Care Group/KPA “Sawangan-Depok” : Tiga Jiwa Harus Dibawa kepada Yesus Kristus

Sawangan,Depok, BeritaRayaOnline,- Puji Tuhan, -setelah menunggu dua bulan- akhirnya pembukaan Care Group/KPA (Kelompok Pendalaman Alkitab) “Sawangan-Depok” berlokasi di rumah keluarga Stella di Gang Sadar, Desa Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kotif Depok, Provinsi Jawa Barat, terlaksana dengan baik pada Minggu sore (4/11/2018).

Pada pembukaan Care Group/KPA “Sawangan Depok” ini , tamu (non advent) yang hadir tiga orang yaitu Stella, Pungki, dan Kristal.Sedangkan dari Jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara ikut hadir Ferdinant Hutapea, Eddy Irmawan, Nelson Kolondam, Flora Simanjuntak, dan Lasman Simanjuntak.

“Biarlah Stella dan keluarga bisa kembali ke gereja untuk beribadah.Kami, selalu rindu Stella bisa kembali ke gereja,” ajak Ferdinant Hutapea yang mengaku  “bersahabat” dengan Stella melalui group ‘mesanggers”GMAHK Jatinegara sekitar tahun 1980-an.

Kebaktian Care Group/KPA ” Sawangan-Depok” dibuka dengan nyanyian pujian dari Lagu Sion (edisi lama) No.281 “Aku Perlu Yesus” , serta dilanjutkan dengan kesaksian baik yang disampaikan oleh Ferdinant Hutapea, Eddy Irmawan, Flora Simanjuntak-Kolondam, maupun Stella dan Pungki.

Dalam Care Group/KPA “Sawangan-Depok” ini tiga jiwa (Stella, Pungki, dan Kristal) harus dibawa kembali kepada Yesus Kristus- setelah puluhan tahun “menghilang” ditelan gemerlap tarikan duniawi. Bahkan tiga jiwa ini di-doakan terus supaya kelak dihari kemudian dapat kembali menerima Yesus Kristus dan Kebenaran-Nya dalam sebuah baptisan kudus.

Lasman Simanjuntak, Ketua Jemaat GMAHK Jatinegara dalam kesempatan tersebut  membawakan Firman Tuhan berjudul “Jangan Mendua Hati” .Mau ikut Tuhan atau ikut dunia, mau ikut Allah atau ikut Baal.

“Allah itu kasih, pilihan ada di tangan kita.Namun, kami berharap Stella, Pungki, dan Kristal dapat kembali bertobat.Sebab orang yang mendua hati, tidak akan tenang dalam hidupnya, ini tertulis dalam Yakobus 1:8,”  nasihat dari  Ketua Lasman Simanjuntak, ketika mengawali khotbahnya sore itu.

Dikatakannya, sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2018 untuk menuju tahun 2019.Bila sepanjang tahun 2018 kita banyak berbuat dosa, segera minta pengampunan kepada Tuhan.

“Dan, bila sepanjang tahun 2018 ada pencobaan, penderitaan, kesengsaraan, kesakitan, kematian, dan sebagainya.Biarlah iman percaya kita tetap kuat dan teguh, jangan putus asa, apalagi sampai berbuat dosa.Dua bulan lagi kita akan memasuki tahun 2019, mari kita bertobat, tetap setia kepada Tuhan sambil menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali,” ujarnya.

Dalam menghadapi pencobaan ataupun penderitaan, lanjut Ketua Lasman Simanjuntak, mari kita renungkan Firman Tuhan dalam Yakobus 1: 2-4 “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna, dan utuh, dan tak kekurangan suatu apapun.”

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan