Renungan Firman : Perumpamaan Tentang Seorang Penabur

Renungan Hari Ini :

Syalom… selamat siang…saya mau membaca Firman Tuhan dalam Matius 13 : 4-8 dan Matius 13 :19-23 ” Perumpamaan tentang Seorang Penabur”.

Perumpamaan yang disampaikan Yesus Kristus ini sekedar mengingatkan kita bahwa ; Firman Tuhan (benih) yang ‘ditabur’ Allah ,hendaknya dapat TUMBUH dan BERBUAH di dalam kehidupan pribadi, khususnya kerohanian kita.

1) “Benih yang jatuh di pinggir jalan, dimakan burung sampai habis” (Matius 13 : 4).

Jawabannya (Matius 13:19) : “Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat, dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu, itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

Pesan rohani (A) hati-hati selalu waspada, setan/iblis/si jahat dapat “mengambil” Firman yang sudah ditabur di dalam hati kita.Kita harus mengerti Firman Tuhan dengan terus menyelidiki Alkitab sambil terus berdoa dan minta Hikmat pengertian dari surga.

2)”Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.Tetapi, sesudah matahari terbit, layulah ia, dan menjadi kering karena tidak berakar. (Matius 13 :5-6).

Jawabannya (Matius 13:20) :”Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu, dan segera menerimanya dengan gembira.Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja.Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

Pesan rohani (B) : kita-mula pertama-sering menerima Firman Tuhan dengan gembira, senang, dan semangat menggebu-gebu.Namun, Firman Tuhan yang ditabur itu kurang kuat dan TAK BERAKAR, hanya tahan sebentar saja.Begitu ada PENINDASAN atau PENGANIAYAAN karena firman itu, kita sering langsung lemah, tak berdaya, dan akhirnya “hilang” atau murtad.

3) “Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu, dan menghimpitnya sampai mati” (Matius 13 : 7)

Jawabannya (Matius 13 : 22) : “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah” .

Pesan rohani (C) : kembali kita harus berhati-hati dan senantiasa waspada.Kadang kesibukan yang luar biasa -dalam pekerjaan atau mengumpulkan harta di dunia- kita sering lupa atau alpa.Keasyikan bekerja keras untuk mengumpulkan kekayaan materi di dunia, bisa membuat kita kadangkala lupa kepada Allah.Bagi pelayan-pelayan Tuhan, harus tetap sisihkan”waktu” untuk Tuhan.(Matius 6:33).

4) “Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat” (Matius 13:8).

Jawabannya ( Matius 13:23) : “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan firman itu dan mengerti, karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Pesan rohani (D) : hal ini yang diinginkan oleh Tuhan Yesus, bahwa Firman Tuhan yang ditabur itu akan menjadikan diri kita untuk BERTOBAT.(Kisah Rasul 2 :38,2 Petrus 3:9, Kisah 3:19, dan Yesaya 15:30)

Kemudia, BERTUMBUH (BERTUMBUH DALAM KRISTUS- 1 Petrus 2:2, Efesus 4:15, Yohanes 15: 4-5, dan 2 Korintus 3:8).

Setelah itu BERBUAH-BERBUAH ROH (Galatia 5: 22-kasih sukacita, damai sejahtera,kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri).

Maka kesimpulannya, biarlah setiap hari kita membaca, menyelidiki, dan mempraktikkan Firman Tuhan yang telah “ditabur” itu dengan terlebih dahulu berdoa minta tuntunan Roh Kudus agar kita diberikan Roh Rendah Hati. (Kisah Rasul 17 :11 da Yakobus 1 :22) .

Sehingga pada akhirnya- hati kita dipenuhi dengan Roh Kudus- hati kita diperbarui denga Roh yang teguh dan kuat (Efesus 6:10) .

Menjadi CIPTAAN BARU dalam Kristus, dan hidup senantiasa dalam Kristus Yesus (Galatia 2:22).

Dengan demikian sempurnalah tabiat kita yang akan menyerupai tabiat Kristus, dan telah siap pula menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali.

Amin…Tuhan memberkati.

Pamulang, Minggu 22/7/2018
Pukul 23.25 wib

Lasman Simanjuntak/Ketua Jemaat GMAHK Jatinegara

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan