Kemenko PMK Tekankan Pentingnya Pemerataan Distribusi Guru

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Saat ini, dunia pendidikan sedang menghadapi tantangan terkait dengan tidak meratanya distribusi guru. Hal tersebut dikarenakan pemerintah daerah tidak punya kemauan untuk mendistribusikan guru ke tempat lain.

“Jika bupati dan walikota tidak mau mendistribusikan guru secara merata, makan kebutuhan pendidikan untuk membangun bangsa tidak terpenuhi” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Prof. Agus Sartono.

Menurutnya, berdasarkan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Kemenristekdikti Tahun 2015, terdapat 415 lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK) yang menghasilkan lebih dari 91 ribu lulusan program PGSD. diproyeksikan pada tahun 2025 mencapai 444.551 lulusan. Selain itu, berdasarkan data dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), penyebaran Guru PNS juga masih kurang merata, khususnya di desa yang distribusinya baru mencapai 30%.

Selain dari segi pemerataan, Guru saat ini juga dihadapkan pada tantangan lainnya yaitu perubahan paradigma di dunia pendidikan. Sebelumnya, guru merupakan sumber ilmu pengetahuan bagi siswa. “Tetapi sekarang berubah, guru harus mampu menjadi fasilitator dan seorang yang ahli dalam berbagi. Inilah tantangan yang harus dihadapi guru saat ini” jelas Prof. Agus.

Terakhir, dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, guru juga ditantang untuk dapat menunjukkan penguasaan ilmu yang dimilikinya, karena saat ini murid tidak datang ke sekolah dalam keadaan pikiran yang kosong. “Dulu guru datang ke kelas, kemudian mengajar siswanya dengan pikiran yang kosong lalu mereka bisa diisi apapun oleh guru, kan sekarang tidak begitu. Karena saat ini siswa sebelum berangkat ke sekolah dia bisa saja mengakses informasi terlebih dahulu” pungkas Prof. Agus.(***)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan