Kemenko PMK Dorong Optimalisasi Ekonomi Desa Melalui Bidang Pertanian

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Staf Ahli Menteri Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sidqy Leggo Pangesthi Suyitno mengatakan, perlu sekali pemerintah mendorong optimalisasi potensi ekonomi desa melalui bidang pertanian.
Menurut Sidqy, potensi kekayaan alam di desa sangat melimpah, tetapi belum digarap secara optimal. Lantaran kondisi tersebut, kesejahteraan masyarakat desa belum bisa tercapai secara menyeluruh. “Desa-desa di Indonesia sangat subur dan jadi gudangnya potensi, salah satunnya bidang pertanian,” tutur Sidqy.
Bagi Sidqy, masyarakat perdesaan telah berabad-abad mengembangkan cara atau teknik bertani, sesuai jenis tanaman, karakter lokasi, tanah, dan iklim setempat, sehingga berkelanjutan menopang kesejahteraan masyarakatnya hingga saat ini. “Jika semua potensi desa bisa dikelola dengan optimal, ekonomi masyarakat desa pasti akan ikut bergerak,” tuturnya.
Sidqy melihat salah satu contoh potensi pertanian yang bisa menjadi nilai ekonomi yang cukup tinggi adalah kopi. Baginya kopi itu sudah ada dan berkembang di Indonesia sejak lama, dan sampai saat ini kopi digemari oleh semua masyarakat dunia. “Kopi yang dihasilkan dari Indonesia selalu menjadi unggulan di Internasional,” terangnya.
Sidqy juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menjadi penghasil kopi terbesar ke-empat setelah Brazil, Kolombia, dan Vietnam. Produksi kopi Indonesia pada tahun 2014 mencapai 685 ribu ton (80 persen jenis Robusta) atau sekitar 6 persen dari produksi dunia yang sebesar 8,6 juta ton. “Inilah mengapa saya katakan bahaw potensi ini harus bisa dioptimalkan dengan baik,” katanya.
Perlu diketahui bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mengarahkan kebijakan membangun desa sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Hal ini dituangkan dalam poin ketiga Nawa Cita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.(***)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan