108 Ton Lidi Nipah Jambi Di Ekspor Hingga India

Jambi ,BeritaRayaOnline,-Sebanyak 108 ton lidi dari pohon nipah (Nypa fruticans) asal Jambi disertifikasi Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) sebelum diberangkatkan ke India.

Pemeriksaan berupa tindakan karantina yang dilakukan terhadap komoditas lidi sehingga dapat memenuhi persyaratan sanitary dan phytosanitary (SPS) atau persyaratan kesehatan karantina dari negara mitra dagang, yaitu bebas hama dan penyakit target.

Lidi dari urat daun nipah tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan suvenir seperti piring, keranjang buah dan lain-lain.

“Kementerian Pertanian berkomitmen meningkatkan ekspor berbagai komoditas pertanian, tujuannya agar para petani dan pelaku usaha bisa mendapat nilai tambah yang proporsional, selain menjadi masukan devisa bagi negara,” kata Agus Sunanto, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan di Jambi, Kamis (14/3/2019).

Petugas karantina melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik, memastikan komoditas pertanian tersebut bebas hama dan penyakit. Jika ditemukan adanya investasi hama, maka dilakukan tindakan karantina seperti fumigasi atau tindakan karantina lainnya guna mengeliminasi hama tersebut. Hal ini agar tidak terjadi penolakan saat tiba di negara tujuan.

Selain lidi, pada acara tersebut juga diekspor empat komoditas pertanian Jambi lainnya dengan nilai total 9,4 M dengan tujuan ke berbagai negara. Hal ini disampaikan oleh Kepala Karantina Pertanian Jambi, Abidin.

8″Diantaranya ada cangkang sawit sebanyak 8.500 ton tujuan Thailand senilai Rp. 6,6 M, pinang sejumlah 81 ton tujuan Thailand senilar Rp. 1,41 M, lidi berjumlah 108 ton tujuan India senilai Rp. 863,65 juta, kayu olahan total 117,6432 m3 tujuan Taiwan senilai Rp. 453,58 juta dan kelapa bulat sejumlah 27,5 ton tujuan Pakistan senilai Rp. 89,25 juta,” tambahnya.

Selama periode tahun 2018 Jambi mengekspor 49 jenis komoditas pertanian ke 47 negara dengan volume 916.000 ton dan 40.795 m3, serta frekuensi pengiriman sebanyak 2.473 kali dengan nilai 3,95 T lebih. Perbandingan ekspor komoditas pertanian periode Januari – Februari 2018 dengan Januari – Februari 2019 terjadi peningkatan lebih dari 700% untuk komoditas cangkang sawit, dan 257% untuk pinang (cangkang sawit dari 29.723 ton menjadi 221.211 ton; pinang 5.819 ton menjadi 14.988 ton).

“Provinsi Jambi sendiri memiliki potensi yang besar dibidang pertanian. “Pada tahun 2018 total nilai ekspor komoditas pertanian Jambi mencapai Rp. 3,95 T dengan komoditas unggulan diantaranya cangkang sawit, biji pinang, karet lempengan, crude coconut oil (CCO) atau minyak kelapa dan kayu olahan, dengan negara tujuan Jepang, Thailand, Korea Selatan, India dan Malaysia,” ujar Abidin.

Agus Sunanto yang hadir mewakili Kepala Barantan menyampaikan pesan agar petani dan eksportir mendapatkan keuntungan sesuai harapan, langkah yang perlu dilakukan diantaranya dengan memperhatikan waktu panen dan cara penanganan pasca panen yang tepat, sistem sortasi yang efektif, serta efisiensi waktu dan biaya penanganan sampai komoditas siap diekspor.

Ia juga menekankan agar ekspor pertanian tersebut dapat ditingkatkan, baik volumenya maupun tujuan negara mitra dagang yang baru.

“Caranya dengan meningkatkan daya saing ekspor kita dibandingkan dengan sesama negara produsen lainnya, silakan nanti berkoordinasi langsung dengan tim BPTP dan dinas terkait untuk inovasi komoditasnya,” tutur Agus.

Agus juga mengingatkan bahwa bagi masyarakat terutama para milenial di Jambi yang ingin menjadi eksportir pertanian, Kemtan lewat program Agro Gemilang (Ayo Gerakkan Ekspor Produk Pertanian oleh Generasi Millenial Bangsa) membuka pelatihan berbagai komoditas pertanian guna memenuhi standar sanitary dan phytosanitary negara tujuan.

“Hubungi saja kantor karantina terdekat dan ikuti jadwal pelatihannya, mereka juga bisa melakukan bimbingan secara mandiri ke petugas karantina jika diperlukan. “Pokonya kami support penuh, supaya ekspornya lancar,” terang Agus.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, H. M. Dianto, yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa potensi pertanian Jambi harus didukung dengan potensi sumberdaya manusia agar mampu bersaing dan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk para petani dan pelaku usaha.

“Terima kasih Kementerian Pertanian dan Karantina Pertanian, kita semua terutama dari institusi pemerintah harus mendukung pemberdayaan sumberdaya pertanian lokal, agar mampu go internasional supaya manfaat buat semua,” ujar H. M. Dianto.

Ia berpesan agar para petani dan eksportir terus berkoordinasi, bersinergi dan sungguh-sungguh meningkatkan pembangunan pertanian yang berdaulat, mandiri dan berkelanjutan menuju Jambi tuntas 2021.(**/Rilis Kementan)

Editor : Lasman Simanjuntak

 

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan