Pdt.Johanis Ronny Wenas : Surga Harus Dimulai dari Diri Kita Sendiri

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Puncak Ibadah Kebangunan Rohani (KKR) Celebration Wilayah VII bertemakan “Kesetiaan Terhadap Firman-Nya” yang melibatkan 10 gereja berlangsung sejak Senin (10/9/2018) dan Selasa (11/9/1019) di gereja masing-masing.

Kemudian dilanjutkan di Auditorium GOR Otista, Jakarta Timur, mulai Rabu (12/9/2018), Kamis (13/9/2018), dan Jumat (14/9/2018).

Puji Tuhan, pada Sabat pagi sampai siang sekitar pukul 14.00 wib (Sabtu,15/9/2018) puncak ibadah KKR-17 jiwa baptisan-ditutup oleh Pdt.Johanis Ronny Wenas,M.Min, Direktur Pemuda Advent GMAHK Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB) dengan judul khotbah “Identitas Umat Allah”.

Dengan ayat inti 1 Petrus 2:9-10, ayat sahut-sahutan Yohanes 13: 31-35, dan ayat persembahan Matius 7:7, Pdt.Johanis Wenas-kepada 17 jiwa yang baru dibaptis-berpesan,” Bagi yang baru dibaptis, perjalanan kerohanian ke depan tak selalu berjalan dengan mulus.Kita harus banyak bersabar, bila kelak menghadapi penderitaan, kesengsaraan, kesakitan, dan pencobaan.”

Pdt.Johanis Ronny Wenas-mengaku serasa pulang ke rumah-karena tiga tahun pernah sebagai gembala di GMAHK Rawamangun dan satu tahun di GMAHK Cawang, berpesan lagi, umat gereja advent dengan identitas menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali (Yohanes 14:3).

“Umat advent harus ingat, surga harus dimulai di dunia ini.Kita akan melihat wajah Yesus seperti tertulis dalam Wahyu 22:4.Katakan, saya ingin bertemu Yesus yang telah mengasihi saya.Di surga kita akan bertemu Yesus.Oleh karena itu surga harus dimulai dari diri kita sendiri dengan meditasi, banyak berdoa dan terus belajar Firman Tuhan, ” kilahnya kepada 17 jiwa yang baru dibaptis.

“Tuhan, apa yang harus saya lakukan?Saya harus bertemu Yesus di surga, yang selama ini telah mengasihi saya.Baca Ibrani 12:2, mari fokus terus memandang Yesus.Bagi jiwa yang baru dibaptis, pesan saya, jangan lihat ke kanan atau ke kiri, nanti akan kecewa.Tetap pandang Yesus Kristus.Sehingga bila Yesus datang kedua kali tak satu pun kita yang tertinggal di dunia yang telah penuh dosa ini.Kita siap diangkat untuk masuk ke surga,” pesannya.

Dalam awal pembukaan khotbahnya-khusus menyambut Pathfinder Day se-Dunia-Pdt.Johanis Ronny Wenas mengatakan saat ini  Pathfinder  dan kakak-kakak  Master Guide (Mg) telah membuka kelas  khusus untuk kaum bisu tuli.

“Pada 10 kota di Indonesia, kami telah mengadakan penelitian dan riset yakni bagaimana persiapan menghadapi bencana alam (misal gempa bumi atau kebakaran) untuk kaum bisu tuli.Sebab bila mereka ada di sebuah gedung, hotel, atau mall, ada bunyi alram sebagai tanda bahaya untuk segera menyelamatkan diri.Tentu saja mereka yang tuli dan bisu tak tahu dan tak mengerti.BNPB akhirnya mengambil riset atau penelitian dari kami (Patfinder dan Master Guide-red).Bahkan dari kurang lebih 22 negara Asia-Pasifik yang menghadiri kongress di Mongolia, dipilihlah 5 champion presentasi.Dan, salah satunya Indonesia yang mendapatkan  champion dan diwakili presentasi dari Adra dan Pathfinder melalui BNPB.Ketika mempresentasikan, kami menggunakan pakaian atau seragam Pathfinder,”ujarnya.

Pada kesempatan itu Pdt.Johanis Ronny Wenas “membedah” ayat inti 1 Petrus 2: 9-10 yang berkata,” Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan, kepada terangNya yang ajaib.Kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”

“Lakukan meditasi, doa, dan baca Alkitab.Bila kita banyak berdoa, kita banyak menjangkau jiwa-jiwa,”ucapnya seraya mengutip buku roh nubuat Ellen G.WhiteThe Desire of Ages” (halaman 362).”Sementara kita bekerja dengan sungguh-sungguh demi keselamatan yang hilang.Kita juga harus menggunakan waktu meditasi, doa, dan belajar Firman Allah.Hanya pekerjaan yang dilakukan dengan banyak berdoa, yang disucikan oleh kebaikan Kristus, pada akhirnya akan membuktikan kesuksesan pekerjaan demi kebaikan.”

Pdt.Johanis Ronny Wenas, lalu memberikan kesaksian waktu melayani sebagai gembala di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).”Di Flores saya membuka tiga KPA atau Care Group, namun tak ada yang mau membaptis.Lalu saya berkenalan dengan seorang mahasiswa yang sedang belajar suara nubuatan.Mahasiswa ini sungguh cerdas, bisa mengisi semua pertanyaan tertulis suara nubuatan.Akhirnya, tanpa sengaja, saya kembali bertemu dengan mahasiswa ini, ketika saya bertamu ke sebuah keluarga.Mahasiwa ini sedang memberikan pelajaran Alkitab di belakang halaman rumah .Lalu ia berkata, biar pendeta yang mengajar saja.Saya lalu mengajar, dan puji Tuhan, tujuh orang dibaptis,” katanya.

“Sering  untuk mencari jiwa, kita tak minta kepada Tuhan.Saya berdoa minta jiwa kepada Tuhan.doa tak cukup untuk diri sendiri dan keluarga.Doa seperti menjadi ‘kering’.Doa rutin seperti ini, bangun pagihari berdoa syukur telah dibangunkan Tuhan dengan nafas hidup yang baru dan tubuh yang sehat.lalu baca Firman, kerja, dan anak-anak pergi ke sekolah.Pulang malam, kumpul keluarga lagi.Diskusi Sekolah Sabat (SS), berangkat tidur, berdoa, dan amin.Dari hari, minggu, bulan, dan tahun, doa rutin seperti ini.Karena doa hanya untuk diri sendiri, akhirnya tak dapat jiwa,” katanya lagi.

Bahkan, lanjutnya, kita sering berdoa minta mobil, rumah, uang, dan pekerjaan yang baik.Doa kita dijawab, tetapi semua ini akan “hilang” dan akan ditinggalkan.

“Tak dapat jiwa.Oleh karena itu bangun kerohanian kita.Apalagi jiwa itu akan ‘dibawa’ ke surga.Doa minta satu jiwa, akan ‘dibawa’ ke surga.Minta kuasa Roh Kudus,” kilahnya seraya mengutip tulisan Ellen G White (EGW Akon Hal 190) “berdoalah lebih banyak daripada engkau menyanyi “.

“Menyanyi itu perlu, tetapi anak muda harus  lebih banyak berdoa,”selanya.

Dalam khotbah “Identitas Umat Allah”, dikutip Firman Tuhan dalam Wahyu 14:12, dan Wahyu 12:17.Kemudian Yohanes 14:3 dan Yohanes 16:33.”Identitas gereja advent adalah menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali,”ucapnya.

Pdt.Johanis Ronny Wenas-disela-sela khotbahnya- juga memberikan gambaran tentang dunia masa kini.Sekarang zaman dunia post-moderen yakni dunia gadget (netgeneration).”Sekarang dunia sedang dilanda netgeneration.Kebenaran harus punya manfaat,” ujarnya.

“Bahkan karena dianggap hidup di bumi sudah tak aman lagi, kita sedang dirancang sebuah negara baru bernama Asgardia hidup di luar angkasa, karena bumi sudah tak aman lagi.Sudah banyak penduduk bumi yang melamar, termasuk orang Indonesia.Sebanyak 11 ribu orang telah melamar untuk bisa hidup di negara Asgardia.Mereka akan membuat pesawat luar angkasa untuk menampung 200 juta orang.Sebagai umat advent kita tak boleh mendaftar ke negara Asgardia karena ada janji Tuhan , asalkan kita tetap taat  dan setia kepada Tuhan,” katanya.(Bro-2)

Editor : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan