Kementan Uji Coba Pemasangan Sheet Pipe di Lahan Suboptimal

Subang,BeritaRayaOnline,-Kementerian Pertanian trus melaju dengan upsusnya dalam menyelenggarakan road map pembangunan pertanian menuju lumbung pangan dunia di 2045.

Usaha budidaya pertanian berbasis lahan produksi, kemudian menjadi sesuatu yang harus disiapkan dengan sebaik baiknya menghadapi menyempitnya lahan pertanian menghadapi bonus demografi kedepan.

“Peluang mendapatkan lahan produksi baru, bisa berasal dari lahan kering dan lahan rawa yang merupakan lahan suboptimal luas yang memungkinkan untuk dikembangkan,” ujar Dr.Ir.Ani Andayani,M.Agr, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur kepada wartawan di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPTP) di Sukamandi,Subang,Jawa Barat, Selasa (13/3/2018) disela-sela acara uji coba instalasi Sheet-pipe System.

 

 

 

 

 

Menurutnya, terdeteksi sekitar 4 juta ha akan disiapkan untuk menambah lahan produktif berasal dari lahan rawa dan lahan kering, meskipun sesungguhnya potensi lahan rawa yang ada di Indonesia diperkirakan 20 juta hektar lebih. Lahan rawa ini adalah sebuah peluang besar untuk memajukan pertanian Indonesia.

“Pemanfaatan teknologi dan inovasi terus diupayakannya, diantaranya inovasi optimalisasi irigasi dengan system “sheet pipe” dapat men-drain kelebihan air di rawa. Bahkan “sheet pipe” bisa digunakan pula untuk optimalisasi irigasi di lahan kering,”katanya.

 

 

 

 

 

Karenanya, system ini sangat membantu ketersediaan lahan produktif baru dan karena banyak ditemui di luar Pulau Jawa (Sumatera, Kalimantan dan Papua) maka dengan mekanisasi akan lebih mempercepat pelaksanaannya.

Uji coba system “sheet pipe” dilaksanakan di lahan BB padi Sukamandi, di lahan percontohan, dimana komponen system tersebut terdiri dari bahan “sheet” lembaran plastik berpori-pori yg direkayasa menjadi “pipe” atau pipa silindris dengan kancing mirip retsleting kemudian ditarik dengan “mole drain” sehingga terbenam dalam tanah sesuai dengan kedalaman yang bisa diatur.

 

 

 

 

 

Apabila kemudian system ini merupakan hasil ujicoba yang layak untuk men-drain kelebihan air di rawa maka prospektif meraih lahan produkstif akan segera dapat diwujudkan.

Inovasi percepatan tanam dan panen telah dibuktikannya melalui upsus pajale maka kombinasi ini merupakan terobosan baru untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan.(*/Bro-2)

Editor : Lasman Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan