Menteri PUPR : Proyek Rehabilitasi Venues GBK Jadi Ikon Puluhan Tahun ke Depan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berfoto bersama usai penandatanganan kontrak pembangunan/rehabilitasi venues GBK Senayan di Jakarta, Senin sore (15/8/2016). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Teks Foto : Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berfoto bersama usai penandatanganan kontrak pembangunan/rehabilitasi venues GBK Senayan di Jakarta, Senin sore (15/8/2016). (Foto : Lasman Simanjuntak/BeritaRayaOnline)

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Renovasi venue dan kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dinilai perlu sehingga dana yang tidak sedikit pun digelontorkan.

Tidak tanggung-tanggung, total anggaran yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) adalah sebesar Rp 2,8 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan proyek ini akan menjadi ikon dalam puluhan tahun ke depan.

“GBK ini letaknya di tengah kota, maka pernak-perniknya harus lebih teliti. Bangunan gedung pasti kelihatan jelas,” ujar Basuki saat penandatanganan kontrak pembangunan atau renovasi GBK, di Gedung Pusat Pengelola Kompleks GBK, Jakarta, Senin sore (15/8/2016).

Ia mengingatkan, terakhir kali GBK pernah menjadi lokasi penyelenggaraan Asian Games adalah pada 1962. Hingga saat ini, belum ada perbaikan atau renovasi besar-besaran di kawasan atau venue GBK.

Dengan adanya perhelatan Asian Games XVIII, yaitu dua tahun mendatang di Jakarta, GBK bisa lebih cantik dan berfungsi maksimal lagi dengan perbaikan infrastruktur.

Selain dipersiapkan untuk GBK, menurut Basuki, perbaikan juga bisa mengangkat pamor GBK sebagai ikon venue olahraga di tengah-tengah bangunan tinggi Jakarta.

Paket-paket pekerjaan dilaksanakan dengan menggunakan sistem Kontrak Terintegrasi Rancang Bangun (Design & Build) dan Sistem Kontrak Konvensional.

Rincian kegiatan pembangunan/rehabilitasi di atas terdiri dari 12 bangunan, Training Facility dan Penataan Kawasan GBK Senayan dan Penataan Kawasan Wisma Atlet Kemayoran.

Termasuk 9 (sembilan) Paket Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun (Design and Build), 10 (sepuluh) Paket Pekerjaan Manajemen Konstruksi dan 2 (dua) Paket Pekerjaan Perencanaan Penataan Kawasan.

Kontraktor yang terlibat yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Virama Karya (Persero), PT Deta Decon, PT Sangkuriang, PT Artefak Arkindo, dan PT Arkitek Team Empat.

Kerja Satu TIM

Pemerintah memulai prosesi renovasi Kawasan Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno (GBK). Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak empat paket kegiatan fisik Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun (Design and Build) serta lima paket kegiatan Jasa Konsultansi Manajemen Konstruksi.

“Kita sekarang sudah satu tim dalam pekerjaan ini, mulai dari Jakabaring, Kemayoran dan yang di GBK, saya ingin seluruh tanggung jawab rehabilitasi berikut pengawasan dilakukan oleh bangsa sendiri,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Menteri Basuki menekankan para pelaksana proyek sekaligus pengawas bekerja dengan berpedoman pada konsep Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). “Kerja harus rapi, saya tidak usah rekrut orang Jepang lagi untuk ini, kita bisa bekerja sebaik mungkin,” tegasnya.

Ia menerangkan, Kemenpupera melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya ditugaskan menangani pembangunan dan renovasi 12 bangunan venues, Training Facility dan penataan kawasan di kompleks GBK Senayan serta Wisma Atlet Kemayoran.

Waktu pelaksanaan paket-paket pekerjaan perencanaan dan fisik ditargetkan sebelum November 2017 untuk terlebih dahulu digunakan dalam event Asian Youth Games 2017. “Ini sebagai test event ajang Asian Games XVIII 2018,” katanya.

Paket-paket pekerjaan yang dimaksud dilaksanakan dengan menggunakan Sistem Kontrak Terintegrasi Rancang Bangun dan Sistem Kontrak Konvensional.

Kegiatan pembangunan dan rehabilitasi terdiri dari 12 bangunan venues, training vacilities dan penataan kawasan GBK Senayan serta penataan kawasan Wisma Atlet Kemayoran, terdiri dari sembilan Paket Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun, sepuluh Paket Pekerjaan Manajemen Konstruksi dan dua Paket Pekerjaan Perencanaan Kawasan.

Paket-Paket pekerjaan tersebut dilaksanakan lebih dari satu tahun anggaran (2016-2017) secara multi years contract dengan total nilai anggaran sebesar Rp 2,8 triliun.

Seperti diketahui, berkaitan dengan penyelenggaraan Asian Games XVIII-2018 di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus 2018, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2/2016.

Inpres berisi Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII-2018 yang menginstruksikan kemenpupera memfasilitasi pembangunan sarana dan prasarana cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada event tersebut beserta infrastruktur pendukungnya.

Lokasi penyelenggaraan akan dipusatkan di kompleks Olahraga GBK Senayan, Kawasan Wisma Atlet Kemayoran dan Jakabaring Sport City. Pada 1962, Kawasan Kompleks Olahraga GBK pernah menjadi lokasi penyelenggaraan Asian Games IV.

Namun saat ini kawasan tersebut memerlukan perbaikan infrastruktur dan sarana serta prasarana untuk memenuhi persyaratan teknis dari Olympic Council of Asia (OCA). Untuk kawasan Wisma Atlet Kemayoran, diperlukan dukungan infrastruktur berupa Penataan Kawasan dalam rangka mendukung keberhasilan penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018 mendatang.

Dimulai 29 Februari 2016
“Pengadaan barang dan jasa telah dimulai sejak 29 Februari 2016 yang pada hari ini dilakukan kontrak empat paket rancang bangun dulu dan lima paket manajemen konstruksi,” ujar  Ajar Prayudi , Direktur Bina Penataan Bangunan Cipta Karya, Kementerian PUPR, dalam sambutannya, di Kantor Pusat Pengelola Kawasan GBK, Senin (15/8/2016).

Kegiatan pembangunan atau rehabilitasi mencakup 12 venue, fasilitas latihan, dan penataan kawasan GBK Senayan dan Penataan Kawasan Wisma Atlet KemayoranAdapun perusahaan kontraktor yang menandatangani meliputi, PT Adhi Karya (Persero) yang akan merenovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan nilai kotrak Rp769,6 miliar, PT Waskita Karya (Persero) dengan nilai kontrak mencapai Rp274,6 miliar yang akan merenovasi Stadion Renang GBK, dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama dengan nilai Rp95,5 miliar mencakup renovasi Lapangan Hoki, Lapangan Panahan, dan Lapangan Sepakbola A/B/C GBK.

Kemudian untuk renovasi Stadion Tenis Indoor dan Tenis Putdoor Centercourt GBK dipegang oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dengan nilai kontrak Rp92,8 miliar.

Sedangkan untuk Paket Manajemen Konstruksi Induk Pembangunan dan Renovasi Bangunan Venue dan Penataan Kawasan GBK dan Wisma Atlet dipegang oleh PT Virama Karya (Persero) dengan nilai kkntrak Rp5,8 miliar, Stadion Utama GBK oleh PT Deta Decon Rp9,5 miliar, Stadion Renang Aquatic PT Sangkuriang dengan nilai kontrak Rp4 miliar, Lapangan Hoki, Panahan, dan Lapangan ABC PT Artefak Arkindo Rp1,7 miliar, dan Stadion Tenis Indoor dipegang oleh PT Arkitek Team Empat senilai Rp1,7 miliar.

Total nilai kontrak dari kedua paket tersebut masing-masing Rp1,2 triliun untuk Paket Rancang Bangun dan Rp22,9 miliar untuk Paket Manajemen Konstruksi.

 Awalnya, renovasi kawa­san Gelora Bung Karno (G­BK) akan dimulai pada akhir Juli. Namun, bulan Agustus ini jus­tru baru memulai pe­nanda­tanga­nan kontrak de­ngan pi­hak penyedia jasa.

Sudah begitu, baru empat paket pengerjaan renovasi ve­nue di kawasan GBK –dari tu­juh paket– yang ditandata­nga­ni kontraknya. Sisa tiga pa­ket pengerjaan renovasi lain­nya masih mendapatkan sang­gahan dan baru pada bulan No­vember akan men­dapatkan pe­menang tender.

Acara penandatanganan em­pat paket pengerjaan reno­vasi venue itu sendiri dilaku­kan oleh Kementerian Peker­jaan Umum dan Perumahan Rak­yat (PUPR) melalui Dire­ktorat Jenderal Cipta Karya de­ngan penyedia jasa kontruk­si terintegrasi rancang dan ba­ngun. Acara penandatanganan yang berlangsung di Gedung PPK GBK, Senin (15/8/2016), itu disaksikan Basuki, perwaki­lan Kemenpora Deputi IV Pe­ningkatan Prestasi Olaraga, Ga­tot S. Dewa Broto, dan per­wakilan Mensetneg.

Empat paket pengerjaan re­novasi itu mencakup Stadion Utama GBK, Stadion Renang, Lapangan Hoki, Lapangan Pa­nahan, Lapangan A/B/C GB­K, serta Stadion Tenis Indoor dan Outdoor Center Court GBK. Nantinya, arena-arena tersebut akan terlebih dulu di­gunakan untuk ajang Asian Youth Ga­mes 2017.

Meski molor, di­yakini bahwa renovasi kawa­san GBK ini akan selesai tepat waktu. Pada 2018 nanti, kawa­san ini akan dijadikan tempat berlangsung perhelatan Asian Games 2018.

Diharapkan dengan ada­nya penandatanganan ini bisa selesai tepat waktu, karena Kementerian PUPR  juga dibatasi waktu dan ada Asian Youth Games pada 2017. Jadi, target re­habilitasi GBK ini akan se­lesai Oktober 2017.(*/dari berbagai sumber/bro-1)

Editor    : Pulo Lasman Simanjuntak

 

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan