Spread the love

Kabupaten Soppeng,BeritaRayaOnline,-Provinsi Sulawesi Selatan optimis jika program Upsus Pajale akan berhasil dan melampaui target di tahun ini. Namun upaya peningkatan produksi pangan masih banyak menghadapi kendal. Dari mulai infrastruktur hingga ketersediaan sarana produksi pertanian.

20160405_162147

Dalam panen raya, Bupati Bupati Soppeng H. A Kaswadi Razak mengaku optimis target UPSUS Pajale, khusus Kabupaten Soppeng akan melampaui target bisa mencapai dua kali lipat. Optimistis tersebut melihat hasil luasan dan produktivitas hasil panen di Kelurahan Salokaraja, Kecamatan Lalabata. Apalagi Kabupaten Soppeng memiliki mata air di Kampung Medde Desa Patampanua, dan Bendungan Salo Bunne.

Namun di balik optimism tersebut, Bupati juga curhat beberapa kendala produksi kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. “Infrastruktur pertanian seperti bendungan, jaringan irigasi, embung-embung, sumur bor dan dam parit masih kurang disini,” katanya.

Kaswadi mengungkapkan, Bendungan Salo Bunne telah mengalami pendangkalan. Saat ini sedang dalam proses pengerukan yang sudah berjalan lebih dari seminggu.

“Bendungan di dapat maksimalkan pemanfaatannya untuk mengantisipasi kekurangan air areal persawahan di Marioriawa. Sedangkan pengerukan sungai nantinya dapat meminimalisir luapan air sungai yang menggenangi rumah penduduk yang biasanya terjadi pada musim hujan,” tuturnya.

Ketersediaan benih bermutu dan tepat waktu pun menjadi permasalahan tersendiri. Sejumlah petani harus sampai membeli ke Kabupaten Sidrap untuk bisa memperoleh benih padi karena masih sulitnya penangkaran benih di Soppeng.

Distribusi yang tidak merata dari pupuk juga persoalan. Saat petani memerlukan kerang terjadi kelangkaan sarana produksi tersebut. “Kami mengaku mendorong petani untuk bercocok tanam secara organik dan mengurangi pemakaian pupuk anorganik dan herbisida,” ujarnya.

Fasilitas pergudangan dan lantai jemur untuk jagung dan padi pun dirasakan minim sehingga masih terjadi tingginya kehilangan hasil dari komoditi tersebut. “Diversifikasi usaha pertanian masyarakat pun masih kurang,” ujarnya.

Potensi Kakao

Selain memproduksi tanaman pangan, Kabupaten Soppeng juga memiliki potensi di produksi kakao. Bahkan menghasilkan bibit kakao sambung samping berkualitas baik. Pembibitan dilakukan petani di Kabupaten Soppeng. Sayangnya, sebanyak 3,1 juta batang bibit kakao ini belum terserap dengan baik dan petani terancam rugi Rp 26 miliar.

Belum lagi intensifikasi kakao seluas 6000 ha terancam mengalami hambatan. Pasalnya, proses perubahan DIPA sehingga berpengaruh pada program peningkatan produksi kakao Kabupaten Soppeng.

“Kami berharap atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng agar Menteri Pertanian berkenan membantu mendukung suksesnya pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai serta upaya peningkatan produksi kakao di daerah ini,” tuturnya. (**/tabloid sinar tani/wa group/prabu/lasman simanjuntak)

Tinggalkan Balasan