Soal Buku IPS Sebut Yerusalem Ibukota Israel, Menko Puan Ingin Proses Penyusunan Buku Harus Dicek dan Ricek

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyesalkan atas beredarnya buku pelajaran IPS untuk siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) yang menyebutkan Yerusalem sebagai ibukota Israel. ‘’Ini adalah keteledoran yang harusnya tidak terjadi. Ke depan, proses penyusunan buku itu harus benar-benar cermat. Kalau draft selesai disusun, mestinya ya ada tim supervisi yang melakukan cek dan ricek isinya, termasuk gambar dan ilustrasinya,” ucapnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta Rabu (13/12).

Sebelumnya, isu tentang buku pelajaran yang menyebutkan Yerusalem adalah ibukota Israel itu sempat membuat heboh di media sosial. Rupanya di halaman 64 pada buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, kelas 6 SD yang diterbitkan oleh Intan Pariwara dan Yudistira itu, jelas menyebutkan bahwa negara Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Foto-foto halaman 64 itu beredar di medsos.
Terkait hal ini, Puan menyayangkan bahwa kesaalahan pada buku yang diterbitkan tahun 2009 itu baru diketahui sekarang.

Menko PMK itu juga menyinggung adanya sejumlah kasus tentang buku-buku SD yang kontennya tidak sesuai dengan acuan kurikulum. Maka, Puan Maharani mendukung keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang menarik buku tersebut dari peredaran, dan menghapus tautan buku tersebut dari situs Kemendikbud.

Lebih jauh, Puan mengharapkan agar dalam edisi terbaru bisa dipastikan bahwa kesalahan tersebut sudah dikoreksi. ‘’Secara umum kami mengharapkan bahwa semua buku pelajaran yang akan naik cetak sudah dicek secara saksama agar tak ada konten yang menyimpang,’’ kata Puan..
Menko PMK juga meminta peran aktif orang tua atau guru untuk ikut bersama-sama mengawasi kualitas buku-buku sekolah. “Dengan begitu, kalau ada yang tidak sesuai, akan lebih cepat diketahui dan dikoreksi,” ujar Puan pula.(***)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan