Ketua Umum IMM Ali Muthohirin : Berharap Mentan Amran Memaafkan Kesalahan Fatal Ini

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Keluarga besar Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dengan kejadian ini khususnya dalam tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh Andi Mahfuri (kader IMM Jawa Tengah) yang telah menyebarkan berita bohong(fitnah/hoaks)) kepada pribadi  Dr.Ir.Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian melalui twitter (media sosial).

“Dari lubuk hati yang paling dalam kami memohon maaf yang sebesar-besarnya  kepada  Dr.Ir.Andi Amran Sulaiman(Mentan RI) bersama keluarga besar beliau, atas kesalahan dan tindakan yang tidak terpuji yang telah dilakukan oleh kader IMM Andi Mahfuri dengan menyebarkan berita bohong , fitnah, dan hoaks,” ujar Ketua Umum IMM Ali Muthohirin saat jumpa pers di Jakarta, Rabu sore (13 Juni 2018).

“Kiranya kejadian ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi para kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah(IMM) agar senantiasa menjaga akhkaqul karimah, karakter yang terpuji, dan budi pekerti yang mulia.Dan, prinsip-prinsip tabayyun(klarifikasi) untuk semua perkara dalam hidup berbangsa dan bernegara.Kami sangat mengharapkan kiranya  Dr.Ir.Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian dan keluarga besar beliau dapat memaafkan kesalahan yang sangat fatal ini,” katanya.

“Apalagi di dalam bulan mulia ini-bulan yang penuh kemuliaan dan ampunan ramadhan mubarak– serta menjelang Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriyah,” katanya lagi.

“Dengan kerendahan hati, saya atas nama IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) meminta maaf kepada Bapak Menteri Pertanian dan keluarga karena namanya tercemar, ” begitu Ketua Umum IMM Ali Muthohirin saat jumpa pers di Restaurant Bumbu Desa Cikini di Jakarta Rabu sore (13 Juni 2018).

Ali Muthohirin mewakili tersangka penyebaran hoax yang dilakukan oleh Andi Mahfuri, pengurus IMM di Purworejo, Jawa Tengah. Kasus ini bermula dari publikasi di media sosial twitter yang menyebutkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memiliki hubungan khusus dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Imamawan Andi Mahfuri ditangkap Senin lalu di Purworejo oleh tim cyber crime Polda Metro Jaya. Polisi menangkap Immawan Andi Mahfuri (24), di rumahnya di Cepedak RT 03/01 Purworejo, Jawa Tengah Polisi menetapkannya sebagai tersangka karena diduga melanggar UU ITE dengan menyebar berita bohong melalui media sosial.

Ali juga mengakui tindakan kepolisian sebagai hal yang wajar, tidak ada unsur kriminalisasi. “Kami akan minta ketemu dengan Pak Menteri, karena ini delik aduan. Kami berharap kader kami bisa dimaafkan,” katanya.

Sementara itu Kuasa Hukum Andi Mahfuri, Muhammad Sholihin, telah mengajukan permohonan ke pihak kepolisian agar tersangka tidak ditahan. Selain itu, dia berjanji akan mengikuti prosedur yang dijalankan polisi. “Kami akan terus mendampingi tersangka,” katanya.(**)

Editor : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan