Penggunaan Teknologi Paradigma Baru Dukung Peningkatan Produksi

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Pemerintah Jokowi-JK berkomitmen terhadap kemandirian pangan nasional melalui pembangunan pertanian yang berpihak kepada petani. Walaupun belakangan ini keberadaan pangan menjadi perhatian masyarakat terkait kebijakan pemerintah mengimpor beras.

Impor dilakukan untuk memenuhi stok pangan nasional. Kebijakan ini sudah melalui pertimbangan yang matang dengan melibatkan berbagai kepentingan sehingga kebijakan ini tidak perlu lagi diperdebatkan.

“Pemerintah memiliki pertimbangan yang matang terkait kebijakan impor beras, sehingga hal ini tidak perlu didebatkan lagi,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto yang hadir sebagai pembicara dalam Kemandirian Pangan Untuk Kesejahteraan Rakyat dalam rangka memperingati 50 tahun Partai Golongan Karya (Golkar) yang diselenggarakan di Ruang Nusantara IV, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senin (12/2/2018).

Sementara itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang juga hadir sebagai nara sumber mengatakan untuk mencapai kedaulatan pangan harus menggunakan teknologi dengan paradigma baru dalam upaya peningkatan produksi ,yang bisa membuat kita berdaulat pangan adalah dengan mekanisasi pertanian.

Amran mengatakan lagi untuk mendukung hal tersebut, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah yang dilakukan untuk mewujudkan kemandirian pangan. Diantaranya Kementerian Pertanian telah melakukan perombakan regulasi yang menghambat diantaranya revisi perpres 172/2014, terkait pengadaan benih, pupuk, pestisida dan alsintan.

“Selain itu refocusing anggaran Kementerian Pertanian 2018, sebesar¬† Rp 22.6 triliun, dan Rp 19, 3 triliun atau 85 % dari pagu anggaran dialokasikan untuk kepentingan petani,” katanya.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hertarto mengatakan kemandirian sejalan dengan 3 program rakyat dari Gollkar yaitu pertama sembako murah,  sembako yang tersedia dan terjangkau,  kedua keberadaan lapangan kerja untuk rakyat, dan ketiga adalah rumah murah untuk rakyat.

“Untuk itu saya sangat mengapresiasi sektor pertanian selain meningkatkan produksi juga upaya mensejahterakan petani,” ujarnya. (*/Biro Humas dan IP/Bro-2)

Editor : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan