Bimtek Milenial Dorong Petani Muda Kaltim Manfaatkan Teknologi

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian di Bumi Etam, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kalimantan Timur bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Prov. Kaltim mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait gerakan petani milenial di era industri pertanian 4.0.

Kegiatan berlangsung di Amaris Hotel, Samarinda Ulu dan dihadiri penyuluh petanian, mahasiswa serta kolompok pemuda tani se-Kaltim, Kamis (7/11/2019).

Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim, Muhammad Amin yang hadir membuka acara menyatakan melalui bimtek ini harapannya pembangunan pertanian di Kaltim semakin maju melalui pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) Serta tidak kalah pentingnya teknologi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para petani muda khususnya dari kalangan milenial.

“Untuk memiliki daya saing, petani milenial harus mampu memanfaatan TI sebagai sumber informasi teknologi dalam mengembangkan sektor pertanian,” syarat Amin.

Lanjut Amin, Kementerian Pertanian saat ini telah berupaya memperbaiki infrastruktur pertanian termasuk TI agar daerah-daerah terkoneksi jaringan internet bisa memfasilitasi para penyuluh pertanian di lapangan maupun petani milenial untuk mendapatkan berbagai informasi teknologi pertanian yang dibutuhkan.

“Di era revolusi industri 4.0 ini, generasi ini harapan kita untuk terus membuat sektor pertanian ini tetap ada,” kata Amin.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Komoditi Dinas Perkebunan Kaltim Bambang Fallah., MP menyatakan bahwa petani milenial adalah mereka yang memiliki kepekaan terhadap inovasi teknologi. Dengan adanya bimtek seperti ini Bambang mengharapkan permasalahan yang dihadapi para petani khususnya petani milenial di lapang bisa teratasi lewat penggunaan TI.

Beberapa materi yang disampaikan dalam bimtek kali ini, yaitu: Dukungan Dinas Perkebunan dalam Gerakan Petani Milenial; Peran Balitbangtan dalam mendukung program Strategis Kementan menuju pertanian 4.0; Peran perguruan tinggi terhadap revolusi industri pertanian 4.0; Dukungan Balitbangtan terhadap informasi dan diseminasi inovasi teknologi menuju Pertanian 4.0; dan Budidaya Tanaman Perkebunan dan Hortikultura.

Salah satu materi yang cukup membuat peserta antusias adalah Peran Balitbangtan dalam mendukung program Strategis Kementan menuju pertanian 4.0 yang disampaikan oleh narasumber Penyuluh Senior di BBP2TP, Dani Medionovianto.

Dani sukses membuat antusias peserta dalam mengenal beberapa teknologi inovasi Kementerian Pertanian yang bisa diaplikasikan untuk memajukan sektor pertanian. Sebut saja Katam, aplikasi android untuk mengetahui informasi inovasi teknologi budidaya terutama untuk mengetahui masa tanam yang tepat. Ada juga pengenalan aplikasi “Takesi” yang bisa sangat bermanfaat bagi para peternak.

Diakhir kegiatan, banyak peserta yang berharap kegiatan seperti ini kedepan akan terus diadakan.

“Materinya cukup bermanfaat, kita mendapatkan banyak pengetahuan dalam bimtek kali ini,” ujar salah seorang petani milenial dari Kab. PPU.

“Wawasan kita akan sektor pertanian semakin terbuka, ternyata pertanian itu tidak hanya bersoal tentang tanam menanam,” komen peserta lainnya.

Melihat antusias peserta Bimtek Muh. Amin, menyatakan bahwa ke depan BPTP Kaltim akan fokus melakukan pendampingan dari sisi inovasi teknologi, terutama bagi kaum milenial.

“Kita akan selalu mendorong pemanfaatan TI dalam membangun sektor pertanian, karena diera industrialisasi 4.0 saat ini, kita tidak mungkin menutup mata terhadap berbagai perkembangan teknologi di sektor pertanian tanpa upaya mendiseminasikannya secara tepat dan cepat,” pungkas Amin.(*)

Editor : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan