ahokJakarta , BeritaRayaOnline,-Beberapa hari belakangan, kawasan utara Jakarta tepatnya di sebagian wilayah Kecamatan Penjaringan seperti Pasar Ikan, Muara Baru, Pantai Mutiara, hingga Pelabuhan Nizam Zachman diterjang banjir rob sehingga mengakibatkan banjir.

Menanggapi itu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, hal tersebutlah yang membuatnya harus memindahkan warga yang berada di Pasar Ikan Luar Batang beberapa waktu lalu karena di sana akan dibuat tanggul. Jika tidak, katanya, maka banjir akibat rob atau air laut yang pasang ini akan terus terjadi.

“Kalau air masuk Pasar Ikan, satu Muara Baru kerendam ini. Itu saja kalau bukan karena saya paksa memindahkan orang, meninggikan Jalan Muara Baru Raya dan Gedung Panjang, ini Jakarta kalau hujan tenggelam karena airnya melimpas masuk ke Waduk Pluit,” ujar Basuki di Balai Kota, Selasa (7/6/2016), seperti dikutip dari Beritasatu.com, Selasa (7/6/2016)

Basuki menjelaskan, saat ini Waduk Pluit sudah dipasang tanggul sepanjang 3,8 meter, hanya saja yang arah Muara Baru sampai Pasar Ikan memang belum dipasang tanggulnya. Kawasan tersebut, katanya bisa tidak terlalu parah banjirnya karena tertolong oleh jalan yang sudah ditinggikan.

“Tapi jalan sudah masuk air nih. Untung dia masuknya masih di lautnya. Kalau dia naik hingga 2,8 meter kayak pernah kejadian beberapa tahun lalu, 2007, Waduk Pluit sudah sejajar dengan laut dari samping Pasar Ikan ditambah hujan, maka Jakarta tenggelam 40 persen,” tegasnya.

Namun untuk banjir di Pantai Mutiara, disebutkan Basuki hal tersebut berbeda kasus. Sebab tanggul di Pantai Mutiara tanggulnya tidak tersambung satu sama lain dan ada air masuk pun masih bisa terselamatkan dengan adanya jembatan yang juga berfungsi sebagai tanggul. Dengan demikian, air pun tidak akan masuk hingga mencapai Waduk Pluit.

“Sekarang yang paling bahaya itu, Waduk Pluit depannya itu sudah tanggul. Ini masih ketolong dengan ditinggikannya jalan yang Muara Baru Raya. Tapi yang di Nizam Zachman, pelabuhan laut tenggelam terganggu karena hampir 70 persen ekspor ikan kita dari sini. Makanya tahun ini kita mau bikin tanggul,” pungkasnya.

Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Lumpuh

robduaSementara itu aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan dan denyut ekonomi di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara‎ nyaris lumpuh pada Selasa (7/6/2016).

Meski ketinggian air sudah menurun sekitar 15 sentimeter dibandingkan hari-hari sebelumnya, namun aktivitas di lokasi yang merupakan salah satu titik utama kegiatan ekspor hasil perikanan di Jakarta itu cukup membuat para pelaku usaha dan nelayan kerepotan dibuatnya.

Mario (28), salah satu petugas keamanan Cold Storage salah satu perusahaan di Jalan Hiu, RW17, Kelurahan Penjaringan, mengatakan aktivitas kegiatan pengiriman dan pengepakan ikan hasil tangkapan di tempatnya bekerja tidak sampai terhambat.

“Memang listrik dari PLN sudah dimatikan sejak Sabtu malam, tapi ‎untungnya pihak perusahaan sudah menyiapkan genset sehingga listrik di ruang tempat penyimpanan ikan tidak sampai mati dan ikan tidak sampai busuk,” ujar Mario, Selasa (7/6) pagi kepada Suara Pembaruan di lokasi.

Ia mengungkapkan, ketinggian banjir rob di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman saat ini merupakan salah satu yang cukup terbesar setelah tahun 2007 lalu.

“Kalau dulu air bisa sedada orang dewasa (hampir dua meter)‎, karena selain menghadapi banjir rob dari laut juga ada limpasan dari kali disekitar Muara Baru, sejak 2007 lalu ya yang paling besar setelahntya ya sejak Sabtu kemarin ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Kebersihan Pelabuhan Perikanan‎ Nizam Zachman, Aprison, mengatakan ketinggian air di kawasan Pelabuhan Perikanan tersebut disebabkan karena adanya dinding tanggul yang mengalami kebocoran di sisi Timur dari Pelabuhan tersebut.

“Ini memang termasuk yang paling parah selama hampir 10 tahun terakhir, makanya anggota kami semua melakukan berbagai upaya untuk memasitikan ketinggian air bisa surut dengan membersihkan bagian- bagian dari saluran air yang tersumbat,” kata Aprison.

Ia ‎mengungkapkan pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak operator bagian teknis serta Pemprov DKI Jakarta untuk memperbaiki tanggul yang mengalami kebocoran tersebut.

“Semoga saja banjir rob dapat semakin surut, karena prediksi dari BMKG banjir rob masih tinggi dalam seminggu ke depan,” tandasnya.

Menurut hasil pengamatan Suara Pembaruan di lokasi, akibat banjir rob tersebut, banyak pengendara sepeda motor yang mengalami mogok mesin, bahkan beberapa mobil juga ada yang mati akibat dari banjir yang masih menggenangi kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Baru.( **/jubir/eshar/desy suci/nuh hasibuan)

Editor  : Walter Manuhutu