Dari Tradisi Menjadi Industri, Korporasi Padi di Bangka Selatan

Pulau Besar, BeritaRayaOnline,-Dalam rangka mendukung Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) pada kawasan transmigrasi dan pedesaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Puslitbang Tanaman Pangan bekerjasama dengan BPTP Kepulauan Bangka Belitung mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Petani Milenial.

Topik yang diangkat pada kegiatan Bimbingan Teknis kali ini adalah “Korporasi: Model Agroindustri Padi Berkelanjutan”.

Bimbingan teknis yang diadakan pada Kamis, 17 Oktober 2019 di Aula Kantor Kecamatan Pulau Besar diikuti oleh sekitar 50 peserta yang merupakan petani dan penyuluh di kawasan Kecamatan Pulau Besar.

Pada kegiatan ini, turut hadir Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. Haris Syahbuddin, DEA, Kepala BPTP Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Kabupaten Bangka Selatan, Camat Kecamatan Pulau Besar beserta tamu undangan lainnya.

Dalam arahannya, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan menyampaikan bahwa pelaksanaan bimbingan ini merupakan tahap awal untuk pemicu dalam peningkatan pengetahuan para peserta.

“Ke depannya akan ada pendampingan langsung di lapangan dari Puslitbang Tanaman Pangan terutama dalam introduksi teknologi, sehingga diharapkan terjadi peningkatan produksi dan indeks pertanaman, khususnya di Kabupaten Bangka Selatan,” jelasnya.

Dr. Haris Syahbuddin juga menyampaikan petani milenial diharapkan mampu untuk menggerakan usaha pertanian yang dijalankan sebagai suatu entitas bisnis.

Terdapat tiga hal utama yang perlu dilakukan oleh pelaku bisnis agar bisnisnya berjalan dengan baik, yaitu 1) mau untuk belajar hal-hal baru; 2) hal yang dipelajari mampu untuk dipraktikkan oleh diri sendiri; serta 3) kalau sudah berhasil mampu menularkan hal-hal positif tersebut ke lingkungan sekitarnya.

Transfer pengetahuan pada bimbingan teknis kali diberikan pada dua sesi utama. Sesi pertama diberikan materi berjudul “Teknik Budidaya Padi di KP. Batu Betumpang” yang diberikan oleh peneliti BPTP Kepulauan Bangka Belitung, Sugito, SP.

Sedangkan materi kedua merupakan paparan mengenai “Teknologi Tanaman Pangan” yang diberikan oleh Dr. Agus Wahyana Anggara, Kabid KSPHP Puslitbang Tanaman Pangan.

Pada sesi kedua, terdapat dua materi yang diberikan oleh peneliti Balai Besar Tanaman Padi, yaitu Dr. Dody Handoko dan Dr. Zuziana Susanti. Keduanya memberikan materi berjudul “Pohon Industri Padi: Pascapanen dan Produk Olahan” dan “Model Budidaya Tanaman Pangan Berbasis Padi dengan Pola Tanam Padi, Padi dan Palawija”.

Di akhir sesi, para peserta diberikan kesempatan berdiskusi dengan para narasumber. Antusiasme peserta terlihat dengan dibukanya lebih dari tiga sesi tanya jawab.

Para peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan harapan setelah dilakukannya bimtek kali ini.

“Kami mengucapt terimakasih telah diberi ilmu dan pengetahuan hari ini. Mudah-mudahan kedepannya segala rencana dapat terealisasi dan kami siap untuk melaksanakannya dilapangan,” tutur salah seorang petani yang menjadi peserta. (RPR/AWT)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan