Optimalisasi GN AKSA Untuk Cegah Dan Turunkan Angka Kekerasan Seksual Terhadap Anak

 

 

 

 

 

 

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Sebagian besar kasus kekerasan seksual terhadap anak dipengaruhi salah satunya oleh gaya hidup pelajar yang cenderung bebas. “Banyak kalangan pelajar saat ini tidak memperhatikan norma yang berlaku, akhirnya mengakibatkan mereka terjun ke seks bebas,” ucap Asisten Deputi (Asdep) Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Kemenko PMK, Marwan Syaukani.

Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 60 persen remaja Indonesia di tingkat SMP dan SMA sudah pernah melakukan hubungan seksual dan sekiatar 20 persen pernah melakukan aborsi. “Kita memiliki tugas bersama untuk mencegah kekerasan di satuan unit pendidikan dan pergaulan pelajar yang tidak memperhatikan norma” tambah Marwan.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, selain dibutuhkan kerjasama yang kuat antar lembaga, program-program perlindungan anak yang sudah ada juga perlu dioptimalisasi sehingga upaya penurunan angka kekerasan seksual dapat secara efektif dilakukan.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK Sujatmiko, saat ini pemerintah memiliki Program Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak (GN-AKSA). “GN AKSA merupakan program penting yang harus dioptimalisasi implementasinya supaya dapat semakin menekan angka kekerasan seksual terhadap anak” jelas Sujatmiko.

Menurut Sujatmiko, selain gaya hidup pelajar saat ini yang bebas, penggunaan gawai (gadget) juga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kekerasan seksual terhadap anak. “Pornografi masih menjadi masalah serius bagi pencegahan kekerasan seksual terhadap anak, dan serangan pornografi sudah ada dalam hitungan detik” ujar Sujatmiko. Dengan demikian, Sujatmiko berharap GN AKSA dapat terus dioptimalisasi dan koordinasi antar kementerian dan lembaga dapat terus diperkuat sehingga angka kekerasan seksual terhadap anak dapat terus ditekan.(***)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan