Dirjen FAO Minta Indonesia Berbagi Tips Pembangunan Pertanian dengan Negara Lain

Niigata, Jepang,BeritaRayaOnline,- Direktur Jenderal organisasi pangan dan pertanian (Food and Agriculture / FAO), Jose Graziano da Silva, mengapresiasi berbagai keberhasilan Indonesia dalam pembangunan sektor pertanian.

Hal ini sia sampaikan langsung kepada Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman, saat sama-sama menghadiri Pertemuan Menteri Pertanian Negara-negara G20 (G20 Agriculture Minister Meeting – G20 AMM),10-12 Mei 2019, di Niigata, Jepang (12,5).

“Direktur Jenderal FAO berharap, kita dapat membagi cerita sukses pembangunan sektor pertanian di tanah air ke negara lain, sebagai pembelajaran,” ujar Amran usai bertemu Jose.

Dalam pertemuan empat mata tersebut, Amran melaporkan pencapaian produksi pangan Indonesia yang meningkat, juga berbagai upaya pemerintah dalam melakukan stabilisasi harga bahan pangan.

“Sebagai program lanjutan setelah berbagai pencapaian, FAO minta Pemerintah Indonesia untuk memberi perhatian juga pada isu _food loss_ dan _food waste_. Dan FAO siap berkolaborasi untuk itu,” jelas Amran.

Satu-satunya dari ASEAN

Mentan Amran Sulaiman hadir dalam Pertemuan G20 AMM, sebagai ketua Delegasi Republik Indonesia (Delri).

Dalam forum Amran duduk bersama 16 menteri pertanian anggota G20, 4 menteri pertanian negara tamu undangan, dan 8 pimpinan organisasi internasional di bidang pertanian, seperti Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund for Agricultural Development (IFAD), International Food Policy Research Institute (IFPRI), Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), World Bank, World Food Program (WFP), dan World Trade Organization (WTO).

Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang telah menjadi anggota G20, naik kelas dari negara berkembang menjadi negara maju. Sebagai anggota baru yang memiliki banyak pencapaian dalam pembangunan pertanian, kehadiran Ketua Delri dalam G20 AMM pada pertemuan bergengsi negara-negara maju ini sangat dinantikan banyak pihak. (*)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan