadi rumah
dengan polibag dan pot
semak berduri
masuk dalam larik puisi

3//
kini tinggal daun-daun kering berguguran
di tubuh kolam dengan pohon obat herbal
dan sedikit bumbu dapur
yang nyaris kesepian karena tak pernah disiram air kematian

4//
bagi tubuh sang pujangga
rajin menyiram benih
dalam nyanyian
taman kesunyian

Jakarta, 24 Oktober 2021

SUNGAI MUSI SUATU MALAM

sungai musi suatu malam berkabut
tanpa mata

berawan putih
seperti lelehan lepra

sungai musi kubawa tidur lelap mimpi dalam sajakku

amat lelah
percikan air sungai
tanpa perahu berlayar

selalu berucap;
selamat datang
jembatan penderitaan
selamat tinggal ikan-ikan
yang kelaparan

Jakarta, November 2021

Tinggalkan Balasan