Puisi Rohani : Tuhan, Ajarkan Aku Untuk Bertobat

Puisi Rohani : Pulo Lasman Simanjuntak

Tuhan, Ajarkan Aku Untuk Bertobat

Aku ingin berbalik kepada Tuhan setelah sepuluh tahun tubuhku ditenggelamkan
dalam baptisan kudus
tetapi tanpa iman.
Telah ‘kucuri’ berkali-kali perhatian dunia yang huni bayi-bayi iblis
ketimbang panggilan untuk pelayanan pekerjaan Tuhan
di rumah ibadah tiap tahun silam.

Aku Ingin berbalik kepada Tuhan
setelah kudengar Raja Daud berfirman dalam Kitab Mazmur Pasal 29
maka ‘Suara Tuhan’ kembali kudengar lewat Hamba Tuhan
yang diurapi di puncak-puncak gunung dengan pepohonan.

Dan engkaupun sahabat dalam iman berkata garang:
“Suara Tuhan penuh kekuatan
Suara Tuhan mematahkan pohon aras
Suara Tuhan membuat padang gurun gemetar
Suara Tuhan membuat beranak rusa betina yang tengah mengandung.”

Aku terperangah……
sujud menyembah Tuhan yang kudus
sambil meminta pengampunan dosa-dosa yang berulangkali kutorehkan dalam rumah Tuhan.
O, seperti pertobatan Rasul Petrus
menangis saat ayam berkokok tiga kali.Dan aku juga menangis.

Ajarkan aku untuk bertobat, ya, Tuhan……
tak ada lagi amarah dan dendam
membeku seperti sengatan matahari pagi
di padang gurun dipenuhi ular-ular berbisa.
Cairkan, Tuhan, hati yang mengeras ini
dengan iman yang kubangun bersama Roh Tuhan.
Tak ada lagi dusta dalam doa dan pengharapan
panggil aku,ya, Tuhan…..
untuk melayaniMu
setia memelihara hukum-hukum Allah
dan kesaksian tentang Yesus Kristus.
Terpujilah Engkau tuhan mulai sekarang sampai selama-lamanya.

(puisi ini ditulis oleh penyair Pulo Lasman Simanjuntak yang bercerita tentang prosesi pertobatan dalam perjalanan sepuluh tahun bersama Tuhan)

Aku ingin berbalik kepada Tuhan setelah sepuluh tahun tubuhku ditenggelamkan
dalam baptisan kudus-
tetapi tanpa iman.

Telah ‘kucuri’ berkali-kali perhatian dunia yang dihuni bayi-bayi iblis
ketimbang panggilan untuk pelayanan pekerjaan Tuhan
di rumah ibadah tiap tahun silam.Aku Ingin berbalik kepada Tuhan
setelah kudengar Raja Daud berfirman dalam Kitab Mazmur Pasal 29
maka ‘Suara Tuhan’ kembali kudengar lewat Hamba Tuhan
yang diurapi di puncak-puncak gunung dengan pepohonan.Dan engkaupun sahabat dalam iman berkata garang:
“Suara Tuhan penuh kekuatan
Suara Tuhan mematahkan pohon aras
Suara Tuhan membuat padang gurun gemetar
Suara Tuhan membuat beranak rusa betina yang tengah mengandung.”Aku terperangah……
sujud menyembah Tuhan yang kudus
sambil meminta pengampunan dosa-dosa yang berulangkali kutorehkan dalam rumah Tuhan.
O, seperti pertobatan Rasul Petrus
menangis saat ayam berkokok tiga kali.Dan aku juga menangis.Ajarkan aku untuk bertobat, ya, Tuhan……
tak ada lagi amarah dan dendam
membeku seperti sengatan matahari pagi
di padang gurun dipenuhi ular-ular berbisa.
Cairkan, Tuhan, hati yang mengeras ini
dengan iman yang kubangun bersama Roh Tuhan.
Tak ada lagi dusta dalam doa dan pengharapan
panggil aku,ya, Tuhan…..
untuk melayaniMu
setia memelihara hukum-hukum Allah
dan kesaksian tentang Yesus Kristus.
Terpujilah Engkau tuhan mulai sekarang sampai selama-lamanya.
Bekasi, 2009

Puisi Rohani :

Aku Mau Cari Kerajaan Allah

Sebelas tahun akan kupintal perjalanan rohani ini untuk menuju kota Kanaan di Surgawi
meskipun kutahu batu-batu tajam kadangkala menghantam imanku tanpa ampun
ya, dalam keterasingan dan kemiskinan hebat
kuingin mencari Kerajaan Allah dimana pun aku berada.

Kutahu dalam Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

O, sungguh kata dan janji Tuhan Yesus Kristus yang begitu indah.Aku harus mencari Kerajaan Allah dalam puisi ini.

Bila nanti dalam perjalanan selanjutnya dalam mencari Kerajaan Allah, diriku pasti terombang-ambing seperti sebuah kapal tua mengarungi samudera luas.

Aku tak akan putus asa mencari Kerajaan Allah
dalam bekerja ada kebaikan dan kejujuran
dalam keluarga menjadi imam yang baik
dalam pergaulan sosial jadi ‘terang’ dan jadi ‘garam’ untuk dunia tersesat.Kerajaan Allah, ya, Kerajaan Allah yang telah dinubuatkan oleh Nabi Daniel
selalu ada dihati, jiwa, dan pikiran
mulai sekarang kuberitakan Firman Tuhan
karena telah banyak jiwa-jiwa yang hilang
atau domba yang terlepas dari kandang-NYa.Atas nama Tuhan……..
puisi ini juga ingin berbicara apa saja yang berhubungan dengan Roh Tuhan
puisi ini juga ingin berbicara tentang ‘Suara Tuhan’ yang dasyat
dalam kegelisahaan setiap saat
dalam kekuatiran setiap waktu
kekeringan, kelaparan, kedinginan, dan kehausan
akan teratasi oleh Tuhan
asalkan kucari Kerajaan Allah.Dan kini kutemukan sudah Kerajaan Allah yang sesungguhnya
lewat seorang Hamba Allah yang diurapi
namun,hari-hari berikutnya imanku seperti ingin dibakar
kembali terjatuh akan masa depan tanpa makan, tanpa pakaian, dan tanpa uang.
O, kuatkan kami dalam kerohanian dan kesetiaan ini.Pamulang , tahun 2010

Tulang-Tulang Rohani Diremukkan

Inilah tubuh rohaniku yang telah kupersembahkan selama sembilan abad dalam rumah Tuhan.

Dalam pelayanan kepalaku terus mengecil.bergerilya di atas batu-batu di ujung akhir tahun otakku yang pecah masih rajin memuji nama Tuhan.

Lihatlah, tubuh rohaniku dipotong-potong dengan pisau kematian

bola mataku sulit dipejamkan takut melihat matahari

terkapar sendirian di trotoar jalan sambil menjual perabotan perkawinan

harga saham terendah di bursa dunia.

Jakarta, 30 Desember 2008

Airmata Menyerbu

Sebuah kota lahir dari perutmu

deras seperti aliran sungai

menuju ke muara rembulan.

Apalagi harus ditikam

saudara kembar memecahkan

bumi bergerak pelan

oi, sunyi ini akan makin berlemak.

Pamulang, Juli 2012

 

Lidah

Sepotong daging membakar hutan binatang-binatang menjalar tak dapat dijinakkan.Racun mematikan jadi berkat atau kutuk binatang-binatang laut tak dapat disingkirkan.Benda-benda rusak sumber air tawar sumber air pahit.Burung-burung tak dapat terbang ke udara tinggi sekali.Semua itu hanya kata-kata pujian lihat teladan Mesias dengan kata-kata indah seperti puisi yang dapat direnungkan.

Bekasi, 6 Agustus 2005

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan