Spread the love
Gardjita Budi,Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, sedang berdialog dengan salah satu pedagang beras disela-sela kunjungan melihat bazar murah Toko Tani Indonesia di Pasar Inpres Cipete Selatan,Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2016).(Foto: Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)
Gardjita Budi,Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, sedang berdialog dengan salah satu pedagang beras disela-sela kunjungan melihat bazar murah Toko Tani Indonesia di Pasar Inpres Cipete Selatan,Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2016).(Foto: Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Cipete,BeritaRayaOnline,-Dalam rangka stabilisasi harga pangan pokok, khususnya beras,cabai merah keriting, dan cabai rawit merah, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) menggelar bazar murah melalui Toko Tani Indonesia (TTI) di tiga lokasi yang berbeda di Jakarta yaitu Pasar Koja Jakarta Utara,Pasar Perumnas Klender Jakarta Timur dan Pasar Inpres Cipete Selatan, Jakarta Selatan.

Bazar murah ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam mengendalikan bahan pangan pokok di tingkat konsumen dengan harga yang wajar tanpa harus merugikan petani.

“Artinya petani memperoleh keuntungan ,pedagang memperoleh marjin keuntungan yang wajar, dan akses maayarakat dalam pemenuhan bahan pangan diperoleh dengan harga yang wajar dan terjangkau,” kata Gardjita Budi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP)Kementerian Pertanian kepada wartawan dalam kunjungannya ke bazar murah Toko Tani Indonesia di Pasar Inpres Cipete Selatan,Jalan Antasari Raya, Jakarta Selatan, Rabu pagi (30/3/2016).

20160330_075508

Pada bazar murah yang digelar di Pasar Inpres Cipete Selatan harga beras dipatok Rp 7500/kg, bawang merah Tp 10.000/3 ons, cabe rawit merah Rp 8000/2 ons, dan cabe merah keriting Rp 8000/3 ons.Harga pangan yang murah tersebut diperoleh langsung dari petani yang menjual langsung kepada Gabungan Kelompoktani (Gapoktan)sebagai kelembagaan petani dalam menjalankan fungsi pemasaran hasil produk petani untuk kemudian dipasok langsung kepada toko-toko selaku pedagang eceran di pasar-pasar yang sering terjadi gejolak harga pangan.

20160330_081820Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian,Gardjita Budi, adanya perbedaan harga di tingkat petani dan konsumen bukan semata-mata hanya dipenuhi karena aspek produksi di tingkat petani, tetapi disebabkan juga karena kondisi tata niaga beras,bawang merah,dan cabai merah.

“0leh karena itu pembenahan tata niaga pangan tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat.Namun demikian Kementerian Pertanian terus berupaya untuk meningkatkan produksi dalam memperpendek rantai pasok pangan ke konsumen,”ucapnya.

20160330_082249Salah satu strategi yang sedang dikembangkan adalah melalui kegiatan Toko Tani Indonesia (TTI).Kegiatan ini dirancang sebagai solusi permanen dalam mengantisipasi gejolak harga pangan.

Dengan memperpendek rantai pasok pangan hingga3-4pelaku rantai pasok pangan masyarakat diharapkan dapat menjangkau harga pangan dengan harga murah.

Di sisi lain petani sebagai produsen pangan tetap memperoleh keuntungan yang wajar.Begitu pula dengan pelaku pedagang antara produsen dan konsumen dapat menikmati marjin  keuntungan yang kompetitif,serta konsumen pun bisa memperoleh komoditas pangan lebih segar dengan harga yang lebih terjangkau dan wajar.Selain itu diharapkan pula dengan adanya TTI akan terbentuk struktur pasar baru.(lasman simanjuntak)

 

 

Tinggalkan Balasan