Inilah Kronologi Lengkap Pembunuhan dan Pemerkosaan Keji Eno Fariah

fotomuatdetikTangerang , BeritaRayaOnline,Tiga tersangka pembunuh Eno Fariah (18) memiliki peran masing-masing yang berbeda. Ketiganya juga punya motif pembunuhan yang berbeda pula. Lalu apa saja jeratan hukuman bagi ketiga tersangka ini?

“Untuk pasal yang kita kenakan itu masing-masing berbeda-beda karena perannya berbeda-beda,” ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso usai rekonstruksi di TKP, Jatimulya, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Selasa (17/5/2016).

Eko mengatakan, tersangka Rahmat Arifin alias Arif (23) yang sangat agresif dalam pembunuhan itu lantaran diduga kuat melakukan pembunuhan berencana dan perkosaan. Adapun Arif dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 339 KUHP dan atau Pasal 354 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan Pasal 170 KUGP dan atau Pasal 285 KUHP.

Sementara tersangka Imam Harpiadi alias Imam (23) dijerat dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 56 ke-1 KUHP jo Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 339 KUHP dan atau Paaal 353 KUHP subsider Pasar 351 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan Pasal 285 KUHP.

Tersangka RAL dikenakan pasal yang sama, hanya bedanya tidak dikenakan Pasal 285 KUHP tentang perkosaan. “Khusus RAL ini karena masih di bawah umur, kami kedepankan juga Undang-Undang Perlindungan Anak,” cetusnya.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, meski ketiganya saling tidak mengenal satu sama lainnya, namun terlihat ada unsur perencanaan dalam perkara tersebut.

“Perencanaannya, salah satu tersangka menyuruh tersangka RAL untuk mengambil pisau untuk membunuh, tetapi RAL malah membawa cangkul. Kemudian tersangka Imam juga telah membawa garpu dari rumah yang kemudian digunakan untuk menyiksa korban,” jelas Krishna.

Ketiga tersangka ditangkap tim gabungan dari Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya serta Polres Tangerang dan Polsek Teluknaga. Ketiganya ditangkap di Tangerang pada Sabtu (14/5) lalu.

– Proses rekonstruksi pembunuhan sadis karyawati PT PGM, Eno Fariah (18), oleh 3 tersangka di TKP mess buruh di Desa Jarimulya, Dadap, Kosambi, Tangerang, berakhir ricuh. Seorang warga yang mengaku sebagai keluarga korban sempat memukul salah satu tersangka.

pembunuhInsiden itu terjadi setelah polisi menggelar rekonstruksi di lokasi. Setelah ketiga tersangka selesai menjalani reka ulang, ketiganya yang bercadar itu digiring ke dalam mobil.

Tiba-tiba, ketika ketiganya berjalan beriringan keluar dari mess korban, seorang pria berkaos putih memukul salah satu tersangka. Buk! Hal itu pun membuat polisi marah.

“Kamu siapa? Jangan main hakim sendiri! Ada kami, polisi di sini sebagai aparat penegak hukum!” ujar Kanit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Awaludin Amin yang ikut mengawal rekonstruksi di lokasi, Selasa (17/5/2016).

Pelaku pemukulan, pria berambut pendek itu, terdiam sesaat ketika sejumlah polisi memojokkannya. Pria itu lalu menjawab. “Saya saudara korban,” ujar pria tersebut.

“Ini negara hukum, Anda tidak boleh main hakim sendiri!” teriak Awal menjawab pria itu dengan lantang.

Sejumlah polisi kemudian membawa pria tersebut ke dalam mess karyawan. Pria tersebut kemudian diminta untuk tidak emosi.

Sementara ratusan warga yang menonton proses rekonstruksi menjadi riuh. Warga pun meneriaki 3 tersangka.

Insiden kericuhan kembali terjadi ketika ketiga tersangka yang memakai pakaian tahanan melewati kerumunan warga. Jalan yang sempit dan terhalang oleh mobil-mobil polisi yang diparkir, membuat polisi yang mengawal ketiga tersangka harus berdesakan dengan warga.

Beberapa warga sempat ada yang hendak memukul tersangka. Namun hal tersebut dapat diantisipasi oleh aparat polisi.

Proses rekonstruksi yang berlangsung sekitar 1 jam itu mendapatkan pengawal ketat dari ratusan polisi gabungan dari Polsek Teluknaga, Polres Tangerang dan Subdit Resmob serta Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Rekonstruksi dipimpin oleh Kasubdit Resmob AKBP Eko Hadi Santoso, Kompol Handik Zusen, Kompol Teuku Arsya Khadafi dan Kompol Awaludin Amin serta Kapolsek Teluknaga Kompol Supriyanto.

Eno Fariha (18), karyawati pabrik pelastik PT PGM dibunuh secara sadis oleh 3 tersangka yang salah satunya masih di bawah umur. Selain dibunuh dengan cara sadis, korban mendapatkan kekerasan seksual.

Tiga tersangka yakni RAL (15), siswa SMP Kelas 2 di Tangerang, Rahmat Arifin alias Arif (23), buruh pabrik PT PGM dan Imam Harpiadi (23). Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, ketiga tersangka tidak mengenal satu sama lain.

“Tetapi mereka memiliki ketertarikan yang sama dengan korban,” ujar Krishna kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Lalu bagaimana ketiganya bisa melakukan pembunuhan keji itu secara bersama-sama? Berikut kronologi lengkapnya seperti disampaikan Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso:

Kamis, 12 Mei 2016

Sekitar pukul 23.30 WIB

Tersangka RAL janjian dengan korban untuk bertemu dengan korban di kamar mess korban di Jatimulya, Dadap, Kosambi, Tangerang. Korban baru mengenal tersangka selama satu bulan dan intens saling SMS-an.

Korban membukakan sedikit pintu pagar masuk ke dalam mess. Setelah korban memberi kode untuk masuk, tersangka RAL kemudian masuk ke kamar korban.

Malam itu hujan mengguyur kawasan Dadap. Korban dan tersangka RAL kemudian berbincang-bincang selama sekitar 30 menit.

Selanjutnya tersangka RAL dan korban saling berciuman. Saat itu tersangka ingin menyetubuhi korban, namun ajakan tersebut ditolak oleh korban karena korban takut hamil.

Karena kesal ajakan bersetubuh ditolak oleh korban, kemudian tersangka keluar dari kamar korban. Saat tersangka berada di luar kamar korban, tersangka bertemu dengan tersangka Arif.

Arif kemudian bertanya kepada RAL terkait keberadaan tersangka di depan mess korban dengan ucapan “Ngapain lu disini?” Lalu dijawab RAL “Lagi sama Indah (nama lain korban yang dikenal oleh tersangka RAL).”

Arif terus memberondong RAL dengan sejumlah pertanyaan “Indah siapa?”. Di tengah perbincangan itu, datang tersangka Imam yang juga ‘menginterogasi RAL’.

Jumat 13 Mei 2016

Pukul 00.15 WIB

pemunuhduaArif dan Imam kemudian mengajak RAL masuk ke mess korban untuk memastikan, siapa ‘Indah’ yang dimaksud RAL. Sebab Arif dan Imam tidak kenal dengan orang di mess yang bernama Indah.

Selanjutnya tersangka RAL mengikuti tersangka Arif dan Imam, dari belakang, menuju ke kamar korban. Setelah ketiganya berada di dalam kamar korban, ketiganya melihat korban dalam keadaan sedang tiduran dengan hanya mengenakan baju tank top.

Selanjutnya tersangka Imam langsung menbekap wajah korban dengan menggunakan bantal dan menyuruh tersangka RAL mencari pisau di dapur. Karena di dapur tidak ada pisau, selanjutnya tersangka RAL keluar kamar dengan maksud mencari benda lain selain pisau.

Di saat RAL mencari pisau, tersangka Arif memperkosa korban. Sementara tersangka Imam terus membekap wajah korban dan memegangi tangan korban.

Setelah tersangka Arif selesai memperkosa korban, tersangka RAL kembali dengan membawa cangkul. Tersangka RAL sempat memberikan cangkul kepada Arif, namun Arif menyuruh RAL untuk memukulkannya ke korban. Selanjutnya RAL disuruh oleh tersangka Imam untuk memukulkan cangkul ke wajah korban.

Korban kemudian dipukul di bagian wajah dan leher sehingga mengalami luka terbuka. Percikan darah korban menganai wajah korban. Setelah memukul korban, tersangka RAL sempat keluar karena geli melihat kondisi korban. Tak lama kemudian tersangka RAL kembali masuk untuk memastikan korban sudah meninggal atau belum.

Namun saat tersangka masuk, tersangka RAL melihat kepala korban sudah digulung menggunakan kain dan korban masih bernafas. Selanjutnya kedua tangan korban dinaikan ke atas kepala oleh Imam. Sedang RAL menggigit dada korban.

Setelah korban tidak berdaya, kemudian Arif menyuruh tersangka RAL untuk memegangi kaki korban sebelah kanan dan membukanya. Setelah posisi korban mengangkang, selanjutnya Arif menancapkan gagang cangkul tersebut ke kemaluan korban hingga korban meninggal dunia.

enoSaat Arif masih memasukan gagang cakul ke kemaluan korban tersebut, selanjutnya tersangka RAL mengambil handphone milik korban dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan bekas darah korban yang menempel di tangan.

Arif kemudian menyusul keluar dan mencuci tangan di kamar mandi yang sama. Imam kemudian keluar dari kamar dan menutup engsel kamar mess lainnya agar tidak ada yang mengetahui pembunuhan itu.

Tersangka Arif kemudian menuju ke kamar korban dan mengambil gembok lalu mengunci kamar korban dari luar. Kunci gembok kamar korban kemudian dimasukkan ke dalam kamar korban lewat ventilasi. Ketiga tersangka kemudian pulang ke tempat masing-masing.

Hingga akhirnya jenazah korban ditemukan rekan kerjanya. Polisi melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan para tersangka pada Sabtu 14 Mei.(**/sumber berita/foto/detiknews.com/17/5/2016/lasman)

EditorĀ  : Eykel Lasflorest Simanjuntak

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan