Donor Darah Gratis , Tetapi Penerimanya Harus Bayar Kenapa?Ini Pandangan Kemenko

 

 

 

 

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Kebutuhan darah di Indonesia sangatlah tinggi, dimulai dari untuk menolong persalinan, mengobati suatu penyakit, dan juga penanganan ketika terjadi suatu kecelakaan yang korbannya mengalami kekurangan banyak darah.

Ada anggapan miring mengenai transfusi darah yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia atau PMI. Salah satunya mengenai mahalnya harga darah yang dibutuhkan per kantongnya yang mencapai Rp 360.000 per kantong. Ini membuat masyarakat bertanya, kenapa mahal sekali untuk membeli satu kantong darah, padahal saat donor gratis.

Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo mengungkapkan untuk menghasilkan sekantong darah untuk aktivitas donor diperlukan sejumlah proses, mulai dari penyediaan kantong darah, uji kelayakan dan bebas penyakit seperti HIV, sipilis, Hepatitis A, dan B.

“Ada prosesnya, ada tahapannya sehingga darah donor itu benar-benar siap pakai. Sekitar 6 jam diolah dulu baru siap didonorkan. Ini disebut biaya pengganti pengolahan darah, sehingga perlu ada kompensasi,” ujar Sugit.

Masalah mengenai mahalnya harga satu kantong darah yang sekarang

Proses pengambilan darah dari pendonor, ujar Sigit, tidak bisa langsung diberikan kepada penerima, ada tahapan yang harus dilakukan selama 4-6 jam sebelum darah bisa diberikan kepada penerima harus melalui tahap uji kelayakan bebas dari penyakit seperti HIV, sipilis, Hepatitis A, dan B Juga dilihat kualitas darah yang bisa diberikan kepada penerima. Harga kantong darah yang masih impor pun menjadi salah satu faktor kenapa harga sekantong darah begitu mahal.

“Yang harus diluruskan disini adalah, setiap biaya yang dikeluarkan ketika membutuhkan darah adalah untuk biaya BPPD bukannya harga si darah itu sendiri,” kata Sigit.

Sebelumnya, PMI berharap agar UTD PMI di kabupaten/kota bisa melakukan efisiensi bersama guna memenuhi kebutuham donor darah secara nasional.

PMI mengingatkan adanya kemungkinan kelangkaan darah berkaitan dengan saat mudik liburan natal dan tahun baru. Umumnya kelangkaan baru bisa dirasakan pada Februari mendatang atau dua bulan setelahnya. (**)

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan