Dirjen PKH : Masyarakat Jangan Panik Hadapi Penyakit Hewan Eksotik ASF pada Ternak Babi

Kupang, BeritaRayaOnline,-” Masyarakat jangan panik dalam menghadapi penyakit hewan eksotik African Swine Fever atau ASF pada ternak babi.Begitu ada kasus, langsung lapor ke dinas peternakan dan kesehatan hewan setempat,” pesan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita kepada wartawan usai membuka bimbingan teknis (Bimtek) penanggulangan penyakit hewan eksotik African Swine Fever (ASF) di Hotel On The Rock di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu sore (4/12/2019).

Menurutnya negara tetangga  Republik Demokratik Timor Leste sudah ‘kena’  atau positif virus babi mematikan ini.

Sementara petugas karantina pertanian sulit memantau dan mengawasi jalan-jalan ‘tikus’ di perbatasan Provinsi NTT dan Timor Leste.

“Kalau sudah kena langkah-langkah apa yang harus diambil.Virus babi ASF ini tak ada obatnya dan tak ada vaksinnya.Harus temukan jalan keluar yang paling sederhana,”tegasnya.

“Intinya bagaimana  kita bisa mengawasi lalu lintas dari daerah yang sudah positif ASF ke daerah yang akan terancam.Apalagi menurut data yang ada sampai saat ini ada sekitar 2 juta ekor babi di Provinsi NTT,” ucap I Ketut Diarmita.

Diingatkannya lagi, kita-maksudnya di Indonesia- masih bisa tekan angka kematian babi, bila dibandingkan negara China yang sampai jutaan ekor babi mati terserang ASF.

“Kita harus upayakan tindakan preventif,” selanya.

Berikut petikan wawancara khusus (door stop) dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita dalam format video.(*/Bro-2)

Videografer : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan