BPPSDMP Melalui Puslatan Genjot Penumbuhan Calon Pengusaha Petani Milenial Melalui Program Magang Jepang

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Salah satu misi dari presiden adalah pembangunan kualitas Sumberdaya Manusia (SDM).

Sebagaimana telah dikatakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL)  untuk mengoptimalkan sektor pertanian ke depan tidak lepas dari peran pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Merespon hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Nursyamsi telah mencanangkan tiga program aksi yaitu, Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung petani pengusaha milenial, penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung program utama Kementan.

Kementerian Pertanian c.q. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian telah merintis program magang petani muda di luar negeri khususnya dengan berbagai asosiasi petani di Jepang sejak tahun 1984.

Jepang memiliki teknik pertanian, manajemen, distribusi/pemasaran, pengolahan hasil pertanian serta peran kelompok tani yang lebih maju dan pemanfaatan lahan yang lebih efektif.

Di samping itu, petani Jepang juga memiliki pola pikir yang lebih maju, etos kerja yang lebih tinggi sebagai rujukan alumni untuk membuka usaha secara mandiri setelah mengikuti program permagangan.

Sejak tahun 1994 dan s.d saat ini Kementerian Pertanian telah mengirimkan 1.384 orang petani muda ke Jepang.

Magang merupakan salah satu metoda pembelajaran yang efektif sebagai solusi untuk menjawab kebutuhan serta masalah yang dihadapi dalam pengembangan SDM petani, khususnya bagi para petani muda yang mulai berusaha di bidang pertanian.

“Melalui magang peserta melakukan proses belajar sambil bekerja secara langsung di lahan usaha tani,”kata Bustanul Arifin Caya, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya dalam sambutannya saat memberikan arahan pada kegiatan koordinasi kerjasama magang Jepang (13/02/2020).

Lebih lanjut Bustanul mengatakan untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern diperlukan inovasi yang dapat dilakukan oleh SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing sebagai kunci utama.

Menyikapi hal tersebut beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan pertemuan koordinasi kerjasama tahun 2020 untuk meningkatkan peran UPT Pelatihan Pertanian dan Ikatan Alumni Magang Jepang (IKAMAJA) dalam penyiapan generasi muda pertanian melalui magang petani muda magang ke Jepang.

Kemudian Bustanul mengutarakan alur program magang Jepang dimulai dari sosialisasi di provinsi, Diklat Kewirausahaan di UPT pelatihan pertanian pusat, orientasi di P4S Ikamaja, Diklat Pemantapan di P4S, keberangkatan ke Jepang, serta program pasca magang.

Untuk itu UPT pelatihan pertanian perlu lebih meningkatkan sinergi dengan Dinas Pertanian dan IKAMAJA.

Pembinaan setelah magang juga sangat diperlukan dikarenakan tujuan magang adalah menjadi agen pembangunan pertanian di daerah masing-masing.

Puslatan diharapkan bisa memberikan informasi peluang-peluang kerjasama antara alumni dan lembaga-lembaga yang mempunyai permodalan yang kuat seperti BUMN, dan lembaga swasta lain.

“Ke depan Puslatan akan lebih mensosialisasikan Program Magang Jepang ke provinsi melalui workshop mengundang Dinas dan UPT Pelatihan Pertanian Pusat dan UPTD yang dilaksanakan berdasarkan wilayah,” pungkas Bustanul.(*/Cha)

Editor : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan