Terapkan Alat Weigh in Motion,ASTRA Tol Tangerang-Merak Raih Penghargaan Apresiasi Inovasi 2018

Tangerang-BANTEN,BeritaRayaOnline,-Sebagai wujud komitmen dalam penerapan menujuIntelligent Transportation System, ASTRA Tol Tangerang-Merak meraih penghargaan Apresiasi Inovasi 2018 KORAN SINDO untuk kategori Inovasi Produk & Teknologi melalui alat timbang Weigh in Motion (WIM). Penghargaan diterima lansung oleh Tarsisius Wijaya, Direktur Keuangan dan Administrasi PT Marga Mandalasakti pada malam penganugerahan Apresiasi Inovasi bertajuk Sinergi dan Kolaborasi di Hotel The Westin Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 30 Juli 2018.

Penghargaan yang diberikan kepada ASTRA Tol Tangerang-Merak adalah Pelopor Layanan Jalan Tol yang Memanfaatkan TeknologiWeigh in Motion (WIM) sebagai SolusiKomprehensif dalam Upaya PengendalianKendaraan Overload. Inovasi WIM yang sudah diterapkan secara konsisten sejak tahun 2014 dan memberikan dampak positif bagi seluruhstakeholder ini dinilai inovatif dan bervisi jangka panjang sehingga layak mendapatkan apresiasi.

Untuk mendapatkan penghargaan ini ASTRA Tol Tangerang-Merak mengikuti beberapa tahapan, dimulai dari monitoring dan inventarisasi data untuk dilakukan riset dan penilaian oleh pihak panitia yang selanjutnya dilakukan penjurian melalui presentasi materi dihadapan langsung para juri.

Implementasi timbangan elektronik berbasis WIM pertama di Indonesia yang dimiliki ASTRA Tol Tangerang-Merak ini ditanam pertama kalinya di Gerbang Cilegon Baratadalah sebagai bentuk hasil kajian panjang ASTRA Tol Tangerang-Merak untuk menjaga kualitas jalan yang disebabkan oleh kendaraan angkutan barang dengan mutan berlebih (overload). Dari hasil data kajian kendaraan overload mampu mereduksi umur jalan hingga 50% sebelum masanya.

“Sejak tahun 2014 diimplementasikan, ASTRA Tol Tangerang kini memiliki 4 unit WIM yang terpasang pada Gerbang Tol Cilegon Barat, Cilegon Timur, Serang Barat dan Cikande. WIM dapat memprediksi umur jalan, mengevaluasi pemeliharaan serta perawatan perkerasan jalan secara periodik, juga dapat mengukur Vehicle Damage Factor (VDF) yang terjadi pada Ruas Tol Tangerang-Merak,” ujar Sunarto Sastrowiyoto, Direktur Teknik dan Operasi PT Marga Mandalasakti.

Dengan adanya WIM, ASTRA Tol Tangerang-Merak mampu mengupayakan penertiban kendaraan overload yang diintegrasikandengan sistem peralatan transaksi tol. WIM dapat mengukur beban kendaraan sehingga dapat menunjukan tingkat akurasi yang tinggi dalam melakukan justifikasi kendaraan angkutan barang bermuatan lebih. Akurasi WIM dikalibrasi ulang setiap tahunnya, dan disertifikasi langsung oleh Badan Metrologi.

Kendaraan yang melintasi WIM, akan secara otomatis ditimbang dan diketahui bobotnya, jika  melebihi kapasitas beban yang diizinkan akan diberi tiket khusus untuk keluar gerbang tol terdekat.

“Dengan demikian, diharapkan pengguna jalan menjadi lebih tertib dengan berkendara sesuai beban muatan kendaraan sehingga potensi pengurangan umur jalan kami akibat kendaraan overload menurun dan jalan kami pun terlindungi,” tambah Sunarto.

Penertiban ini terbukti mampu menurunkan tingkat kecelakaan yang disebabkan karena kendaraan overload sebesar 76%. Sejak diterapkannya pada tahun 2014, ASTRA Tol Tangerang-Merak secara konsisten melakukan sosialisasi baik melalui media, kegiatan bersama badan usaha jalan tol (BUJT) lain dan langsung mendatangi kawasan industri. ASTRA Tol Tangerang-Merak juga berkoordinasi dan mendorong seluruh stakeholder terutama pemerintah baik Badan Pengatur Jalan Tol maupun Kementerian Dinas Perhubungan untuk juga dapat menertibkan kendaraan overload demi sistem infrastruktur jaringan jalan yang lebih baik.

Melalui inovasi ini, ASTRA Tol Tangerang-Merak menjadi yang pertama dan diharapkan dapat menjadi pendorong bagi pengelola jalan tol lainnya serta regulator dalam penerapansistem timbangan elektronik dan memberlakukan mekanisme pengaturan kendaraan overload yang terintegrasi dengan sistem jaringan jalan di Indonesia.(**/Press Rilis)

Editor : Pulo Lasman Simanjuntak

 

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan